Serba-Serbi Penanganan Cedera Engkel yang Tepat

Cedera engkel merupakan keluhan yang umum terjadi pada sebagian orang ketika beraktivitas fisik, mulai dari berolahraga dan pada wanita yang menggunakan sepatu hak tinggi. Lalu, bagaimana cara tepat penanganan cedera engkel? Yuk, simak ulasan berikut ini.

Cedera engkel atau ankle sprain adalah cedera yang terjadi pada pergelangan kaki atau mata kaki ketika posisi pergelangan kaki berubah atau memutar secara tiba-tiba. Hal tersebut mengakibatkan peregangan, yang merobek sebagian atau keseluruhan ligamen (jaringan ikat keras yang menghubungkan tulang-tulang) kaki. Cedera engkel terjadi ketika ligamen dipaksa bergerak melampaui batas normal, padahal sejatinya, fungsi ligamen sendiri adalah untuk menstabilkan sendi dan mencegah gerakan yang berlebihan.

Cedera engkel umumnya  dapat dialami oleh segala usia. Tingkat keparahan bervariasi dari ringan, sedang, hingga cedera parah. Hal ini bergantung  pada seberapa banyak kerusakan atau robekan yang terjadi pada ligamen kaki. Gejala cedera engkel antara lain pembengkakan, memar, rasa sakit atau tidak nyaman ketika engkel disentuh, dan mati rasa atau kaku di sekitar engkel atau pergelangan kaki.

Penanganan Tepat Untuk Cedera Engkel yang Perlu Anda Ketahui

Terdapat program tiga fase penyembuhan cedera engkel. Pertama, istirahat dan melindungi pergelangan kaki serta mengurangi pembengkakan. Fase kedua yaitu memulihkan rentang gerak, kekuatan dan fleksibilitas. Dan fase terakhir yakni perawatan hingga kembali pada kegiatan secara bertahap. Program tiga fase penyembuhan ini biasanya diterapkan selama dua minggu untuk cedera ringan, dan 6-12 minggu untuk cedera parah.

Cedera engkel juga dapat diatasi dengan perawatan di rumah serta obat-obatan medis yang bebas dijual di pasaran. Adapun langkah-langkah tepat untuk mempercepat penyembuhan cedera engkel yang dapat Anda lakukan antara lain:

  • Istirahatkan pergelangan kaki selama beberapa hari dengan tidak melakukan aktivitas, seperti berjalan.
  • Kompres pergelangan kaki yang keseleo dengan air es. Tujuannya, membatasi pembengkakan agar tidak meluas sekaligus meredakannya. Selain itu, es juga membantu mengurangi rasa sakit. Kompres dingin daerah yang cedera sesegera mungkin selama 20 sampai 30 menit, 3-4 kali sehari.
  • Lindungi pergelangan kaki yang keseleo agar cederanya tidak berkelanjutan, yaitu dengan membalut kaki dengan perban elastis (elastic bandage), tapi jangan terlalu ketat.
  • Angkat pergelangan kaki yang keseleo hingga setinggi jantung sesegera mungkin selama 48 jam pertama. Tujuannya untuk membantu membatasi dan mengurangi pembengkakan serta memar. Dalam posisi tiduran, kaki bisa diganjal dengan 2 atau 3 bantal. Sedangkan dalam posisi duduk, kaki diletakkan di atas kursi lalu disangga oleh bantal.
  • Beberapa obat bebas seperti ibuprofen, naproxen, atau paracetamol dapat meringankan rasa sakit pada keluhan cedera engkel.
Penanganan cedera engkel tergantung pada tingkat keparahan. Kendati perawatan di rumah dan obat-obatan yang dijual bebas dapat mengatasi cedera engkel, Anda tetap disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk melihat apakah terjadi patah tulang atau cedera lainnya pada jaringan sekitar engkel.

Sebelum memberikan penanganan dan pengobatan, biasanya dokter akan mendiagnosis kondisi Anda dengan melakukan pemeriksaan fisik di sekitar pergelangan kaki. Sinar X, rontgen, hingga MRI juga diperlukan untuk memeriksa adanya cedera yang lebih serius.

Komplikasi yang Dapat Terjadi pada Cedera Engkel

Jangan menganggap remeh cedera pada engkel. Berikut adalah hal-hal yang mungkin dapat terjadi apabila cedera engkel tidak ditangani dengan baik:

  • Nyeri kronis. Adanya kerusakan pada ligamen maupun jaringan sekitar yang tidak terdiagnosis dan tidak diobat dapat menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan.
  • Kelemahan pada sendi pergelangan kaki. Cedera pada sendi engkel yang tidak sembuh dengan sempurna mengakibatkan jaringan penyangga pada pergelangan kaki menjadi lemah dan tidak stabil, sehingga dapat lebih mudah untuk mengalami cedera yang berulang.
  • Peradangan sendi (osteoarthritis)
  • Terjadi deep vein thrombosis (DVT), yaitu terbentuknya bekuan darah di dalam pembuluh darah balik (vena), dan biasanya terjadi pada pembuluh darah vena di tungkai kaki.
  • Emboli paru. Masuknya bekuan darah ke pembuluh darah di paru-paru.