Sering Makan Jeroan? Waspada, Ini Efeknya bagi Kesehatan

Jeroan memang lezat disantap di dalam menu sop, soto, atau kudapan yang digoreng. Namun, tahukah Anda bahwa ati ayam dapat meningkatkan kadar kolesterol bila dikonsumsi melebihi porsi yang dianjurkan? Efek samping yang sama juga bisa didapatkan akibat mengonsumsi bentuk-bentuk jeroan yang lain. Yuk, cari tahu soal efek dari mengonsumsi jeroan bagi kesehatan tubuh.

Jenis-jenis makanan dari jeroan memiliki kandungan senyawa purin yang tinggi. Jeroan sendiri adalah sebutan lain untuk organ internal hewan potong yang dapat dimakan manusia, meliputi ayam, bebek, kambing, dan sapi. Organ internal yang dimaksud bisa berupa otak, hati, kelenjar timus, pankreas, dan ginjal.

bad health effects of eating innards_compress

Siap-siap Kena Penyakit Ini Jika Makan Jeroan Terlalu Banyak

Konsumsi jeroan yang berlebihan bisa menyebabkan tubuh kelebihan zat purin. Tingginya kadar purin dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh yang akhirnya menyebabkan penyakit asam urat. Terlebih lagi, jeroan merupakan sumber kolesterol yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah sehingga berisiko menyebabkan aterosklerosis. Selain itu, masih ada efek-efek lain seperti bisa menyebabkan kelebihan berat badan, serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Jika belum bisa menghindari diri dari konsumsi jeroan, mulailah dengan mengurangi porsi konsumsinya. Batasi mengonsumsi jeroan menjadi porsi mini atau kurang dari 85 g sekali dalam sebulan. Hal ini dikarenakan organ hati kaya akan zat besi dan vitamin A yang juga dibutuhkan oleh tubuh.  Ati sapi yang dimasak dalam jumlah yang sama berpotensi menghasilkan sebanyak 331 mg kolesterol bagi tubuh. Padahal, tingkat kolesterol yang dianjurkan untuk orang dewasa tidak melebihi 300 mg per hari. Jangan lupa, imbangi dengan mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan agar tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang.

Kurangi Konsumsi Jeroan Mulai dari Sekarang

Mulai sekarang, ubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat dengan mengurangi konsumsi jeroan dengan cara-cara berikut:

Mengurangi makanan tinggi kolesterol, lemak jenuh dan lemak trans

Kolesterol mudah dijumpai pada makan-makanan berbahan daging hewani. Bahan-bahan makanan yang tergolong tinggi kandungan kolesterol terutama berasal dari organ-organ internal hewani atau jeroan, kuning telur, dan kerang-kerangan.

Memperbanyak konsumsi makanan berserat tinggi

Makanan berserat menjadi solusi dalam menjaga tingkat kestabilan kolesterol darah. Makanan berserat mudah ditemui pada biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Anda bisa memvariasiakan beragam jenis menu dari sereal oatmeal, beras merah, kacang merah, kacang polong, apel, pisang, dan bayam.

Memilih makanan pengganti yang mengandung minyak dan lemak sehat

Lemak baik bisa diperoleh dari makanan yang mengandung omega-3 karena lebih sedikit mengandung low-density lipoprotein (LDL). LDL adalah lemak yang membentuk kolesterol jahat. Cukupi kebutuhan asupan omega-3 melalui konsumsi ikan makarel, salmon, dan sarden. Roti dan telur yang diperkaya omega 3 juga bisa diandalkan untuk mendapatkan nutrisi tersebut.

Ibu hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi jeroan terutama organ hati atau ati ampela setiap hari dikarenakan kandungan vitamin A dan retinol dapat menyebabkan kelainan pada janin yang dikandung, terutama pada bulan pertama proses kehamilan. Jadi, sebisa mungkin hindari atau konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat sebelum mengonsumsi jeroan.