Sebelum Menikah, Diskusikan 7 Topik ini dengan Pasanganmu

Pernikahan merupakan ikatan antara dua sejoli yang sejatinya berlangsung seumur hidup. Nah, sebelum memutuskan untuk menikahi pasanganmu, disarankan untuk mendiskusikan 7 topik ini demi menjaga keharmonisan saat berumah tangga nanti.

Persiapan yang harus kamu dan pasangan lakukan untuk menjalani pernikahan tidak hanya berbentuk materi. Membicarakan topik-topik yang berkaitan dengan urusan rumah tangga juga wajib hukumnya sebelum mengucapkan janji suci. Berikut topik-topik yang bisa kamu diskusikan kepada pasangan:

Sebelum Menikah, Diskusikan 7 Topik ini dengan Pasanganmu

Masalah anak. Sebagian pasangan ingin langsung memiliki momongan setelah menikah, namun ada juga yang ingin menikmati indahnya masa-masa berdua setelah sah menjadi suami istri. Nah, coba diskusikan kapan kira-kira waktu yang tepat untuk menambah anggota baru dalam keluarga kalian, dan berapa banyak anak yang kalian inginkan. Intinya, kalian berdua harus siap secara fisik dan mental sebelum menjadi orang tua.

Karier. Topik ini sangat penting bagi kaum hawa yang ingin tetap bekerja setelah menikah. Tanyakan kepadanya, apakah kamu masih diperbolehkan untuk bekerja, dan bagaimana batasan jam kerjanya agar tidak mengganggu tugasmu sebagai istri.

Urusan seks. Salah satu aspek penting yang bisa menghangatkan pernikahanmu adalah seks. Jelaskan hal apa saja yang kamu sukai dan tidak seputar seks. Kalian juga bisa mencari tahu dengan membaca artikel tentang tata cara berhubungan seksual. Contohnya, pria mungkin tidak tahu bagaimana melakukan foreplay. Padahal, hal ini penting bagi wanita sebelum melakukan hubungan seksual.

Masalah finansial. Kamu mungkin tidak enak jika membahas masalah materi sebelum menikah. Meski sensitif untuk dibicarakan, kamu disarankan untuk mendiskusikannya, karena masalah ini kerap menjadi pemicu pertikaian dalam rumah tangga. Demi menghindari hal itu, kamu dan pasangan harus membicarakannya secara jujur mengenai berapa penghasilan bulanan, dan untuk apa saja uang itu digunakan saat masih belum menikah.

Lalu diskusikan juga, siapa yang akan mengatur keuangan dalam rumah tangga, apakah kalian akan membuat tabungan bersama atau tidak, atau berapa persen dari penghasilan tersebut yang akan kalian tabung untuk masa depan. Untuk wanita yang bekerja, apakah kamu bersedia menyisihkan penghasilanmu untuk membantu keperluan rumah tangga, atau justru punya prinsip seperti “uang saya adalah uang saya”. Untuk pria, sebagai kepala rumah tangga kamu berkewajiban menafkahi istrimu, atau mungkin masih ada sanak keluarga yang membutuhkan uluran tanganmu. Katakan hal tersebut agar calon istrimu mengerti kondisi keuanganmu.

Pembagian tugas di rumah. Para pria mungkin berpikir bahwa pekerjaan rumah tangga harusnya dikerjakan oleh wanita. Namun, bagaimana jika kalian sama-sama bekerja dan tidak memiliki asisten rumah tangga? Nah, topik ini wajib kalian diskusikan misalnya siapa yang bertugas menyapu, mengepel, mencuci pakaian, dan lain sebagainya.

Pergaulan dengan lawan jenis. Agar tidak terjadi salah paham, kamu harus mendiskusikan batasan cara bergaul dengan lawan jenis setelah menikah. Contoh bahan obrolan yang bisa kamu bicarakan antara lain, kamu mengizinkan pasanganmu untuk berteman dengan lawan jenis. Dengan syarat, dia menceritakan semua hal yang mereka lakukan saat menjalin pertemanan, atau memperkenalkan teman lawan jenisnya kepadamu. Jika memang hubungan tersebut murni pertemanan, pastinya tidak akan ada yang ditutup-tutupi.

Rencana masa depan. Topik ini bisa jadi sulit untuk dijawab dan masih sebatas prediksi. Namun, diskusi mengenai masalah ini merupakan hal penting untuk mengetahui, mau dibawa ke mana rumah tangga kalian. Rencana tersebut juga bisa menjadi penyemangat kalian untuk bekerja sama lebih keras untuk mewujudkannya. Misalnya setelah lima tahun menikah, kalian harus punya rumah.

Ingat, pernikahan adalah komitmen yang harus dijalani dalam jangka panjang. Jadi, pastikan kalian hidup bersama seseorang yang memang benar-benar sejalan dan paham dengan pola pikirmu.