Siapa Bilang Sandal Jepit Aman Untuk Kaki?

Warna yang ceria dan bentuk yang terlihat santai namun tetap memberikan kesan modis, seringkali menggoda beberapa wanita. Tapi hati-hati, ternyata meski terlihat ceria, sandal jepit tidak kalah berbahaya jika dibandingkan dengan high heels lho.

Pada saat akhir pekan, atau untuk menghindari sakit kaki karena menggunakan high heels terlalu lama, beberapa perempuan lebih memilih untuk menggunakan sandal jepit yang berwarna-warni agar tetap terlihat modis. Beberapa dari mereka yang memiliki masalah dengan bagian pergelangan kaki juga lebih memilih menggunakan sandal jepit dengan harapan dapat meringankan sakit kaki.Tapi nyatanya? Sandal jepit juga bisa menyebabkan tendonitis.

siapa bilang sandal jepit aman untuk kaki - alodokter

Kenapa Sandal Jepit Berbahaya?

Sandal jepit dapat berbahaya bagi kesehatan kaki karena minim sekali perlindungan. Bentuknya yang cenderung sangat datar dan tidak memiliki tali pengait di bagian belakang membuat kaki kita mau tidak mau harus berusaha membuat gerakan agak mencengkeram agar sandal tetap pada tempatnya.

Menggunakan sandal jepit membuat bagian tumit terangkat bebas, dan ibu jari kaki bekerja keras memegang sandal agar tidak terlepas. Gerakan ini sebenarnya membuat plantar fascia (jaringan ikat yang melapisi telapak kaki) teregang, begitu juga dengan otot telapak kaki. Bila keadaan ini terjadi terus menerus akan menimbulkan kaki lelah, nyeri kaki termasuk bagian tumit, dan akhirnya akan mengubah gaya berjalan dan menyebabkan gangguan pergelangan kaki yang serius.

Penonjolan tulang tumit akibat penumpukan kalsium dapat terjadi. Sandal jepit yang tidak menunjang bentuk dan gerakan telapak kaki membuat seluruh kaki mengalami benturan berulang kali saat berjalan. Akhirnya hal ini akan merobek lapisan pelindung tulang tumit dan terbentuklah tonjolan kalsium atau yang disebut heel spurs.

Gerakan kaki yang mencengkeram ini juga mengakibatkan timbulnya cedera kaki atau tendonitis. Tendonitis (tendinitis) adalah iritasi atau peradangan pada tendon (jaringan lentur penghubung otot ke tulang). Gejalanya adalah rasa perih atau panas di bagian tendon (umumnya sering mengenai tendon bagian belakang pergelangan kaki), rasa kaku, serta nyeri.

Selain itu, penggunaan sandal jepit yang minim lengkungan juga dapat menyebabkan masalah punggung, lutut, dan diduga menimbulkan peradangan telapak kaki yang sangat nyeri disebut plantar fasciitis. Kurangnya dukungan bagi telapak kaki saat berjalan, akan membuat jaringan ikat di telapak kaki terus menerus teregang. Akhirnya jaringan ikat ini akan melemah, membengkak, dan meradang.

Alas Kaki Apa yang Ideal?        

Untuk menghindari beragam masalah tersebut, sebaiknya Anda lebih hati-hati dalam memilih sandal jepit. Jangan hanya karena warnanya yang menarik, tapi juga perhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Sandal jepit bertali pada bagian belakang
  • Sandal jepit dengan bantalan sol yang baik
  • Sol yang tebal
  • Dapat meringankan benturan
  • Sol tumit yang cukup dalam
  • Hindari sandal jepit yang sangat mudah untuk ditekuk ke belakang
  • Perhatikan bahan sandal jepit agar terhindar dari iritasi. Sandal jepit dengan bahan kulit yang lembut bisa jadi pilihan Anda.

Sandal jepit memang menarik dengan warna-warninya yang ceria, dan bisa menjadi pilihan di saat santai. Tapi penggunaannya yang terlalu lama dan terlalu sering dapat menimbulkan beragam masalah. Kurangi penggunaan sandal jepit yang hanya bermodal motif atau warna yang menarik, dan mulai perhatikan beberapa hal di atas untuk menjaga kesehatan kaki Anda. Jika timbul rasa sakit yang berlebih, cobalah konsultasikan hal tersebut kepada dokter Anda.