Sering Sakit dan Stres? Coba Meditasi

Banyak orang mengira bahwa meditasi membutuhkan ruangan tenang atau musik khusus. Padahal Anda bisa melakukannya kapan saja, misalnya saat menunggu bus datang, berjalan kaki, atau di tengah kemacetan.

Meditasi adalah latihan memfokuskan pikiran untuk membantu pelakunya memiliki kesadaran penuh dan merasa tenang. Praktik ini umumnya dijalankan dengan duduk tenang dengan mengatur pernapasan perlahan-lahan dan teratur selama setidaknya 15-20 menit.

coba meditasi-alodokter

Meditasi dianjurkan karena dapat dilakukan oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Aktivitas ini tidak memerlukan peralatan atau biaya khusus. Jika dijalani secara teratur, praktik yang telah ada sejak ribuan tahun lalu dan berasal dari Timur ini diduga memiliki banyak manfaat kesehatan.

Cara Kerja Meditasi

Tubuh merespons stres dengan melepaskan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrine yang menyebabkan detak jantung, aliran darah, dan tekanan darah meningkat. Dengan meditasi, tubuh diajak untuk menurunkan detak jantung kembali. Selain itu, bermanfaat mengatur aliran dan tekanan darah menjadi normal. Saat bermeditasi, Anda turut berlatih mengesampingkan berbagai pikiran negatif yang bisa menyebabkan datangnya stres.

Lebih jauh, saat meditasi, otak berpindah dari gelombang alfa yang berguna untuk mengistirahatkan otak menuju gelombang teta yang membuat otak relaks. Pengalihan ini diduga melepaskan hormon endorfin yang berperan sebagai pereda nyeri, menurunkan tekanan darah dan detak jantung, serta memperlambat pernapasan. Di samping itu, meditasi juga diduga efektif dalam mengaktifkan gelombang gamma yang berperan dalam proses belajar, perhatian, ingatan, dan kesadaran. Pada akhirnya, meditasi dipercaya mampu menghasilkan emosi positif berupa kebahagiaan.

Sehat dengan Meditasi

Proses di atas membuat meditasi dapat memberikan ketenangan dan keseimbangan jiwa yang berguna menstabilkan emosi dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Manfaat ini tidak hanya akan terasa sepanjang Anda melakukan meditasi, tetapi akan dapat dirasakan dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karenanya, meditasi kini telah banyak digunakan sebagai salah satu cara untuk menangani gangguan mental maupun fisik.
  • Kecanduan, seperti kecanduan nikotin, obat-obatan, dan minuman keras.
  • Depresi, stres, dan kecemasan.
  • Nyeri.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Meditasi berperan dalam kesehatan emosional dengan mendatangkan manfaat-manfaat berikut:
  • Meningkatkan kesadaran diri.
  • Mendukung kemampuan fokus secara umum.
  • Mengurangi emosi negatif.
  • Melatih diri untuk mengelola stres dengan melihat dari sisi lain.
Penelitian menemukan bahwa meditasi mungkin dapat membantu seseorang yang mengidap penyakit tertentu, seperti asma, kanker, sakit jantung, fibromyalgia, artritis rematik, diabetes, dan gangguan tidur. Namun pengidap kondisi-kondisi ini sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum menjalani meditasi.

Hal yang perlu diingat bahwa meditasi bukanlah metode penanganan pengganti obat-obatan, melainkan terapi pendamping dari langkah pengobatan utama.

Teknik dan Proses Meditasi

Ada banyak jenis dan teknik relaksasi dalam meditasi, seperti yoga, meditasi transedental, Tai chi, dan Qi gong. Semuanya bertujuan sama, yaitu mencapai kedamaian dan ketenangan diri. Secara umum, ada dua teknik meditasi yang paling dikenal.
  • Meditasi konsentrasi. Berfokus pada satu suara, bayangan, tarikan napas, atau kata-kata yang diucapkan atau dinyanyikan.
  • Meditasi kesadaran. Bertujuan agar pelakunya sadar akan perasaan, pikiran, suara, atau bayangan yang melintas pada pikiran.
Meski berbeda-beda cara, namun terdapat beberapa elemen yang umumnya ada pada semua jenis meditasi, yaitu:
  • Memfokuskan pikiran. Membebaskan pikiran dari segala hal yang mengganggu konsentrasi dan menjadi sumber penyebab kekhawatiran dan stres. Pikiran kemudian difokuskan pada hal spesifik lain, seperti proses pernapasan, kata-kata, atau bayangan tertentu dalam pikiran.
  • Pernapasan relaks. Menarik napas dalam-dalam dan perlahan-lahan menggunakan otot diafragma yang melebarkan paru-paru. Pernapasan yang lebih efektif dan lambat dapat mendatangkan lebih banyak oksigen ke dalam paru-paru.
  • Duduk tenang. Pemula meditasi dapat mempraktikannya di tempat tenang yang bebas dari hal-hal yang berpotensi menjadi gangguan, seperti dering telepon genggam, bunyi TV, bunyi kendaraan. Setelah terbiasa melakukannya di tempat tenang, Anda akan terbiasa bermeditasi di waktu dan tempat lain seperti di tengah hiruk pikuk kemacetan, dalam posisi berdiri maupun berjalan sekalipun.

Mulai Meditasi

Untuk berlatih, Anda dapat bergabung dalam kelas atau kelompok meditasi.  Meski tidak, Anda dapat mencoba sesuai cara sendiri. Tidak perlu memikirkan bagaimana cara yang paling sempurna untuk melakukan meditasi. Ini justru dapat menjadi penambah stres. Mulailah di waktu saat Anda dapat tenang dan leluasa sekitar 10 menit dengan mempraktikkan cara-cara berikut.
  • Tarik napas dalam-dalam secara perlahan-lahan berulang kali.
  • Fokuskan perhatian pada tarikan napas dan perasaan Anda.
  • Sambil terus menarik napas perlahan, fokuskan pikiran pada berbagai bagian tubuh secara bergantian. Sadari apa yang Anda rasakan di bagian-bagian tubuh tersebut.
  • Anda dapat mengombinasikan aktivitas ini dengan menyebut kata atau nama sesuai kepercayaan masing-masing. Anda juga bisa lakukan sambil mengucapkan doa dan ucapan syukur.
  • Setelah terbiasa melakukan meditasi dengan duduk, Anda bisa mencoba bermeditasi dengan berjalan. Fokuskan pada pergerakan kaki dan hindari berjalan terlalu cepat. Lokasi berjalan bisa di mana saja. Bisa dilakukan di taman kota, trotoar yang lapang, hingga di dalam mal.
  • Membaca dan merefleksi bacaan bahkan bisa menjadi bagian dari meditasi.
  • Musik yang tenang juga dapat menjadi cara untuk menenangkan diri dalam meditasi.
Dibebaskan untuk membuka atau menutup mata, tergantung kenyamanan dan kemudahan masing-masing untuk berkonsentrasi. Namun hindari menyalakan alarm untuk menandai selesainya durasi meditasi. Selain itu, sebaiknya meditasi tidak dijalani hingga dua jam setelah makan karena proses pencernaan dapat berdampak kepada prosesnya. Untuk hasil maksimal, jadikan meditasi sebagai bagian dari aktivitas rutin Anda tiap hari.