Sering Sendawa Bisa Berarti Tidak Sehat

Sendawa setelah makan adalah hal yang biasa. Lain halnya jika terus-menerus bersendawa karena bisa jadi ini adalah gejala suatu penyakit atau efek samping obat-obatan tertentu.

Sendawa adalah salah satu cara tubuh mengeluarkan gas secara alami. Kondisi ini umumnya adalah hal yang baik karena jika tidak dikeluarkan, maka gas dalam perut dapat menyebabkan perut kembung yang kadang disertai dengan sakit perut.

Sering bersendawa-alodokter

Sendawa juga biasa terjadi pada bayi. Hal ini umumnya dapat diartikan sebagai kondisi yang baik bagi bayi karena dengan begitu kelebihan angin di dalam perutnya dapat terbuang. Bayi bersendawa karena pada saat dia menyusu atau mengonsumsi susu formula, udara juga ikut tertelan.

Kondisi menelan udara, baik secara sengaja maupun tidak ini disebut dengan aerophagia. Udara yang masuk ke tubuh mengandung gas nitrogen dan oksigen. Gas ini akan didorong ke atas oleh perut menuju kerongkongan dan keluar dari mulut dalam bentuk sendawa. Gas dalam tubuh manusia umumnya terbentuk dari proses pencernaan makanan atau ketika ada udara yang tertelan melalui mulut. Udara dapat masuk ke tubuh jika Anda berbicara sambil makan, mengunyah permen karet, mengisap permen, makan terlalu cepat, atau merokok.

Selain aktivitas di atas, ternyata masih ada kondisi-kondisi tertentu yang dapat menyebabkan seseorang cenderung lebih sering bersendawa. Situasi-situasi tersebut perlu Anda kenali agar dapat diantisipasi, yaitu:

  • Beberapa kelompok makanan dan minuman dapat menimbulkan sendawa terus menerus, antara lain brokoli, kacang-kacangan, pisang, biji-bijian utuh, kismis, dan minuman berkarbonasi. Minuman keras, makanan kaya akan gula, tepung, dan serat juga dapat menyebabkan sering sendawa.
  • Beberapa jenis obat bisa menyebabkan sendawa atau gangguan yang menyebabkan sendawa, antara lain aspirin, ibuprofen, pereda nyeri (naproxen), obat pencahar seperti sorbitol dan laktulosa, acarbose untuk menangani diabetes tipe 2.
  • Beberapa orang banyak menelan udara saat mereka sedang cemas.
  • Obesitas dan berpakaian ketat dapat meningkatkan risiko sering sendawa.
  • Sebagian pengidap penyakit tertentu merasa lebih banyak bersendawa akibat perut yang tidak nyaman, seperti:
    • Penyakit reflux asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Kondisi ini diakibatkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan.
    • Tukak lambung: luka pada perut, kerongkongan, dan usus halus bagian atas.
    • Intoleransi laktosa: ketidakmampuan perut mencerna laktosa dalam susu.
    • Gangguan penyerapan sorbitol atau karbohidrat fruktosa.
    • Penyakit Celiac: intoleransi gluten yang banyak terdapat makanan bertepung, seperti roti.
    • Sindrom dumping: gangguan yang menyebabkan perut kosong lebih dulu sebelum isinya tercerna dengan baik.
    • Gangguan pada pankreas (pancreatic insufficiency): ketidakmampuan pankreas untuk menjalankan perannya melepaskan enzim untuk proses pencernaan.
    • Gastritis atau peradangan pada dinding perut.
    • Infeksi Helicobacter pylori pada lambung.

Umumnya sendawa bukanlah hal yang berbahaya dan tidak memerlukan penanganan khusus. Namun meski sendawa adalah proses alami, tapi tetap saja ada saat kita perlu mencegah sendawa, seperti pada acara jamuan resmi. Untuk mencegah sendawa, Anda bisa mencoba beberapa cara di bawah ini.

  • Hindari makan dan minum terburu-buru.
  • Merokok menyebabkan Anda menghirup udara. Minimalkan atau hindari merokok.
  • Batasi konsumsi permen dan permen karet.
  • Hindari konsumsi bir dan minuman berkarbonasi yang mengandung gas karbondioksida.
  • Jika menggunakan gigi palsu, coba periksakan agar pemasangannya tepat sehingga Anda tidak menelan udara yang tidak perlu.
  • Jika Anda adalah pengidap nyeri ulu hati ringan, cobalah untuk mengonsumsi obat yang dijual bebas, seperti antasida, atau mengonsultasikannya ke dokter jika Anda mengalami gejala yang cukup berat.
  • Konsumsi suplemen atau minuman probiotik untuk membantu pencernaan.
  • Hindari makan dalam porsi besar. Juga hindari makan tepat sebelum waktu tidur.
  • Hindari mengonsumsi makanan berlemak, makanan yang mengandung asam seperti jus buah, kopi, tomat, dan bawang bombay, dan makanan pedas seperti merica dan cabai.
  • Daripada direbus, lebih baik sayuran dimasak dengan cara dikukus.
  • Hindari perubahan suhu lambung yang tiba-tiba. Misalnya meminum minuman panas kemudian minuman dingin.
  • Kenakan pakaian longgar. Pakaian ketat, terutama di sekitar pinggang karena berisiko menyebabkan sendawa dan perut yang tidak nyaman.

Untuk meredakan sendawa, Anda dapat mencoba untuk berbaring menyamping. Posisi mendekatkan lutut ke dada juga dapat membantu. Walau umumnya bukan merupakan hal serius, tapi segera periksakan diri jika Anda terus bersendawa dan merasa perut terus-menerus terasa kembung. Dokter akan menanyakan gejala-gejala lain untuk mendiagnosis penyebab sebenarnya. Penggunaan X-ray pada perut, MRI, atau CT scan mungkin diperlukan untuk meneliti sistem pencernaan lebih cermat.