Serba-serbi Perawatan Luka Terbuka yang Baik

Semua orang pasti pernah mengalami luka. Entah itu karena jatuh dari sepeda, tersandung batu, atau teriris pisau. Jika suatu hari Anda, teman, atau keluarga mengalaminya, tips perawatan luka di bawah ini bisa dipraktikkan.

Luka pasti akan menimbulkan rasa sakit. Namun, seberapa nyeri rasa sakit tersebut bisa berbeda-beda, tergantung pada lokasi, jenis, dan keparahan cedera. Setidaknya ada lima macam luka terbuka yang dikenali berdasarkan penyebabnya.

Serba-serbi Perawatan Luka Terbuka yang Baik - alodokter

Avulsion

Avulsion adalah robeknya sebagian atau seluruh kulit dan jaringan. Avulsion biasanya terjadi karena tembakan, ledakan, kecelakaan berat, atau perkelahian berat. Darah yang keluar akibat luka jenis ini biasanya cepat dan banyak.

Tusukan

Yaitu adanya lubang kecil yang disebabkan oleh benda tajam dan panjang seperti pemecah es, jarum, atau paku. Meski kemungkinannya tidak menyebabkan darah banyak keluar, luka jenis ini bisa cukup dalam menembus badan hingga merusak organ internal. Kalau Anda mengalami luka tusuk sekecil apa pun, disarankan untuk pergi ke dokter untuk mendapatkan vaksinasi tetanus guna mencegah infeksi.

Baret atau laserasi (laceration)

Baret merupakan luka dalam, bentuknya tidak teratur (irregular) atau kulit robek dengan perdarahan yang cepat dan luas. Luka ini bisa disebabkan oleh pisau, berbagai macam peralatan, dan mesin-mesin.

Sayatan (incision)

Benda tajam seperti silet, pecahan kaca, pisau atau bahkan kertas menimbulkan luka sayatan dengan darah banyak dan cepat. Apabila dalam, luka sayatan dapat merusak tendon, ligamen, dan otot.

Abrasi

Abrasi terjadi ketika kulit bergesekan atau menggores permukaan kasar atau keras, misalnya jalanan beraspal. Meski tidak menimbulkan banyak perdarahan, luka jenis ini perlu dibersihkan untuk menghindari infeksi.

Luka dan lecet ringan biasanya tidak membutuhkan pertolongan dari dokter atau harus dilarikan ke rumah sakit. Cukup dengan beberapa langkah mudah perawatan luka berikut ini, kulit akan sembuh seperti sedia kala. Yang terpenting, cuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan luka untuk menghindari infeksi. Setelah itu baru praktikkan hal ini:

  • Perdarahan pada goresan dan luka ringan biasanya akan terhenti sendiri. Jika tidak, beri tekanan lembut pada luka dengan kain steril atau bersih. Posisikan luka keatas.
  • Bilas luka dengan air bersih (sekitar luka boleh dibersihkan dengan sabun tapi tidak pada lukanya untuk menghindari iritasi).
  • Jika masih ada kotoran atau benda tertancap pada luka usai dibersihkan, gunakan pinset steril (yang telah dibersihkan dengan alkohol) untuk mencabutnya. Jika masih ada yang tertancap, datangi dokter untuk melakukan pembersihan menyeluruh guna mengurangi risiko infeksi dan tetanus.
  • Tidak perlu menggunakan cairan hidrogen peroksida, obat merah, atau pembersih mengandung iodine yang dapat mengiritasi jaringan yang sudah terluka.
  • Oleskan krim atau salep antibiotik tipis-tipis untuk membantu menjaga permukaan kulit tetap lembap. Produk ini memang tidak membuat luka cepat sembuh, tapi setidaknya bisa mencegah infeksi dan membantu proses penyembuhan alami. Namun, jika ruam muncul, segera hentikan penggunan salep.
  • Perban luka untuk membantu menjaganya tetap bersih dan terhindar dari bakteri. Jika luka atau goresannya kecil, tidak usah diperban.
  • Ganti perban setidaknya sekali sehari atau setiap kali perban basah atau kotor.
  • Jika luka cukup dalam, menganga, dan terlihat lemak atau otot, segera ke dokter atau rumah sakit untuk dijahit.
  • Segera pergi ke dokter jika luka tidak sembuh-sembuh atau jika luka menjadi kemerahan, terasa sakit, ada cairan yang keluar, atau mem
Kalau luka cukup dalam atau kotor, suntikan tetanus kemungkinan akan dibutuhkan dalam perawatan luka. Begitu pula jika Anda tidak disuntik tetanus dalam jangka waktu lima tahun terakhir.