Sindrom Koroner Akut: Kenali Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Sindrom koroner akut adalah istilah medis yang menggambarkan kondisi di mana aliran darah menuju ke jantung berkurang secara drastis atau tiba-tiba. Gejalanya berupa nyeri dada berat, nyeri dapat menjalar ke lengan kiri, dan mual muntah. Ini merupakan kondisi medis darurat yang memerlukan penanganan segera. Yuk, kenali gejala, penyebab serta penanganannya berikut ini!

Sindrom koroner akut kerap menyebabkan nyeri dada yang parah dan ketidaknyamanan. Serangan jantung dan serangan angina tidak stabil adalah bentuk lain dari sindrom koroner akut, di mana terjadi penyumbatan yang signifikan pada arteri koroner (pembuluh darah jantung). Aliran darah yang berkurang akan mengganggu fungsi jantung dan mengindikasikan adanya risiko serangan jantung yang tinggi.

Terdapat tiga tipe sindrom koroner akut, yakni:

  • Serangan angina tidak stabil, yakni kondisi di mana suplai darah ke jantung masih sangat terbatas, namun tidak ada kerusakan permanen, sehingga otot jantung tetap terjaga. Kendati merupakan tipe sindrom koroner akut yang paling ringan, namun tipe ini tetap dianggap sebagai kondisi medis darurat, karena dapat meningkat menjadi kerusakan jantung atau STEMI.
  • Non-ST segment elevation myocardial infarction (NSTEMI). Kendati dalam kondisi ini suplai darah ke jantung tidak sepenuhnya tersumbat, namun sindrom koroner akut tipe ini masih dianggap sebagai kondisi medis darurat serius.
  • ST segment elevation myocardial infarction (STEMI) adalah jenis serangan jantung yang paling serius, di mana ada gangguan pada suplai darah. Hal ini disebabkan oleh penyumbatan total arteri koroner, yang dapat menyebabkan meluasnya kerusakan pada area jantung.

Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Sindrom Koroner Akut

Kebanyakan kasus sindrom koroner akut ini disebabkan oleh adanya penyempitan pembuluh darah yang memasok jantung. Hal ini biasanya disebabkan aterosklerosis atau adanya plak yang terbentuk pada dinding dalam arteri dan menyumbat aliran darah. Pembentukan plak biasanya secara bertahap selama beberapa tahun di satu tempat atau lebih di arteri koroner.

Adapun beragam kondisi lain yang dapat menyumbat arteri koroner antara lain:

  • Bekuan darah dari organ lain di tubuh, misalnya di ruang jantung, dan terbawa hingga arteri koroner dan terjebak.
  • Komplikasi dari operasi jantung.
  • Peradangan pada arteri koroner.
  • Tusukan luka ke jantung.
  • Mengonsumsi kokain, yang bisa menyebabkan arteri koroner mengalami kejang.
  • Beberapa gangguan jantung langka lainnya.

Sementara itu, faktor risiko yang dapat memicu terjadinya sindrom koroner akut antara lain:

Gejala Sindrom Koroner Akut yang Perlu Anda Waspadai

Gejala sindrom koroner akut yang paling umum adalah nyeri dada parah. Anda seperti merasakan tekanan berat pada dada. Rasa sakit juga bisa menjalar hingga ke rahang dan lengan kiri, atau bahkan ke kedua lengan Anda. Gejala lainnya antara lain berkeringat, sesak napas, pusing, terasa mau pingsan, mual, gelisah, dan denyut jantung tidak teratur.

Rasa sakitnya bisa jadi serupa dengan serangan angina normal (stabil). Namun, biasanya lebih parah dan berlangsung lebih lama. Rasa sakit pada orang dengan serangan angina stabil, biasanya akan reda setelah beberapa menit. Namun, rasa sakit pada orang yang menderita sindrom koroner akut biasanya berlangsung lebih dari 15 menit, atau bahkan hingga berjam-jam.

Namun yang perlu diwaspadai, lansia dan penderita diabetes yang juga memiliki sindrom koroner akut sering kali tidak mengalami nyeri dada.

Diagnosis dan Penanganan Sindrom Koroner Akut

Selain pemeriksaan fisik, dokter akan menganjurkan serangkaian tes untuk mendiagnosis kemungkinan gejala sindrom koroner akut. Serangkaian tes tersebut adalah dengan menggunakan elektrokardiogram (EKG), tes darah untuk melihat apakah terdapat peningkatan enzim jantung, hingga pemindaian perfusi jantung (untuk menghitung jumlah darah di dalam otot jantung selama beristirahat dan saat beraktivitas). Pemeriksaan pemindaian seperti Rontgen dada, ekokardiografi, dan angiografi juga penting dilakukan untuk mendiagnosis dan mengevaluasi kondisi ini.

Sindrom koroner akut adalah kondisi darurat medis. Jika tidak segera mendapat pertolongan, risiko kematian akan meningkat. Penderita kondisi ini perlu segera mendapat perawatan di rumah sakit dan evaluasi ketat di unit perawatan jantung intensif (ICCU). Untuk penanganan kondisi medis darurat, perawatan dimulai dengan stabilisasi kondisi penderita (evaluasi jalan napas dan keadaan umum), pemberian oksigen, serta obat aspirin, clopidogrel, atau obat antikoagulan lainnya untuk mencegah pembekuan darah. Pengobatan di rumah sakit biasanya juga dengan memberikan nitrogliserin yang berguna untuk melebarkan pembuluh darah jantung, memperbaiki aliran darah, dan meredakan gejala seperti nyeri dada. Dokter juga bisa memberi Anda obat penghilang nyeri seperti morfin atau fentanyl.

Hasil tes terhadap sindrom koroner akut akan membantu dokter untuk memutuskan jenis perawatan yang tepat untuk Anda, misalnya seperti operasi angioplasti koroner untuk memasang cincin (stenting) jantung atau bypass jantung  untuk memperbaiki aliran darah ke jantung. Tindakan pembedahan perlu dipertimbangkan pada kasus sindroma koroner akut yang disertai kerusakan otot jantung yang luas, tekanan darah yang menurun,  kondisi syok, kerusakan dinding jantung kanan, atau nyeri dada yang menetap setelah pemberian obat-obatan.

Untuk perawatan lanjutan di rumah, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan yang berguna menurunkan risiko serangan jantung. Obat tersebut meliputi beta-blocker, aspirin atau obat-obatan lainnya untuk mencegah pembekuan darah, obat penurun tekanan darah, dan obat penurun kolesterol. Pola hidup sehat juga harus Anda terapkan untuk menunjang proses penyembuhan dan terhindar dari serangan jantung. Berhenti merokok, mengonsumsi makanan sehat yang baik untuk kesehatan jantung, dan berolahraga secara teratur merupakan langkah penting yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko terserang sindrom koroner akut.