Siapa Bilang Kita Aman dari Kaki Gajah?

Penyakit kaki gajah atau disebut lymphatic filariasis disebabkan oleh cacing filaria yang menginfeksi kelenjar getah bening. Cacing ini masuk ke tubuh manusia dengan perantara nyamuk.

Penyakit kaki gajah biasa ditemukan di wilayah tropis, seperti Indonesia. Secara keseluruhan ada 1,23 miliar orang di seluruh dunia yang berisiko terinfeksi penyakit ini. Di Indonesia saja, terdapat sekitar 132 juta penduduk yang berisiko terinfeksi kaki gajah.

siapa bilang kita aman dari kaki gajah - alodokter

Bagaimana Penyakit Kaki Gajah Bisa Menyebar?

Sebagai negara tropis, Indonesia merupakan tempat yang nyaman bagi nyamuk untuk berkembang biak. Oleh karena itu, wajar jika lebih dari seratus juta penduduknya berisiko terinfeksi  penyakit ini.

Ketika nyamuk mengisap darah seseorang yang mengandung cacing filaria, maka cacing tersebut akan turut menginfeksi nyamuk. Selanjutnya nyamuk yang telah terinfeksi ini akan menyebarkan cacing filaria ketika menggigit orang lain. Larva cacing filaria kemudian akan tinggal di dalam pembuluh getah bening.

Di dalam pembuluh getah bening inilah larva cacing filaria akan tumbuh dewasa dan berkembang biak. Cacing dewasa sendiri bisa hidup hingga 7 tahun lamanya dalam pembuluh getah bening manusia. Mereka akan menyebarkan jutaan cacing ke dalam pembuluh darah sehingga ketika digigit, nyamuk bisa menularkannya kepada individu lain.

Seperti Apa Gejala-gejalanya

Sayangnya seseorang yang terinfeksi cacing ini  tidak bisa langsung dipastikan karena penyakit ini memiliki beberapa fase, yaitu tanpa gejala, akut, dan kronis.

  • Fase tanpa gejala

Saat seseorang terinfeksi cacing filaria, dia tidak akan langsung menunjukkan gejala tertentu. Meski demikian, pada fase ini sebenarnya telah terjadi kerusakan sistem limfa dan ginjal seiring terjadinya perubahan pada sistem kekebalan tubuh.

  • Fase akut

Ditandai dengan adanya peradangan pada kulit, kelenjar getah bening, dan pembuluh limfa, yang biasanya menyertai pembengkakan kelenjar getah bening yang sudah kronis dan kaki gajah. Hal ini dapat disebabkan oleh respons sistem kekebalan tubuh terhadap parasit. Tapi dalam banyak kasus, disebabkan oleh infeksi bakteri kulit, yaitu ketika sebagian sistem pertahanan kulit telah hilang akibat kerusakan sistem getah bening.

  • Fase kronis

Saat memasuki fase kronis, pembengkakan jaringan limfa dan penebalan kulit pada kaki dan zakar bisa terjadi. Demikian pula pada wanita, pembengkakan pada payudara dan organ kelamin bisa terjadi.

Cara Mencegah dan Mengobati

Karena melibatkan nyamuk sebagai perantara, maka cara mencegah penyakit kaki gajah adalah sebisa mungkin menghindari terkena gigitan nyamuk terutama pada waktu fajar dan senja. Bersihkan lingkungan agar nyamuk tidak merajalela, tidur dengan memakai kelambu,  memakai pakaian panjang saat beraktivitas di luar rumah, dan oleskan penangkal nyamuk di kulit yang terbuka bisa juga menjadi solusi.

Pastikan untuk mengonsumsi obat cacing rutin setiap tahun agar dapat membunuh bentuk larvanya dalam aliran darah. Jika seseorang sudah menderita penyakit kaki gajah maka dia akan disarankan untuk mengonsumsi albendazole dan ivermectin atau bersama diethylcarbamazine citrate. Meski efeknya tidak untuk parasit dewasa, namun efektif untuk membersihkan darah dari mikrofilaria sekaligus mencegah penyebaran kepada orang lain. Pemakaian obat di atas juga berperan sebagai pencegahan terhadap penularan kaki gajah di masyarakat.

Karena pada dasarnya semua orang rentan terkena penyakit kaki gajah ini, maka sudah sewajarnya untuk waspada dan melakukan pencegahan sejak dini.