Sering Kelelahan Bisa Jadi Gejala Penyakit Sel Plasma

Sel plasma adalah salah satu jenis sel darah putih yang mensekresi antibodi dalam jumlah besar. Merasa sangat kelelahan, sulit menelan makanan, diare, dan anemia adalah beberapa gejala penyakit neoplasma yang menyerang sel plasma.

Sel plasma disebut juga dengan plasmosit, plasmasit, ataupun sel plasma B. Setelah dilepaskan ke darah dan saluran getah bening, molekul antibodi yang dihasilkan sel plasma akan mengikat zat asing untuk kemudian menghancurkannya.

penyakit plasma darah-alodokter

Perannya yang penting membuat pertumbuhan abnormal sel plasma dapat mengakibatkan kondisi yang mengancam nyawa. Kondisi ini dinamakan neoplasma sel plasma, yang dapat bersifat jinak ataupun ganas. Neoplasma sel plasma umumnya terjadi pada pria paruh baya atau lanjut usia, berkulit hitam, terpajan radiasi atau bahan kimia lain, dan pernah memiliki riwayat penyakit neoplasma.

Selain itu, sel plasma juga membentuk protein M, yaitu protein antibodi yang sebenarnya tidak membantu memerangi infeksi dan bahkan tidak dibutuhkan tubuh. Timbunan protein M pada sumsum tulang juga dapat menimbulkan gangguan, yaitu menyebabkan pengentalan darah dan membahayakan ginjal.

Terdapat beberapa jenis neoplasma pada sel plasma, antara lain:

Monoclonal gammopathy of undetermined significance (MGUS)

Kondisi ini bukan tergolong sebagai kanker, tetapi mempunyai risiko menjadi kanker. MGUS terjadi ketika kurang dari 10 persen sumsum tulang terdiri dari sel plasma yang tidak normal, tapi bukan kanker. Sel abnormal ini membentuk protein M yang pada kebanyakan orang sebenarnya tidak mendatangkan bahaya. Protein ini terkadang muncul saat pemeriksaan darah atau urine. Tetapi pada beberapa kasus yang jarang terjadi, MGUS berisiko menyebabkan kanker, seperti multiple myeloma, chronic lymphocytic leukemia, ataupun lymphoplasmacytic lymphoma. Selain itu, MGUS ini dapat menyebabkan kondisi serius lain, seperti amyloidosis (penumpukan protein amiloid pada jaringan atau organ). Gangguan pada saraf, jantung, dan ginjal, juga dapat terjadi pada MGUS.

Plasmasitoma

Terjadi ketika pertumbuhan abnormal sel plasma membentuk sebuah tumor di suatu bagian tubuh. Plasmasitoma dapat dikategorikan ke dalam dua jenis:

  • Plasmasitoma yang terisolasi di dalam tulang. Pada kondisi ini, kurang dari 10 persen sumsum tulang terdiri dari sel-sel plasma, tetapi tidak ada yang menimbulkan gejala kanker. Meski demikian, plasmasitoma dapat menyebabkan tulang terasa sakit atau mengalami retak. Pada sebagian kasus, plasmasitoma yang terisolasi di dalam tulang ini sering berkembang menjadi multiple myeloma.
  • Plasmasitoma ekstramedular terjadi ketika satu tumor sel plasma terdapat dalam jaringan lunak, seperti tenggorokan, dan bukan di dalam sumsung tulang dan tulang. Tumor ini dapat menekan dan menimbulkan rasa sakit atau gangguan lain pada area tumbuhnya tumor. Misalnya, tumor pada tenggorokan dapat menjadikan pengidapnya sulit untuk menelan makanan.
Multiple Myeloma

Multiple myeloma adalah suatu jenis kanker sel plasma. Penyakit ini biasanya tidak berbentuk tumor atau benjolan. Sel-sel myeloma berkembang dan menyebar di dalam sumsum tulang sehingga dapat mengganggu produksi sel darah yang sehat. Umumnya kondisi ini menyerang berbagai bagian tubuh, seperti tulang tempurung kepala, iga, dan panggul. Kondisi ini dapat membawa dampak buruk jika telah mencapai tahap lanjut, yaitu:

  • Kelelahan dan sesak akibat anemia.
  • Tulang retak dengan mudah.
  • Memar dan pendarahan tidak normal.
  • Infeksi yang terulang secara terus-menerus.
Pada sebagian kecil kasus, beberapa jenis penyakit neoplasma sel plasma dapat memicu kondisi yang disebut amyloidosis, yaitu penumpukan protein-protein abnormal, yang dikenal dengan protein amiloid, pada berbagai organ atau jaringan tubuh. Gejala-gejala yang ditimbulkan amyloidosis adalah merasa sangat kelelahan, lidah bengkak, bintik ungu pada kulit, diare, atau pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh.

Untuk memeriksa kemungkinan adanya kelainan pada sel plasma, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan fisik Anda, pemeriksaan darah serta immunoglobubin, biopsi, tes urine, MRI, atau CT scan. Sementara penanganan penyakit neoplasma sel plasma dilakukan dengan beberapa metode, antara lain terapi obat-obatan, kemoterapi, terapi radiasi, transplantasi stem cell/ sel punca, terapi targeted, operasi, ataupun kombinasi metode-metode tersebut.