Seperti Ini Karakter Sosiopat yang Sebenarnya

Sosiopat adalah istilah yang mengacu pada perilaku dan sikap antisosial pada diri seseorang. Penyebab sosiopat belum diketahui secara pasti. Namun, diduga dipengaruhi faktor genetika maupun pengalaman traumatis yang dialami pada masa anak-anak.

Seseorang yang disebut sosiopat seringkali dianggap sama dengan psikopat. Namun kenyataannya kedua istilah tersebut adalah hal yang berbeda. Seorang sosiopat umumnya lebih menunjukkan perilaku dan persepsi moral yang menyimpang, sedangkan psikopat memiliki kecenderungan untuk bersikap dingin atau tidak peduli terhadap orang lain.

sociopath

Untuk memastikan apakah seseorang bisa dikatakan sosiopat, perlu pemeriksaan psikologis dari psikolog atau psikiater.

Mengenali Ciri dan Tanda Sosiopat

Banyak ahli yang mengungkapkan bahwa sosiopat adalah perilaku yang dihasilkan dari faktor lingkungan, seperti riwayat pola asuh dari keluarga yang tidak baik, mengalami pelecehan fisik, emosional, atau trauma masa kecil.

Secara umum, sosiopat kemungkinan bisa hidup bersama orang lain, walau seringkali  mengalami kesulitan dalam membentuk keterikatan. Sebagian sosiopat mungkin dapat membentuk keterikatan pada kelompok atau orang yang berpikiran sama dengan dirinya.

Adapun ciri lain dari seorang sosiopat di antaranya:

  • Tidak peduli akan hak orang lain, norma sosial atau aturan hukum.
  • Tidak merasakan penyesalan, malu, dan rasa bersalah.
  • Cenderung merasa gugup, mudah terganggu dan tersulut emosi.
  • Kesulitan bertahan dalam suatu pekerjaan atau suatu tempat dalam jangka waktu panjang.
  • Kesulitan untuk membuat perencanaan dalam hidup.
  • Tidak mempedulikan orang lain.
  • Tidak merasa bertanggung jawab.
  • Kesulitan untuk merasakan empati dan kasih sayang.
  • Impulsif, atau sulit mengendalikan dorongan untuk melakukan sesuatu.

Selain itu, tanda dan gejala lainnya yang mewakili sosiopat sebagai sikap gangguan kepribadian antisosial adalah selalu mengabaikan mana yang benar dan salah, sering berbohong, mencuri, menipu orang, dan manipulatif.

Apakah Sosiopat Berbahaya?

Hingga saat ini sulit untuk memastikan sosiopat berbahaya atau tidak. Hal itu dikarenakan ada juga salah satu gangguan kepribadian antisosial yang hampir mirip dengan sosiopat, yaitu psikopat. Para ahli meyakini bahwa psikopat sebagian besar disebabkan oleh faktor genetika yang berhubungan dengan cacat bawaan lahir, sehingga mengakibatkan mereka sulit merasakan emosi. Sementara sosiopat sebagian besar disebabkan oleh faktor lingkungan, terutama akibat pengalaman traumatis di masa anak-anak.

Jadi, jika ada pertanyaan mana yang lebih berbahaya antara sosiopat dengan psikopat, maka sebagian besar ahli menjawab psikopat yang lebih berbahaya. Hal itu dikarenakan psikopat tidak memiliki emosi saat melakukan tindakan, bahkan tindakan yang sangat buruk atau mengerikan.

Dampak buruk yang dapat terjadi pada orang lain, tidak akan dianggap salah atau disesali oleh seorang psikopat. Seorang psikopat disebut tidak memiliki hati nurani, berbeda dengan sosiopat yang masih memiliki hati nurani walaupun lemah. Meski keduanya tetap berpotensi membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain.

Penanganan yang Diperlukan oleh Sosiopat

Seorang sosiopat perlu mendapat evaluasi dan penanganan dari seorang ahli psikologi. Psikiater atau psikolog akan menangani kondisi ini berdasarkan tingkat keparahan gejala atau gangguan perilaku pada sosiopat. Dokter akan memberi penanganan seperti psikoterapi, dan pengobatan jika diperlukan.

Hingga saat ini belum ditemukan pengobatan yang dapat mengobati gangguan kepribadian antisosial seperti sosiopat. Karena itu, evaluasi dari ahli medis penting didapatkan agar dorongan untuk menjalani perilaku impulsif dapat terkendali sehingga tidak membahayakan dirinya dan orang sekitar.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi