Sederhana Saja, Pakai Helm atau Risiko Kepala Pecah

Cedera pada kepala, termasuk kepala pecah, menjadi salah satu penyebab utama kematian saat berkendara serta saat melakukan aktivitas lain yang memerlukan perlindungan khusus pada kepala.

Sayangnya, hanya sebagian keluarga yang mengenakan helm dengan tepat dan bahkan tidak memakai helm saat berkendara. Bagi sebagian besar keluarga yang berkendara menggunakan motor, hanya orang tua yang mengenakan helm, sementara anak-anak dibiarkan tidak berhelm.

pakai helm atau kepala pecah-alodokter

Jangan tunda lagi. Selamatkan keluarga dari bahaya kepala pecah akibat lalai mengenakan helm. Ini beberapa hal yang dapat menjadi panduan:

  • Kenakan helm berlabel SNI yang dapat diandalkan untuk melindungi kepala. Helm yang baik terdiri dari empat bagian, yaitu bagian luar yang keras, bagian dalam yang lunak, lapisan penyerap keringat yang bersentuhan langsung dengan kepala, dan sistem retensi atau pengait yang baik pada dagu.
  • Jangan korbankan keselamatan demi tampil gaya dengan helm yang tidak memenuhi standar keselamatan. Pilih helm dengan penutup kaca untuk melindungi mata dari debu dan air hujan. Disebut juga dengan helm full face. Sementara helm yang tidak standar biasanya hanya menutupi sebagian kepala dan tidak akan melindungi kepala dari benturan, apalagi risiko kepala pecah saat terjadi kecelakaan.
  • Hindari membeli helm bekas untuk menghindari risiko kerusakan.
  • Helm yang Anda pilih sebaiknya terpasang pas pada kepala, tidak terlalu besar atau tidak terlalu kecil. Bagian depan sebaiknya persis berada di atas alis.
  • Pastikan pengaitnya tidak longgar atau menempel tepat pada dagu.
  • Pastikan untuk memperbarui helm Anda setidaknya tiap lima tahun sekali. Kualitas helm cenderung berkurang seiring waktu dan seiring frekuensi pemakaian.
  • Hindari mengenakan topi di bawah helm Anda.
  • Hindari mengenakan helm yang rusak atau retak. Oleh karenanya, hindari menduduki helm atau meletakkannya di tempat-tempat yang tidak stabil atau menyebabkannya rentan jatuh.
  • Bersihkan helm dengan air hangat dan deterjen lembut. Tapi hindari merendam helm karena dapat mengubah permukaan dalamnya.
  • Simpan helm di tempat sejuk dan tidak terpapar sinar matahari langsung.
  • Hindari memodifikasi helm hingga membuat fungsinya sebagai pelindung kepala menjadi hilang, seperti menambahkan duri atau tanduk buatan pada helm.
  • Hindari menyimpan helm berdekatan dengan cairan pembersih, bensin, atau knalpot karena lama-kelamaan berisiko merusak bahan helm.

Selain cara penggunaan dan pemeliharaan helm di atas, demi keselamatan dan terhindar dari risiko kepala pecah, selalu patuhi rambu lalu lintas. Peraturan diciptakan untuk melindungi semua pengguna jalan, termasuk Anda. Selalu gunakan lampu penanda sebelum berbelok, jangan berkendara di atas trotoar, hindari bersepeda motor sambil bersebelahan dan mengobrol dengan orang lain, serta hindari berkendara sambil bicara via telepon genggam. Jangan lupa periksa dan servis kendaraan Anda secara teratur.

Selain berkendara, helm atau pelindung kepala juga sebaiknya digunakan selama menjalani aktivitas tertentu, seperti ketika bekerja di lokasi penambangan, pekerja konstruksi, petugas transportasi, staf pemadam kebakaran, ataupun ketika melakukan jenis olahraga tertentu. Olahraga yang dimaksud adalah hoki es, panjat tebing, dan kriket.

Helm yang dikenakan pengendara harus dapat mencegah kepala penunggang motor membentur jalan secara langsung. Meskipun sama-sama melindungi, tapi bentuk dan spesifikasi tiap helm harus disesuaikan dengan tiap aktivitas. Misalnya, helm untuk pesepeda harus berbentuk aerodinamis dan berventilasi baik. Sementara helm untuk panjat tebing harus berbentuk ringkas dan ringan.

Tidak kalah penting, tidak hanya di jalan raya, risiko cedera kepala pecah juga bisa terjadi di rumah ataupun saat berolahraga. Pastikan rumah Anda terbebas dari hal-hal yang dapat menyebabkan terpeleset, seperti lantai yang licin, karpet yang mudah bergeser, tangga tanpa pegangan, ataupun jendela dan balkon yang dapat dipanjat balita.