Serum Anti Bisa Ular Dapat Mengatasi Efek Racun Dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

Ular terbagi menjadi ular tidak berbisa dan berbisa. Bagi ular berbisa, gigitannya memiliki efek racun yang dapat melumpuhkan mangsa, tak terkecuali manusia. Gigitan ular berbisa dapat diobati dengan serum anti bisa ular.

Serum anti bisa ular hanya diberikan ketika seorang pasien terbukti atau diduga telah digigit ular berbisa. Penggunaan serum anti bisa ular bergantung pada berapa banyak racun yang masuk ke dalam tubuh melalui bisa, serta jenis dan ukuran ular.

snake anti venom serum

Mengenali Jenis dan Gejala Gigitan Ular

Gigitan ular berbisa berukuran besar cenderung menyuntikkan lebih banyak racun daripada ular yang berukuran kecil. Gigitan ular yang paling ringan adalah gigitan kering, yaitu gigitan ular tanpa bisa sehingga tidak diperlukan serum anti bisa ular.

Gigitan ular dapat juga dibagi berdasarkan gejala yang ditimbulkan, yaitu:

  • Gigitan ringan
    Gigitan ringan dapat menyebabkan gejala ringan, seperti sedikit pendarahan, nyeri dan pembengkakan pada lokasi gigitan.
  • Gigitan sedang
    Pada gigitan ini, penderita mengalami gangguan yang cukup berat, mulai dari mual, muntah, dan pembengkakan seluruh anggota badan.
  • Gigitan berat
    Gejala yang dirasakan pada gigitan berat meliputi nyeri hebat, pembengkakan yang parah, kesulitan bernapas, pendarahan sedang sampai berat, hingga munculnya tanda-tanda syok seperti denyut nadi yang cepat dan lemah, bahkan sampai kehilangan kesadaran.

Gigitan ular berbisa menyalurkan bisa ular yang dapat menyerang sistem saraf, otot, dan pembuluh darah. Tak jarang, bisa ular dapat memicu efek keracunan pada jantung dan pembuluh darah (toksisitas kardiovaskular).

Pertolongan Pertama dan Penanganan Pada Korban Gigitan Ular

Gigitan ular mungkin saja disebabkan oleh ular yang tidak berbisa, atau gigitan kering yaitu gigitan tanpa bisa.  Meski demikian, penting untuk memberikan penanganan yang tepat.

Pertolongan pertama secara tradisional saat digigit ular, seperti pembuatan sayatan lokal di lokasi gigitan, menyedot racun, penggunaan pita ketat di sekitar anggota badan, atau memberi es batu, ternyata tidak memiliki manfaat medis yang terbukti.

Untuk menangani jika seseorang digigit ular, langkah penanganan pertama yang disarankan adalah sebisa mungkin memastikan korban gigitan ular dalam keadaan setenang mungkin dan tidak dalam kondisi panik berlebihan. Selanjutnya, melakukan imobilisasi atau mencegah pergerakan bagian tubuh yang digigit ular, dengan memasangkan bidai yang dieratkan menggunakan ikatan kain atau perban. Hal ini bertujuan untuk memperlambat penyebaran racun dari lokasi gigitan.

Kemudian korban harus segera dibawa ke rumah sakit. Nantinya dokter akan mulai penanganan dengan melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital seperti pernapasan dan denyut jantung serta menilai tingkat kesadaran.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik korban gigitan ular, termasuk di sekitar lokasi gigitan, untuk memastikan apakah memang luka tersebut akibat gigitan ular. Pemberian oksigen dan pemasangan infus akan dilakukan pada setiap penderita gigitan ular yang datang ke rumah sakit. Kemudian penanganan medis akan diberikan sesuai dengan kondisi korban.

Bila penderita gigitan ular tiba di rumah sakit dalam keadaan darurat seperti syok akibat racun bisa ular, maka dokter akan segera melakukan tindakan resusitasi untuk menyelamatkan nyawa penderita.

Waktu Tepat Pemberian Serum Anti bisa Ular

Informasi mengenai jenis ular yang menggigit korban akan sangat membantu dokter dalam menentukan penanganan. Untuk menghindari kondisi korban memburuk akibat racun dari bisa ular, maka dokter mungkin akan memberikan serum anti bisa ular. Serum anti bisa ular umumnya diberikan dalam 4 jam pertama setelah gigitan, meski diketahui masih efektif bila diberikan dalam 24 jam pertama sejak gigitan. Pada intinya, pemberian serum anti bisa ular sebaiknya dilakukan secepat mungkin.

Di Indonesia, serum anti bisa ular yang umum digunakan bersifat polivalen, artinya serum tersebut efektif terhadap beberapa jenis bisa ular. Sayangnya, harga serum anti bisa ular tergolong mahal dan seringkali terdapat kekurangan pasokan.

Selain itu, ada risiko reaksi serum anti bisa ular yang memiliki potensi berbahaya. Reaksi serum anti bisa ular dapat terjadi beberapa hari atau minggu setelah pemberian serum. Mulai dari demam, menggigil, nyeri otot atau sendi, ruam dan gatal, serta darah pada urine. Untuk itu, pemberian serum anti bisa ular sebaiknya diberikan di bawah pengawasan medis.

Upayakan agar penderita gigitan ular tetap tenang. Kondisi yang panik tidak akan membantu dalam proses penanganan, namun justru mempersulit penanganan dan mempercepat penyebaran racun. Penting untuk melakukan tindakan penanganan awal yang tepat, serta segera dibawa ke rumah sakit agar memperoleh serum anti bisa ular.

 

Referensi