Sariawan di Bibir Ternyata Bisa Disebabkan Banyak Penyakit

Jangan anggap sepele sariawan di bibir. Bisa-bisa luka tersebut justru menjadi pertanda timbulnya penyakit lain.

Munculnya sariawan di bibir, lidah, atau dinding mulut memang bikin tidak enak. Selain perih, makan dan minum pun jadi susah. Dan ternyata, sariawan bisa terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Sariawan kecil, berdiameter sekitar 2-8 mm dan biasanya sembuh dalam waktu 10 hari sampai 2 minggu.
  • Sariawan besar, ukurannya lebih lebar dan lebih dalam dengan pinggiran yang tidak teratur, butuh waktu beberapa minggu untuk sembuh, bisa meninggalkan bekas luka di mulut.
  • Herpetiform, sariawannya kecil-kecil namun banyak dan berkelompok.

Sariawan di Bibir Ternyata Bisa Disebabkan Banyak Penyakit - alodokter

Sariawan bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti bibir tidak sengaja tergigit, mengunyah makanan yang keras, tambalan gigi tidak sempurna, atau pemakaian gigi palsu yang tidak pas. Selain itu, sariawan di bibir juga bisa dipicu oleh stres, merasa cemas, memakai pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulphate, mengonsumsi makanan tertentu (tomat, keju, kacang almond, kacang tanah, kopi, makanan pedas, cokelat), atau sedang mengalami perubahan hormon. Namun, sariawan kadang-kadang dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti:

 

  • Infeksi virus, termasuk virus cacar dan virus penyakit tangan, kaki dan mulut.
  • Kekurangan zat besi atau vitamin B12.
  • Sistem kekebalan tubuh melemah, misalnya karena mengidap penyakit lupus, HIV/AIDS, atau pemphigoid (penyakit autoimun langka yang sering kali menyerang lansia).
  • Arthritis reaktif atau sindrom Reiter, yaitu kondisi yang menyebabkan peradangan di berbagai tempat di dalam tubuh.
  • Penyakit Crohn, yaitu kondisi jangka panjang yang menyebabkan peradangan pada lapisan sistem pencernaan.
  • Penyakit celiac, kondisi yang membuat penderitanya alergi terhadap gluten.
  • Penyakit Behçet, yaitu kondisi langka yang membuat pembuluh darah membengkak.
  • Gingivostomatitis, infeksi mulut dan gusi akibat bakteri atau virus yang bisa menimbulkan pembengkakan dan luka.
  • Penyakit herpes yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.
  • Bercak leukoplakia yang menyerang selaput lendir mulut.
  • Kanker mulut.
  • Lichen planus, kondisi yang menimbulkan ruam gatal pada kulit atau bagian dalam mulut.
  • Infeksi jamur pada lidah dan lapisan mulut.
  • Infeksi HIV akut.
  • Esophagitis, yaitu radang atau iritasi pada kerongkongan.
  • Campak atau rubeola, infeksi virus pada sistem pernapasan.
  • Neutropenia, kelainan darah di mana sel darah putih berkurang jumlahnya.
  • Infeksi menular seksual seperti sipilis dan gonorea.
  • Leishmaniasis, penyakit yang disebabkan oleh parasit Leishmania.

Biasanya, sariawan di bibir tidak perlu diobati karena bisa sembuh sendiri dalam satu atau dua minggu. Namun jangan ragu untuk pergi ke dokter secepatnya jika sariawan di bibir membuat Anda sangat kesulitan untuk makan dan minum, ukuran sariawannya sangat besar, muncul sariawan baru padahal sariawan yang lama belum sembuh, sariawan tidak terasa sakit, sariawan tidak sembuh padahal sudah tiga minggu, sariawan makin meluas, rasa perihnya tidak bisa hilang walau sudah diberi obat, dan apabila sariawan disertai dengan demam tinggi dan diare.