Sakit Saat Kencing Waspadai Berbagai Kondisi Ini

Sakit saat kencing bisa menjadi pertanda adanya masalah pada saluran kemih Anda. Segera cari tahu penyebabnya untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Rasa nyeri, tidak nyaman, perih, dan sakit ketika kencing atau buang air kecil dikenal dengan istilah disuria. Rasa sakit dapat dirasakan pada bagian-bagian berikut ini: tepat di jalur keluarnya urine (air seni) dari tubuh, di belakang tulang kemaluan, kandung kemih, atau prostat.

Sakit Saat Kencing Waspadai Berbagai Kondisi Ini - alodokter

Apabila sakit saat kencing terjadi pada awal atau saat buang air kecil, ini kemungkinan menunjukkan adanya penyakit pada uretra (saluran kemih dari kandung kemih ke luar tubuh). Sedangkan nyeri setelah berkemih, menyiratkan adanya hal yang tidak beres pada daerah kandung kemih atau prostat.

Sakit saat kencing merupakan hal yang biasa terjadi. Namun, nyeri saat kencing lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Apabila terjadi pada pria, rasa sakit ini lebih sering menjangkiti pria yang lebih tua daripada mereka yang berusia lebih muda. Mereka yang merasakan sakit saat kencing kemungkinan juga memiliki dorongan untuk buang air kecil lebih sering.

Apa Penyebabnya?

Sakit saat kencing ternyata bisa menjadi tanda-tanda berbagai penyakit sebagai berikut:
  • Infeksi saluran kemih (ISK), merupakan salah satu penyebab utama nyeri saat kencing. ISK paling sering diakibatkan oleh masuknya bakteri ke saluran kemih melalui uretra. Infeksi bisa terjadi di tiap bagian saluran kemih, termasuk ginjal, ureter (saluran kemih dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, atau uretra.
  • Uropati obstruktif, kondisi di mana urine tidak dapat mengalir (baik sebagian atau seluruhnya) melalui ureter karena terhalang. Seharusnya urine mengalir dari ginjal ke kandung kemih, sebaliknya urine mengalir mundur atau kembali ke ginjal.
  • Batu ginjal, paling mungkin terjadi pada manusia antara usia 20 dan 40 tahun. Faktor risiko terbesar munculnya batu ginjal dalam tubuh adalah karena kurangnya berkemih sebanyak satu liter per hari.
  • Striktur uretra, yaitu menyempitnya uretra yang membawa urine keluar dari tubuh.
  • Uretritis, yaitu peradangan pada uretra.
  • Prostatis, peradangan di kelenjar prostat.
  • Penyakit radang panggul, yaitu infeksi pada organ reproduksi wanita. Salah satu gejalanya adalah nyeri di daerah perut bawah, terutama ketika sedang buang air kecil atau berhubungan badan.
  • Penyakit herpes di kemaluan.
  • Infeksi jamur di vagina.
  • Vaginitis atau infeksi vagina.
  • Penyakit menular seksual.
  • Infeksi ginjal.
  • Kondisi saraf yang menyebabkan kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih.
  • Kanker pada uretra, kandung kemih, prostat, vagina/vulva, atau penis.
  • Diabetes mellitus dan kondisi kronis lainnya yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Selain penyakit, sakit saat kencing juga dapat diakibatkan oleh:
  • Mengonsumsi obat-obatan yang membuat kandung kemih mengalami iritasi, contohnya obat kanker.
  • Pemakaian sabun, parfum, dan produk perawatan pribadi lainnya.
  • Lupa mengganti atau membuang tampon (sumbat vagina untuk menghentikan perdarahan).
  • Sedang menjalani prosedur pengobatan atau pengujian pada saluran kemih.
  • Cedera lokal atau iritasi karena pemasangan kateter atau kontak seksual.
  • Efek menopause, seperti vagina kering.
Sakit saat kencing dapat terjadi pada siapa saja. Namun jika nyeri tidak reda setelah lebih dari satu hari disertai dengan demam, darah pada urine, atau kotoran dari vagina atau penis, segera datangi dokter atau rumah sakit terdekat.