Siap Sedia Kontrasepsi Darurat untuk Mencegah Kehamilan

Penggunaan metode alat kontrasepsi darurat dapat membantu mencegah kehamilan. Pemakaian yang tepat akan mengurangi kekhawatiran akan kehamilan yang tidak diinginkan usai berhubungan intim bersama pasangan hidup Anda.

Membangun sebuah hubungan tampaknya bukanlah suatu hal yang mudah. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka pernikahan yang berakhir dengan perceraian. Sentuhan intim memang merupakan hal yang mendasar dalam suatu hubungan. Menyentuh mesra pasangan dapat menjadi cara menunjukkan perasaan sayang Anda terhadap pasangan. Sentuhan juga dapat meningkatkan ketertarikan antar pasangan dalam sebuah hubungan. Akan tetapi, skinship bukanlah satu-satunya faktor untuk menjaga hubungan Anda dengan pasangan tetap sehat.

Siap Sedia Kontrasepsi Darurat untuk Mencegah Kehamilan_compress

Menjalin komunikasi dengan pasangan merupakan faktor lainnya dalam menjaga agar hubungan tetap harmonis. Pasangan suami istri yang bahagia biasanya memiliki waktu khusus untuk meluangkan waktu berdua saja. Mulai dari membicarakan hal pribadi masing-masing hingga topik keluarga.

Topik keluarga yang tergolong sensitif bagi suami istri, antara lain mengenai jumlah anak. Ketika Anda berdua sepakat untuk membatasi jumlah anak, maka di saat itulah Anda berdua sepakat melaksanakan program Keluarga Berencana (KB).

Pemakaian Alat Kontrasepsi Mendukung Program Perencanaan Keluarga

Kodrat seorang wanita setelah menikah adalah menghadapi masa kehamilan.

Namun, bukan berarti itu adalah hal yang mutlak. Wanita dapat memilih untuk menunda atau langsung memiliki anak. Wanita yang memutuskan untuk tidak ingin hamil secepatnya dapat menggunakan metode pencegahan dengan alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi merupakan solusi demi meraih jumlah anak yang diinginkan.

Penggunaan alat-alat kontrasepsi, seperti kondom, pil KB, atau implan KB dapat diandalkan untuk mencegah kehamilan. Namun, jika Anda berhubungan seksual tanpa pengaman atau ketika kalanya alat kontrasepsi tidak berfungsi dengan baik, misalnya kondom mengalami selip atau bocor, terlambat meminum pil KB dari batas waktu yang dianjurkan, dan lupa memasang pengaman implan KB secara rutin dan tepat, maka diperlukan suatu alat kontrasepsi darurat demi bisa mencegah kehamilan.

Manfaat Kontrasepsi Darurat

Selain kegagalan fungsi metode kontrasepsi, wanita korban perkosaan adalah pihak yang membutuhkan kontrasepsi darurat. Serupa dengan fungsi alat atau metode kontrasepsi konvensional, kontrasepsi darurat mengacu kepada upaya pencegahan kehamilan yang dilakukan pada lima hari pertama atau 120 jam sejak berhubungan seksual.

Namun perlu diingat, penggunaan kontrasepsi darurat efektif pada beberapa hari pertama setelah hubungan seksual yang mana sebelum ovum dilepaskan menuju ovarium dan sperma belum membuahi ovum. Kontrasepsi darurat tidak dapat mengganggu kehamilan yang sudah terjadi atau janin yang sudah berkembang.

Ada beberapa obat-obatan yang direkomendasikan WHO sebagai alat kontrasepsi darurat, salah satunya adalah levonorgestrel.

Kontrasepsi darurat: levonorgestrel

Levonorgestrel berbentuk tablet siap minum. Sediaan levonorgesterl tersedia dua macam yaitu sediaan 1 tablet dan sediaan 2 tablet. Jika Anda membeli sediaan satu tablet, maka dianjurkan untuk meminumnya kurang dari 72 jam atau tiga hari sejak melakukan hubungan seksual.

Jika Anda membeli sediaan dua tablet, Anda bisa minum kedua tablet sekaligus selambat-lambatnya lima hari atau 120 jam setelah berhubungan seksual.

Ikuti petunjuk di label kemasan alat kontrasepsi dengan baik. Konsultasikan kepada dokter jika informasi yang Anda dapatkan kurang jelas. Apabila terjadi gejala muntah kurang dari dua jam setelah mengonsumsi levonorgestrel, segera hubungi dokter. Kemungkinan Anda membutuhkan dosis tambahan.

Setelah mengonsumsi levonorgestrel, periode haid dapat datang satu minggu lebih awal atau telat satu minggu dari biasanya. Akan tetapi, jika haid tidak juga muncul setelah satu minggu, segera hubungi dokter untuk memastikan apakah Anda hamil atau tidak.

Perlu diketahui bahwa kontrasepsi darurat hanya digunakan untuk kondisi darurat, bukan sebagai pil aborsi. Apabila kehamilan sudah terjadi, kontrasepsi darurat dapat memperkuat janin yang ada di dalam kandungan. Untuk itu, penggunaan KB reguler seperti  pil, IUD, implan, atau kondom tetap dianjurkan. Selalu siap sedia kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.

 

sponsored by: