Selain Minyak Telon, Masih Banyak Minyak Esensial Aman Lainnya

Minyak telon biasa digunakan untuk membalur tubuh bayi untuk menciptakan rasa hangat sebagaimana minyak yang satu ini mengandung fennel atau adas. Adas adalah tanaman yang beraroma khas. Selain digunakan sebagai bahan minyak pembalur, adas juga kerap ditambahkan sebagai bumbu untuk memperkuat aroma makanan.

Adas yang terkandung di dalam minyak telon memiliki khasiat menenangkan usus besar dan mengurangi produksi cairan di saluran pernapasan. Khasiat lainnya adalah mengatasi kolik pada bayi, kurangnya nafsu makan, nyeri ulu hati, kembung, dan adanya gas di usus. Pasien yang menderita batuk, bronkitis, infeksi saluran pernapasan atas, dan sakit punggung juga dapat diredakan menggunakan adas.

Recently cleaned baby ready for oil

Memilih Minyak yang Aman untuk Bayi

Meskipun minyak telon terkenal sebagai minyak pembalur tubuh bayi, masih banyak minyak lain yang juga bisa digunakan sebagai penghangat tubuh bayi. Meski begitu Anda tetap harus berhati-hati terhadap cara pemakaiannya karena ada campuran tertentu yang belum tentu aman bagi bayi. Oleh karena itu, minyak esensial bisa dijadikan sebagai alternatif pilihan. Minyak esensial sendiri merupakan minyak yang disuling dari akar, batang atau daun tanaman khusus.

Lalu, bagaimana memilih minyak yang aman untuk bayi? Agar tidak salah pilih, Anda dapat menyimaknya di sini.

Baca label kemasan

Agar Anda tidak salah membeli atau telanjur membalurkan minyak yang salah di kulit bayi, disarankan untuk membaca label kemasannya terlebih dahulu. Penting untuk menggunakan minyak esensial sesuai dengan tata cara, khasiat, dan kecocokannya terhadap tubuh bayi. Dari label kemasan, Anda juga bisa mengetahui bahan pembuat minyak tersebut. Pilih minyak yang 100 persen alami.

Pastikan minyak benar-benar aman

Sebelum membalurkannya ke tubuh bayi, pastikan bahwa bahan yang terkandung di dalam minyak tersebut aman untuk bayi. Jika Anda lebih memilih minyak esensial daripada minyak telon, ambil sedikit saja. Alasannya, minyak esensial umumnya sudah cukup pekat.

Pastikan bayi sudah cukup umur

Sebenarnya tidak ada patokan khusus bagi bayi dalam menggunakan minyak esensial. Namun untuk lebih amannya, hindari penggunaannya pada bayi di bawah usia tiga bulan. Jika Anda ingin menggunakan minyak esensial tersebut tetapi masih ragu-ragu, tanyakan kepada orang lain yang sudah pernah menggunakannya atau konsultasikan kepada dokter.

Perhatikan takaran

Bila bayi Anda baru berusia 3-6 bulan, cukup gunakan minyak esensial 1-2 tetes saja. Jenis minyak esensial yang bisa digunakan untuk bayi usia ini juga terbatas, misalnya chamomile, lavender dan adas sowa (dill). Begitu juga untuk bayi yang sudah berusia enam bulan, takaran minyak esensial yang disarankan adalah 3-5 tetes saja.

Hindari minyak ini

Banyak pilihan minyak esensial untuk menggantikan minyak telon bagi bayi, namun upayakan untuk menghindari minyak esensial berbahan kayu putih, chaste tree, cengkeh, eucalyptus, daun jeruk, daun serai, marjoram, oregano, peppermint, rosemary, dan wintergreen. Minyak-minyak tersebut sebaiknya dihindari diberikan pada bayi karena dapat berbahaya bagi kulit dan sistem pernapasan Si Kecil.

Tips Memberikan Minyak Esensial untuk bayi

Sebelum menggunakan minyak lain untuk bayi, perhatikan tips-tips berikut:
  • Jangan mengencerkan minyak menggunakan air biasa, tetapi encerkan dengan minyak khusus pengencer yang biasanya sudah disediakan untuk minyak esensial. Beberapa contoh minyak pengencer adalah: minyak kelapa, zaitun, sayur dan almond.
  • Takaran pencampuran adalah 1-5 tetes minyak esensial dengan 1-3 sendok the minyak khusus pencampur.
  • Jangan pernah mengoleskan minyak langsung ke hidung atau bayi.
  • Hindari produk minyak esensial yang dilarutkan menggunakan alkohol atau megandung pewangi sintetis karena dapat mengiritasi kulit bayi. Biasanya aroma pewangi sintetis sangat berbeda dari minyak esensial alami.
  • Sebelum dioleskan pada kulit bayi, lakukan tes pada kulit Anda sendiri. Caranya, siapkan 1-2 tetes minyak esensial yang sudah diencerkan, oleskan pada siku bagian dalam Anda. Jika dalam satu hari satu malam tidak mengalami iritasi berarti kemungkinan besar minyak tersebut aman untuk bayi.
Setelah mengetahui adanya minyak lain selain minyak telon untuk membalur tubuh bayi, jangan malas memahami cara penggunaannya sebab ada sebagian minyak yang jika penggunaannya tidak tepat justru dapat membahayakan bagi bayi, misalnya  kejang-kejang.