Rutin Menimbang Berat Badan Anak, Upaya Deteksi Dini Gizi Kurang

Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

Kenaikan berat badan sesuai grafik pertumbuhan menjadi salah satu parameter status gizi dan kesehatan buah hati Anda. Memantau berat badan Si Kecil dapat menjadi langkah awal untuk mendeteksi dini masalah kekurangan gizi, agar tidak terlambat mendapatkan penanganan yang tepat.

Berat badan kurang pada si Kecil terjadi ketika berat badan berada di bawah rata-rata dibandingkan dengan tinggi badan serta usianya. Hal itu menjadi pertanda Si Kecil mengalami kurang gizi. Kondisi tersebut bisa berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh, sehingga Si Kecil rawan mengalami penyakit infeksi, serta dapat mengalami gangguan tumbuh kembang di masa depan, kekurangan energi atau cepat merasa lelah, risiko tulang yang lebih rapuh, hingga gangguan pada kesuburan.

Manfaat Menimbang Berat Badan Anak Secara Teratur

Melakukan pemantauan berat badan Si Kecil sangat penting dilakukan untuk:

  • Mendeteksi gangguan dan penyimpangan tumbuh kembang anak sejak dini agar mendapat tindak lanjut dengan cepat dan tepat.
  • Mencegah kekurangan gizi atau gizi buruk pada anak.
  • Untuk mengetahui apakah balita tumbuh sehat.
  • Untuk mengetahui kelengkapan imunisasi.
  • Mendapatkan penyuluhan gizi.

Untuk memantau status gizi dan tingkat pertumbuhan anak, orangtua perlu melakukan penimbangan berat badan Si Kecil setiap bulan. Kini di Posyandu digunakan pemantauan melalui Kartu Menuju Sehat (KMS). Di Posyandu, anak juga akan mendapatkan kapsul vitamin A, imunisasi, pemeriksaan kesehatan, serta stimulasi tumbuh kembang Si Kecil.

Setiap anak harus memiliki KMS guna memantau pertumbuhannya. Tiap kali penimbangan berat badan anak harus ditandai dengan mencantumkan titik pada KMS dan setiap titik dihubungkan sehingga membentuk sebuah garis yang menunjukkan kondisi pertumbuhan Si Kecil. Jika garis naik mengikuti garis pertumbuhan, maka pertumbuhan anak baik. Jika garis datar atau bahkan menurun berarti pertanda anak harus mendapat penanganan lebih lanjut oleh puskesmas atau pun dokter.

Setiap bulan berat badan Si Kecil harus meningkat mengikuti garis pertumbuhan, jika tidak meningkat dua bulan berturut-turut, berarti si Kecil mungkin mengalami gangguan pertumbuhan dan Bunda perlu waspada terhadap faktor penyebab serta dampak buruknya bagi kesehatan Si Kecil.

Selain dengan kartu KMS, Bunda juga bisa mengakses www.cekberatanak.id untuk mengetahui apakah berat badan anak sudah optimal sesuai dengan umur dan juga tinggi badannya. Bunda cukup memasukkan data-data si Kecil berupa berat badan, tanggal lahir, dan juga tinggi badan anak untuk melihat tumbuh kembang si Kecil.

Tips Meningkatkan Berat Badan Anak

Bunda juga dapat melakukan langkah-langkah sederhana untuk mengatasi berat badan kurang pada Si Kecil.

  • Meningkatkan asupan kalori . Kunci untuk meningkatkan berat badan anak yaitu dengan menerapkan pola makan seimbang. Kemudian, jika anak sudah mulai mengonsumsi makanan padat, berikan asupan karbohidrat dan protein agar meningkatkan asupan kalorinya. Sebagai sumber karbohidrat, berikan nasi, kentang, roti gandum, atau produk dari gandum utuh. Untuk protein, pilih ikan, ayam, telur, daging, serta kacang-kacangan. Berikan sayur dan buah setiap hari, terutama buah yang mengandung kalori seperti pisang dan alpukat. Perlu diingat, meningkatkan asupan kalori bukan berarti memberikan anak makanan manis atau berlemak.
  • Melengkapi dengan produk susu . Pemberian nutrisi terbaik bisa dimulai dengan memberikan air susu ibu (ASI) sejak awal kelahiran. Setelah usia 6 bulan, Bunda bisa tetap melanjutkan pemberian ASI ditambah dengan makanan pendamping ASI (MPASI).  Pada si Kecil yang mengalami berat badan kurang, ada kemungkinan dokter memberi rekomendasi susu dengan kalori dan nutrisi yang diformulasikan khusus. Disarankan tetap membatasi minuman dengan kandungan gula yang tinggi, termasuk jus instan. Sebab, ada kemungkinan dapat merusak gigi.
  • Memberikan suplemen. Pemberian suplemen zat besi dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan berat badan. Selain itu, suplemen tambahan lain yang dibutuhkan anak dengan berat badan kurang yaitu vitamin A, C dan D. Namun pemberian suplemen zat ini sebaiknya setelah melalui konsultasi dokter. Zat besi berlebihan dapat menyebabkan konstipasi atau sulit buang air besar dan mengurangi kemampuan tubuh menyerap mineral lain.  Kabar baiknya, asupan nutrisi tambahan ini biasanya sudah terkandung dalam susu formula yang dapat Bunda berikan  kepada Si Kecil.

Konsultasikan cara pemberian nutrisi berikut sumber asupan gizi seimbang bagi anak dengan dokter atau ahli gizi. Jika Bunda merasa si Kecil mengalami berat badan kurang atau tumbuh kembang yang tidak normal, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui penyebab serta penanganan yang dibutuhkan. Meskipun tampak sepele, namun dengan rutin menimbang berat badan anak dan memeriksakan kondisinya ke dokter adalah langkah yang penting untuk memastikan Si Kecil tidak mengalami kekurangan gizi.

 

sponsored by: