Sehatnya Manfaat Buah Kiwi untuk Kesegaran Tubuh

Manfaat buah kiwi ternyata tidak sekadar pemanis sajian, tapi buah ini juga menyimpan potensi pendukung kesehatan sekaligus pencegah sakit.

Kiwi yang banyak beredar di Indonesia pada umumnya didatangkan dari  New Zealand atau Amerika. Padahal sebenarnya kiwi mulanya berasal dari negeri Tiongkok dan karenanya sering disebut Chinese gooseberry. Buah yang berukuran menyerupai telur ayam ini memiliki panjang sekitar 5-8 cm dengan diameter 4,5-5,5 cm. Kulitnya berwarna kusam cokelat keabu-abuan dengan bulu-bulu halus mengerubungi permukaan luarnya.

kiwi-alodokter

Dagingnya berwarna hijau atau emas cerah dengan biji-biji hitam lunak yang dapat dikonsumsi secara bersamaan. Bentuk, tampilan, dan rasa daging buahnya dapat beragam sesuai dengan jenisnya. Rasanya yang lembut, manis, sekaligus sedikit asam membuat buah ini gemar dikonsumsi anak-anak hingga dewasa.

Lebih dari Sekadar Pemanis

Manfaat buah kiwi dapat beragam mulai dari dikonsumsi secara langsung hingga diolah menjadi berbagai makanan dan minuman. Rasanya yang segar membuat kiwi dapat dengan mudah dipadukan dengan aneka santapan sehat lain, seperti dijadikan bagian dari salad, campuran yoghurt, pemanis es krim, smoothies, selai, taburan piza, oatmeal, cake, kue, jus, hingga puding.

Pada tiap 100 gram buah kiwi emas yang mentah, terdapat sekitar 60 kilo kcal energi, 14 gram karbohidrat, serat diet 2 gram, dan 0,5 gram lemak. Jangan lupa masih ada kumpulan vitamin, mulai dari B1, B2, B3, B5, B6, B9, vitamin C, E, K, zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, serta natrium.

Inilah mengapa manfaat buah kiwi untuk kesehatan manusia perlu diungkap lebih lanjut.

  • Di negara asalnya, Tiongkok, manfaat buah kiwi lebih sering berperan sebagai obat atau vitamin untuk membantu wanita pada masa pemulihan pasca persalinan ataupun diberikan kepada anak-anak agar mereka bisa cepat tumbuh tinggi.
  • Oleh karena bebas lemak dan indeks glikemiknya tergolong rendah, kiwi dapat menjadi buah pilihan yang tepat dalam mengelola kadar gula darah.
  • Kiwi dikenal sebagai buah yang kaya vitamin C dan karotenoid, seperti provitamin A beta-karoten. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kiwi adalah buah yang dapat membantu meringankan stres, melawan penuaan dini, dan mengembangkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi untuk gigi, tulang, dan pembuluh darah. Selain itu, biji kiwi juga bernutrisi, yaitu mengandung sekitar 62 persen asam alfa-linoleik dan asam lemak omega-3.
  • Kiwi kaya akan hormon serotonin. Hormon ini berperan dalam mendukung fungsi kardiovaskular dan pencernaan. Selain meningkatkan selera makan, serotonin membantu tidur menjadi terasa lebih nyenyak, meningkatkan daya ingat, memperbaiki mood, dan mendukung kemampuan fokus ketika belajar.
  • Buah kiwi mengandung magnesium yang berperan penting dalam meningkatkan level energi dengan memaksimalkan fungsi otot dan saraf. Kandungan magnesium dalam kiwi bahkan 20 persen lebih banyak dibandingkan kandungan di dalam pisang. Dalam hal penanganan penyakit, kiwi dapat membantu mengelola tekanan darah yang karenanya membantu mengurangi risiko stroke, batu ginjal, serta osteoporosis.
  • Kiwi kemungkinan dapat membantu meringankan gejala sesak napas pada anak. Hal ini setidaknya diungkapkan sebuah penelitian yang menemukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi 5-7 kiwi dan sitrus tiap minggunya ternyata lebih jarang mengalami batuk dan bersin.
  • Buah kiwi mengandung zat fitokimia yang bernama lutein. Zat ini berguna untuk melindungi mata dari serangan radikal bebas dan membantu mencegah kebutaan akibat penuaan.
  • Di samping itu, manfaat buah kiwi juga berperan dalam pengolahan daging karena kiwi mentah mengandung aktinidain yang digunakan untuk membuat struktur daging menjadi empuk. Tetapi perlu diingat-ingat juga bahwa enzim ini bereaksi dengan protein dalam susu sehingga menjadikan kiwi mentah tidak tepat untuk digunakan pada makanan penutup yang mengandung susu, gelatin, atau produk olahan susu yang memerlukan waktu untuk disajikan. Namun, penting diketahui bahwa aktinidin juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang, dengan gejala seperti mulut gatal dan nyeri.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, kiwi matang sebaiknya disimpan tanpa terpapar sinar matahari langsung. Selain itu, buah ini akan cenderung lebih cepat matang jika disimpan dalam tas kertas bersamaan dengan pisang, pir, atau apel. Jadi sebaiknya kiwi disimpan terpisah dengan buah-buah yang lain.