Selain akibat Cedera Olahraga, Linu adalah Gejala Penyakit

Otot linu biasa dialami setelah melakukan olahraga yang berat atau yang baru pertama kali dilakukan. Namun perlu diwaspadai juga bahwa pada kondisi tertentu, linu dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius.

Linu dapat dialami oleh siapa pun, bahkan termasuk atlet yang tiap hari berolahraga, terlepas dari betapa bugarnya seseorang. Linu dapat terasa pada berbagai bagian tubuh termasuk area kecil dari anggota tubuh, seperti pada area tangan, kaki dan leher.

linu-alodokter

Menurut pakar fisiologi neuromuskular, linu dapat terjadi karena seseorang menambah durasi ataupun mengubah intensitas olahraga yang biasa dilakukannya. Ini adalah hal normal sebagaimana kondisi linu menjadi satu tanda bahwa otot telah mengalami tekanan fisik berlebihan selama berolahraga atau bisa juga terjadi saat otot digunakan untuk bekerja dengan melebihi kebiasaannya.

Gerakan yang dapat menyebabkan linu adalah kontraksi otot eksentrik di mana otot memanjang ketika kontraksi. Gerakan-gerakan yang dapat menyebabkan kontraksi otot eksentrik adalah gerakan naik atau turun tangga, lari naik atau turun bukit, angkat beban, push up, dan squat jump. Selain itu, linu juga dapat terjadi akibat cedera minor dari terbentur atau keseleo.

Linu yang dirasakan antara 1-2 hari setelah olahraga disebut juga delayed onset muscle soreness (DOMS). Linu ini dipercaya disebabkan adanya robekan berukuran mikroskopik akibat tekanan pada otot yang disertai peradangan. Kondisi ini dapat dilihat sebagai hal positif karena menjadi tanda proses adaptasi otot terhadap aktivitas olahraga. Adaptasi inilah yang kemudian akan memperbarui stamina dan kekuatan tubuh seiring pulihnya otot. Setelah beradaptasi, jika Anda kembali melakukan aktivitas yang sama, kemungkinan besar akan lebih sedikit otot yang mengalami gangguan seperti sebelumnya.

Dapat Mereda dengan Sendirinya

Linu dapat mereda dengan sendirinya dalam 1-2 hari secara alami, tergantung kepada tingkat keparahannya. Namun jika dirasa sangat mengganggu, ada cara-cara yang dapat dilakukan untuk meredakan sakit akibat linu, seperti mengonsumsi obat antiradang seperti ibuprofen ataupun aspirin, bedrest, akupresur, pijat, hingga menempatkan kantong es pada area yang cedera. Tempatkan kantong es ini pada area linu setidaknya 20 menit sebanyak beberapa kali sehari. Jika linu disertai oleh pembengkakan, posisikan kaki lebih tinggi dari tubuh saat sedang duduk atau berbaring.

Meski terasa tidak nyaman, tapi tidak apa-apa untuk tetap berolahraga saat mengalami otot linu. Kondisi ini akan kembali terasa ketika melakukan aktivitas olahraga setelah otot kembali dingin. Namun Anda dapat juga menunggu hingga linu tidak lagi terasa untuk memberi waktu bagi otot untuk pulih.

Melakukan pemanasan sebelum olahraga diduga hanya memiliki sedikit manfaat untuk mencegah linu. Hal yang pasti dapat dilakukan adalah mengubah durasi dan intensitas latihan olahraga secara bertahap sembari memberi waktu bagi otot untuk beradaptasi kepada tekanan yang baru.

Linu sebagai Tanda Gejala Penyakit-penyakit Tertentu

Meski umumnya tidak berbahaya, linu yang dirasakan di seluruh tubuh kemungkinan diakibatkan oleh efek samping konsumsi obat-obatan, infeksi, hingga penyakit tertentu. Linu dapat dikaitkan dengan kondisi-kondisi sebagai berikut: distonia, fibromyalgia, sindrom kompartemen exertional kronis, sindrom kelelahan kronis, klaudikasio, flu, lupus, hipotiroidisme, penyakit lyme, polymyositis, kram otot, rheumatoid arthritis, cedera akibat gerakan yang berulang, sindrom nyeri myofascial, polymyalgia rheumatik. Linu dapat juga diakibatkan oleh konsumsi obat-obatan, terutama obat untuk menangani kolesterol.

Segera periksakan diri ke klinik perawatan jika linu tidak kunjung mereda atau disertai gejala-gejala lain seperti:

  • Otot terasa sangat lemas.
  • Sesak napas.
  • Kepala pusing.
  • Leher terasa kaku.
  • Demam tinggi.
  • Pembengkakan atau kemerahan tanda infeksi di sekitar otot yang sakit.
  • Linu terasa setelah digigit kutu.
  • Nyeri otot setelah mengonsumsi obat tertentu.
  • Disertai pembengkakan parah.
  • Warna urine menjadi lebih gelap.
  • Linu atau nyeri otot yang tidak mereda meski telah diobati.

Jangan meremehkan linu yang menyerang tubuh. Periksakan ke dokter jika merasa kondisi linu terus mengganggu aktivitas di keseharian. Melalui diagnosis dan penanganan yang tepat, kondisi linu justru menjadi bermanfaat dalam membantu mendeteksi kondisi-kondisi serius lebih awal.