Sebelum Minum Susu Kefir, Cek Dulu Risiko Efek Sampingnya

Susu kefir dibuat dari susu yang difermentasi. Minuman ini menjadi populer karena diklaim mendatangkan lebih banyak manfaat kesehatan dibandingkan susu biasa. Yang menjadikannya lebih bersahabat, susu kefir dapat dikonsumsi pengidap intoleransi laktosa.

Susu kefir dikenal juga dengan sebutan susu fermentasi, yogurt kefir, keju kefir, gandum kefir, dan produk susu terfermentasi. Produk ini dianggap berperan mengatasi gangguan kesehatan tertentu, seperti sakit perut, intoleransi laktosa, gangguan pencernaan, diare, dan kolesterol tinggi. Oleh karena difermentasi, maka susu kefir mengandung ragi dan bakteri yang memproduksi bahan kimia dan enzim yang baik bagi proses pencernaan makanan.

kefir-alodokter

Rasa asam pada susu kefir didapat dari proses fermentasi yang mengubah gula menjadi asam laktat. Fermentasi ini membuat seseorang yang berkondisi intoleransi laktosa tetap dapat menikmati susu, namun dalam bentuk lain. Bakteri baik dalam susu kefir inilah yang kemudian diduga mendukung kesehatan pencernaan karena membantu tubuh menyerap nutrisi dari makanan. Sebagian orang mengonsumsi susu kefir saat bepergian untuk membantu perut menyesuaikan diri dengan makanan dan minuman baru.

Secangkir susu kefir rendah lemak diklaim mengandung kurang lebih 11 gram protein, 12 gram karbohidrat, 2 gram lemak, dan 110 kalori. Susu ini turut mengandung triptophan dan vitamin B yang memunculkan efek menenangkan, selain juga diklaim mengandung lebih banyak prebiotik baik jika dibandingkan yoghurt biasa.

Tetap Memberi Efek Samping yang Tidak Bisa Diabaikan

Meski demikian, tidak semua klaim manfaat susu kefir 100% tepat dan bahkan juga mengandung risiko efek samping. Faktanya, penelitian menemukan bahwa konsumsi kefir ternyata tidak berdampak kepada kadar kolesterol. Selain itu, manfaat susu kefir untuk menangani gangguan pencernaan ataupun intoleransi laktosa masih membutuhkan penelitian lebih lanjut dengan hasil yang konsisten. Penelitian lainnya tidak berhasil menemukan bahwa konsumsi susu kefir dapat meredakan sakit diare yang diakibatkan antibiotik pada anak.

Umumnya susu kefir aman dikonsumsi anak-anak usia di atas enam bulan hingga orang usia dewasa. Namun karena belum ada cukup informasi tentang sisi negatif konsumsi susu kefir pada ibu hamil dan menyusui, maka langkah terbaik adalah menghindari konsumsi minuman ini untuk sementara.

Konsumsi susu sangat penting bagi pertumbuhan anak-anak pada kisaran usia 1-5 tahun dan susu kefir bisa dijadikan tambahan di dalam keseharian menu mereka sesekali karena nyatanya memang dianggap aman untuk dikonsumsi. Namun sebaiknya susu ini tidak mereka konsumsi lebih dari 10 hari. Di samping itu, oleh karena mengandung ragi dan bakteri hidup, maka susu kefir mungkin tidak aman dikonsumsi pengidap AIDS atau seseorang yang sedang mengalami pelemahan sistem imun. Bagi yang ingin mulai membiasakan minum susu kefir, perlu diketahui bahwa pada masa-masa awal mengonsumsinya bisa mengalami konstipasi dan kram pada perut.

Jangan Minum Susu Kefir Berbarengan dengan Obat-obatan Ini

Mengonsumsi susu kefir bersamaan dengan obat-obatan yang efek sampingnya memperlemah sistem kekebalan tubuh berisiko memperparah sakit karena justru menjadikan tubuh lebih mudah terserang jamur dari ragi dan bakteri dari susu ini sendiri. Obat-obatan yang dimaksud meliputi tacrolimus, azathioprine, basiliximab, dan cyclosporine.

Sama halnya jika mengonsumsi susu kefir bersamaan dengan obat disulfiram karena bisa menyebabkan muntah, sakit kepala, serta gejala-gejala lainnya. Alasannya, susu fermentasi ini kemungkinan mengandung zat alkohol. Sedangkan disulfiram memiliki efek mengurangi kemampuan tubuh untuk mengurai alcohol yang masuk ke dalam sistem pencernaan.

Pada intinya, meski disebut sebagai bahan alami, tetapi susu kefir tidak selalu menyehatkan, apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan. Selalu patuhi petunjuk penggunaan atau konsultasikan kepada dokter dalam mencari tahu risiko dan efek sampingnya.