Selain sebagai Pelezat Masakan, Manfaat Daun Salam Bisa untuk Ini Juga

Di Indonesia, daun salam telah lama menjadi penyedap aroma masakan. Ternyata daun ini juga ada di berbagai belahan dunia lain dan digunakan dalam bidang yang berbeda-beda pula. Simak apakah berbagai manfaat daun salam ini dapat diandalkan.

Manfaat daun salam dalam masakan telah dikenal sejak zaman dahulu oleh bangsa Yunani hingga kemudian tersebar di sebagian benua Eropa dan Amerika. Di India, aroma daun salam mirip dengan kayu manis. Sementara di Indonesia, manfaat daun salam terutama digunakan dalam masakan, terutama yang berbahan dasar daging. Di India dan Pakistan, manfaat daun salam juga telah lama dikenal digunakan dalam masakan nasi biryani.

manfaat daun salam-alodokter

Manfaat Lain Daun Salam

Daun salam adalah daun yang sering digunakan pada berbagai masakan yang direbus, ditumis, sup, dan semur karena aroma dan rasanya yang khas. Aroma daun salam baru akan tercium setelah dipetik dan dikeringkan.

Jika dimakan secara langsung, daun salam akan meninggalkan rasa menyengat di lidah. Jika diolah bersama bumbu, daun salam berperan sebagai penyedap aroma. Jika dikeringkan, daun ini menjadi kurang lebih serupa dengan timi dan oregano.

Demi mendapatkan manfaat daun salam secara maksimal, keringkan daun salam dulu untuk menguatkan rasa, selanjutnya simpan di dalam wadah yang kedap udara dan kering demi mempertahankan cita rasa. Daun salam ini dapat digunakan dalam berbagai masakan sup hingga saus pasta. Juga dapat ditambahkan saat mengukus sayur-sayuran, ayam, ikan, dan boga bahari.

Namun selain dipergunakan pada bidang kuliner, manfaat daun salam ternyata juga bisa dimanfaatkan di bidang lain.

  • Di India Barat, selain dalam masakan, daun salam juga bisa dimanfaatkan di dalam produksi pewangi.
  • Ekstrak daun salam, yaitu myrene, berperan menjadi komponen minyak esensial pada parfum.
  • Daun salam dipercaya dapat digunakan sebagai bahan aktif untuk mengusir lalat, ngengat, kutu, dan kecoak.
  • Di masa lalu, orang-orang Yunani menggunakan daun salam sebagai obat untuk merangsang aliran cairan empedu, mengeluarkan keringat, dan dipercaya dapat menangani kanker.
  • Dipercaya dapat mengurangi ketombe jika digunakan pada kulit kepala.
  • Dapat membantu meredakan nyeri pada kulit, otot dan sendi, misalnya rematik.
  • Selain dalam masakan, manfaat daun salam juga dapat berperan sebagai bahan dekoratif, seperti pada hiasan ruangan.
  • Minyak ekstrak daun salam dapat menjadi bahan dasar pembuatan deterjen, sabun, dan kosmetik, meski manfaat dan tingkat keamanannya belum teruji secara medis.
  • Beberapa orang mengklaim manfaat daun salam efektif pada segi pengobatan medis, seperti menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi kadar gula darah pada pengidap diabetes.
Pada umumnya, manfaat daun salam selain digunakan untuk masakan, terutama dalam bidang kesehatan, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Bagi Anda yang ingin mengonsumsi daun salam dalam bentuk suplemen atau ekstrak, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain. :
  • Daun salam mungkin akan berdampak kepada pengaturan kadar gula darah pada pengidap diabetes.
  • Belum ada penelitian yang mengungkap tingkat keamanan konsumsi ekstrak daun salam bagi ibu menyusui dan ibu hamil. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari konsumsi langsung.
  • Ekstrak daun salam berpotensi menekan sistem saraf pusat yang menyebabkan pengonsumsi mengantuk. Suplemen atau ekstrak ini dapat berinteraksi saat dikombinasikan dengan obat sedatif yang menyebabkan rasa ngantuk yang berlebihan.
  • Daun salam mungkin meningkatkan efek sebagian obat-obatan pereda sakit.
  • Untuk menghindari gangguan pencernaan, setelah dimasukkan bersama masakan, buang dahulu daun tersebut sebelum disajikan. Hal ini dilakukan karena strukturnya yang keras dan tidak bisa dicerna berisiko menyebabkan tersedak dan mengiritasi usus.
Hal yang perlu diingat adalah meski bermanfaat untuk digunakan di dalam masakan, efek dari manfaat daun salam untuk dikonsumsi langsung maupun sebagai suplemen atau ekstrak belum dapat dipastikan. Khusus yang dikemas sebagai produk instan, pastikan Anda membaca petunjuk pemakaian. Sementara jika digunakan sebagai penyedap masakan, pastikan untuk membuang daun salam sebelum masakan disajikan demi menghindari gangguan pencernaan.