Selalu Akhiri dengan Obat Kumur

Tidak lengkap rasanya membersihkan mulut tanpa mengakhirinya dengan memakai obat kumur. Obat kumur sendiri sangat membantu dalam menghindari pembentukan plak dan kerusakan gigi.

Banyak orang yang menganggap obat kumur hanya berfungsi menyegarkan napas. Hal ini karena banyak obat kumur yang hanya mengandung zat untuk memerangi bakteri penyebab bau mulut.

selalu akhiri dengan obat kumur - alodokter

Padahal ada banyak produk obat kumur yang telah diperkaya dengan flouride. Obat kumur berflouride ini bisa membantu mencegah kerusakan gigi. Obat kumur sendiri biasanya memiliki kandungan dasar berupa air, agen pembersih, bahan pengharum, dan alkohol.

Berdasarkan bahan aktif yang terkandung di dalam obat kumur, produk ini bisa digolongkan menjadi 4, yaitu:

  • Obat kumur yang mengandung bahan aktif antimikroba. Produk jenis ini memiliki fungsi mengontrol pertumbuhan bakteri pada mulut. Selain itu, obat kumur jenis ini bertindak sebagai pengurang plak, meminimalkan keparahan gingivitis atau radang gusi, dan menghilangkan napas tidak sedap.
  • Obat kumur juga ada yang dipersenjatai dengan bahan aktif fluoride. Fungsi utama dari produk dengan bahan aktif ini adalah untuk membantu mengurangi lubang kecil pada anamel. Flouride juga diklaim mampu mencegah kerusakan gigi.
  • Ada juga obat kumur yang ditambahkan bahan aktif utama berupa garam. Garam ini berfungsi menghilangkan bau napas tidak sedap.
  • Bahan penghilang bau juga bisa dijadikan bahan aktif untuk obat kumur. Bahan aktif ini akan berperan sebagai bahan kimia yang mampu menetralisasi bau mulut.

Beberapa Perdebatan Tentang Obat Kumur

Tidak selamanya obat kumur dipandang menguntungkan bagi penggunanya. Hal ini sangat tergantung dengan kondisi masing-masing individu.

Bagi sebagian pihak, obat kumur memiliki banyak manfaat, antara lain:

  • Dianggap mampu mencegah gigi berlubang yang didukung oleh banyak sekali penelitian yang membuktikannya. Contohnya obat kumur yang mengandung flouride dianggap mampu mengurangi demineralisasi dan kavitasi pada gigi.
  • Obat kumur kemungkinan mampu mencegah penyakit-penyakit yang menyerang gusi makin parah. Obat kumur antibakteri ini memiliki bahan aktif alkohol atau chlorhexidine guna membantu mencegah periodontal atau gingivitis.
  • Produk ini dianggap mampu mengatasi sariawan. Juga dianggap mampu meringankan sakit kanker serta mampu melakukan detoksifikasi. Hal ini masuk akal mengingat kemampuan obat kumur yang dapat memerangi pertumbuhan bakteri.
  • Terdapat klaim yang menyatakan bahwa obat kumur memiliki peran yang cukup signifikan bagi menurunnya risiko ibu hamil melahirkan bayi prematur dan berat badan rendah. Obat kumur memungkinkan ibu hamil untuk terhindar dari terkena penyakit gusi yang parah. Sakit gusi parah dinilai sebagai pemicu gangguan kehamilan di atas.

Sementara itu, ada juga beberapa pihak yang menganggap bahwa obat kumur memiliki efek buruk bagi kesehatan. Adapun efek buruk yang dikaitkan dengan obat kumur antara lain:

  • Membuat sariawan makin sakit terutama jika kandungan alkoholnya berlebihan. Bisa dibayangkan apa rasanya jika luka sariawan diguyur alkohol, bukan? Rasa sakit yang timbul akan terasa kian menyakitkan bagi penderitanya.
  • Produk ini hanya dianggap sebagai penyegar napas dalam jangka pendek atau sementara. Hal ini berarti obat kumur tidak memberi dampak positif kesehatan bagi seseorang yang memiliki kesehatan mulut yang buruk.
  • Ada pendapat yang menyatakan bahwa obat kumur bisa menimbulkan kanker mulut, namun bukti mengenai hal ini belum kuat. Efek negatif ini terutama dikaitkan dengan adanya kandungan alkohol..

Yang wajib diperhatikan bahwa pemakaian obat kumur tidak menghilangkan kewajiban seseorang untuk menggosok gigi atau flossing. Jadi, jangan lupa untuk berkunjung ke dokter gigi tiap 6 bulan.