Sakit Kepala Bagian Atas Disebabkan Apa?

Sering merasakan sakit kepala bagian atas? Penyebabnya ada banyak. Salah satunya adalah sakit kepala tegang. Ternyata salah satu pemicu paling umumnya adalah karena stres.

Sakit kepala, yang dalam bahasa medisnya disebut sefalgia, dapat terasa di berbagai bagian kepala, seperti di bagian belakang kepala, di sisi kanan atau kiri kepala, di atas mata atau atas telinga, ataupun di kepala bagian atas (sakit kepala koronal). Sakit kepala pada setiap bagian berbeda ini ternyata dapat dilatarbelakangi penyebab yang berbeda juga.

sakit kepala bagian atas-Alodokter

Sakit kepala bagian atas umumnya dialami oleh pengidap sakit kepala tegang yang sering menyerang orang dewasa, terutama wanita. Sakit kepala bisa terjadi secara periodik atau harian. Disebut periodik jika terjadi kurang dari 15 kali per bulan atau disebut harian jika terjadi lebih dari 15 kali pada tiap bulannya). Pada suatu kondisi jika terjadi lebih dari 60 hari, maka disebut dengan sakit kepala tegang kronik.

Sakit kepala tegang kebanyakan disebabkan oleh otot-otot di leher dan kulit kepala bagian belakang yang menegang. Banyak hal yang berkaitan dengan terjadinya ketegangan otot tersebut, antara lain:

  • Stres mental atau emosional, antara lain akibat masalah di dalam hubungan keluarga, kesendirian, menjelang ujian, memulai atau kehilangan pekerjaan, pekerjaan yang berat, persoalan dalam hubungan pribadi.
  • Kurang istirahat.
  • Kelelahan.
  • Rasa cemas berlebihan.
  • Kelaparan.
  • Bekerja terlalu keras.

Selain pada bagian atas, sakit kepala tegang bisa juga terasa pada bagian depan dan sisi kanan kiri kepala. Gejala-gejala lain yang dapat timbul pada sakit kepala tegang adalah:

  • Kelelahan kronis.
  • Sulit tidur.
  • Sakit kepala yang berulang.
  • Sensitif terhadap cahaya atau suara.
  • Nyeri otot.
  • Konsentrasi terganggu.

Menangani Sakit Kepala Tegang

Penanganan sakit kepala tegang umumnya ditujukan untuk meredakan rasa sakit dan mencegah berulangnya kondisi, dapat dilakukan dengan cara berikut.

  • Mengonsumsi obat pereda sakit kepala yang dijual bebas atau diresepkan dokter. Jenis obat pilihan awal untuk sakit kepala tegang adalah obat antinyeri yang dapat dibeli bebas. Bagi Anda yang membutuhkan obat antinyeri yang lebih kuat, ¬†dokter dapat meresepkan obat relaksan otot.
  • Sebagai langkah pencegahan, dokter mungkin menganjurkan Anda mengonsumsi obat antidepresan, obat yang merelaksasi otot, obat untuk mengontrol tekanan darah, atau obat-obatan antikejang.
  • Menghindari faktor-faktor pemicu sakit kepala.

Meski demikian, perlu diingat bahwa konsumsi obat-obatan tidak dapat menyembuhkan sakit kepala, hanya menghilangkan gejala. Bahkan dalam jangka panjang, jika dikonsumsi terus menerus, obat-obatan ini memiliki efek samping dan dapat kehilangan efektivitasnya. Lebih penting adalah untuk mencari pemicu yang menjadi penyebab timbulnya sakit kepala.

Stres sebagai salah satu pemicu sakit kepala bagian atas juga berisiko menimbulkan berbagai gangguan pada tubuh. Menangani stres dengan makan makanan tidak sehat, obat-obatan, minuman keras, ataupun belanja berlebihan tidak akan menyelesaikan persoalan dan justru berisiko memperburuk sakit kepala bagian atas. Mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah serta menghindari kelebihan gula dapat membantu meredakan stres dan sakit kepala bagian atas dalam jangka panjang. Padukan dengan olahraga dan istirahat cukup, serta melakukan hal yang disukai.

Tidak kalah penting, sakit kepala bagian atas paling baik ditangani saat gejalanya baru mulai terasa dan masih ringan, dibandingkan baru ditangani saat sakit kepala terasa lebih nyeri dan lebih sering.