Sebaiknya Radang Tendon Ditangani Dengan Cara Ini

Tendon adalah jaringan tebal yang berfungsi menempelkan tulang ke otot. Apa pun kegiatan yang Anda lakukan, seperti rutinitas membersihkan rumah, berolahraga, atau berkebun, semuanya melibatkan gerakan tendon pada persendian. Kegiatan-kegiatan yang berulang tersebut dapat menimbulkan robekan-robekan sangat kecil pada tendon. Tekanan pada tendon yang bersifat kontinu ini dapat memicu terjadinya iritasi dan akhirnya menimbulkan peradangan. Gerakan yang dilakukan secara mendadak juga bisa menjadi salah satu penyebab peradangan. Peradangan pada tendon ini disebut tendonitis atau tendinitis.

Tendonitis harus diatasi dengan perawatan yang tepat sebab jika tidak dilakukan perawatan dan tendonitis menjadi lebih parah, maka ada kemungkinan terjadi tendon putus. Jika ini telanjur terjadi, Anda berkemungkinan untuk menjalani pembedahan.

tendon - alodokter

Sebenarnya, tendonitis dapat terjadi pada seluruh tendon di tubuh. Namun, tendon yang paling sering mengalami tendonitis adalah bagian bahu, siku, pergelangan tangan, pinggul, dan pergelangan kaki.

Sebelum kondisi tendonitis menjadi lebih parah, ada langkah-langkah pengobatan yang dapat Anda lakukan. Caranya adalah:

Mengistirahatkan otot yang sakit

Tendonitis dapat terjadi ketika Anda melakukan gerakan tertentu secara tiba-tiba. Akan tetapi penyebab umumnya adalah gerakan berulang dalam waktu lama. Tendonitis pada siku biasa diakibatkan karena terlalu banyak bermain golf atau tenis yang dikenal dengan sebutan tennis elbow atau golfer’s elbow. Untuk sementara, hentikan penggunaan bagian tendon atau otot yang sakit. Biasanya tendonitis akut akan sembuh dengan sendirinya apabila Anda mengistirahatkan bagian tubuh yang mengalami tendonitis. Sebaliknya, jika Anda tetap memaksakan menggunakan bagian otot yang mengalami tendonitis, pada akhirnya hanya akan memperparah keadaan dan penyembuhannya menjadi makin sulit.

Mengompres dengan es batu

Sebenarnya rasa sakit pada radang tendon adalah usaha tubuh untuk menyembuhkan dan melindungi jaringan yang luka. Namun, kadang-kadang Anda tidak dapat menahan rasa sakit tersebut. Untuk mengurangi rasa sakit, kompres bagian tendon yang meradang dengan es batu yang sudah dibungkus dengan kain tipis. Lakukan selama beberapa kali sehari sampai rasa sakit pada peradangan mereda. Jika bagian tendon yang sakit terletak di dekat permukaan kulit, seperti siku atau pergelangan tangan, kompres dengan es batu selama 10 menit. Namun, jika tendon yang meradang adalah otot yang besar dan terletak lebih dalam seperti bagian pinggul atau bahu, kompres selama kira-kira 20 menit. Ketika mengompres, angkat bagian yang dikompres lebih tinggi dan bebat menggunakan perban agar lebih efektif.

Menggunakan obat antiradang

Untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak, gunakan obat antiradang. Obat tersebut bisa berupa obat yang diminum, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Jika bagian tendon yang mengalami tendonitis berada di dekat permukaan kulit, Anda dapat menggunakan krim atau jel pereda rasa sakit agar lebih mudah terserap. Anda perlu mengetahui bahwa obat pereda rasa sakit golongan acetaminophen tidak memberikan pengaruh karena tidak membuat peradangan membaik.

Merenggangkan perlahan-lahan

Jika tendonitis akut tidak parah, Anda dapat merenggangkannya secara perlahan-lahan. Perenggangan ini dapat membantu mengurangi otot yang tegang, meningkatkan jangkauan gerak, dan meningkatkan sirkulasi darah. Upayakan untuk melakukan perenggangan dengan gerakan yang perlahan sebelum dan sesudah beraktivitas, ulangi 3-5 kali sehari. Tahan posisi perenggangan selama 20-30 detik. Jika kondisi tendonitis Anda kronis, oleskan krim hangat terlebih dahulu di bagian tendon yang sakit sebelum melakukan peregangan. Tujuannya agar tendon lebih fleksibel.

Menggunakan alat penyokong sendi

Tendonitis terjadi pada pergelangan tangan, siku, atau lutut? Pertimbangkan untuk menggunakan alat penyokong sendi. Dengan alat ini, sendi yang bermasalah akan terlindung dan gerakan Anda juga akan terbatas. Perlu diketahui bahwa tidak menggerakkan sendi yang bermasalah sama sekali juga tidak disarankan. Hal ini dikarenakan sendi, tendon dan otot butuh digerakkan agar sirkulasi darah lancar sehingga proses penyembuhan bisa berjalan.

Memeriksakan diri ke dokter

Apabila cedera tendon tidak membaik setelah Anda melakukan perawatan di rumah, segera periksakan ke dokter. Dokter akan memeriksa keadaan tendon melalui pemeriksaan USG atau MRI. Selanjutnya dokter bisa merekomendasikan pengobatan lanjutan, tergantung pada keadaan. Jika tendon sudah putus, Anda mungkin akan dirujuk ke ahli bedah ortopedi. Namun jika kondisi tendon yang bermasalah tidak terlalu parah, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan rehabilitasi atau mendapatkan suntik steroid.

Banyak orang yang tidak terlalu mengenal atau memperhatikan tendon, sehingga tidak mengenali rasa sakitnya. Sayangnya, jika sudah telanjur terjadi peradangan, rasa sakit yang ditimbulkan bisa tidak tertahankan, terutama pada malam hari atau setelah aktivitas. Apabila Anda tidak dapat memastikan apakah rasa sakit ini adalah tendonitis atau bukan, akan lebih baik jika segera memeriksakannya ke dokter.