Stenosis Pilorus

Pengertian Stenosis Pilorus

Stenosis pilorus adalah penyempitan pilorus yang dialami oleh bayi. Pilorus merupakan pembukaan di bagian bawah lambung yang terhubung dengan usus halus.

alodokter-stenosis-pilorus

Pada kondisi normal, makanan yang masuk ke lambung akan ditahan oleh cincin otot pilorus sehingga lambung sempat mencerna dan mempersiapkan makanan ke proses selanjutnya. Kemudian, makanan yang telah diproses di lambung akan disalurkan ke usus untuk pencernaan selanjutnya dan penyerapan oleh tubuh. Namun, pada pengidap stenosis pilorus, otot pilorus yang menjadi gerbang antara lambung dan usus mengalami penebalan dan penyempitan, akibatnya makanan tidak bisa disalurkan.

Jika tidak ditangani secara seksama, stenosis pilorus berpotensi memicu kondisi serius pada bayi, seperti berkali-kali muntah dan tidak adanya nutrisi yang terserap oleh tubuh. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi adalah dehidrasi, pertumbuhan yang terhambat, iritasi lambung, serta sakit kuning.

Gejala-gejala Stenosis Pilorus

Gejala utama pada stenosis pilorus adalah muntah. Bayi yang mengalami kondisi ini biasanya mulai menunjukkan gejala muntah-muntah pada usia dua minggu hingga dua bulan. Di samping muntah, beberapa gejala lain yang umumnya dialami oleh sang bayi meliputi:
  • Selalu merasa lapar.
  • Perut bagian yang seperti membengkak setelah menyusu.
  • Sakit perut.
  • Bersendawa.
  • Gerakan perut bagian atas seperti gelombang yang terlihat setelah bayi menyusu sesaat sebelum muntah.
  • Dehidrasi, misalnya air mata bayi yang tidak keluar saat menangis.
  • Buang air besar yang sedikit dan keras melebihi biasa.
  • Jarang buang air kecil.
  • Berat badan yang tidak bertambah atau malah turun.
Muntah termasuk kejadian yang umum dialami oleh bayi yang baru lahir. Namun, jika bayi muntah proyektil (seperti menyembur karena dorongan kuat dari dalam perutnya) dan semakin lama semakin sering (setiap kali setelah menyusu walau hanya sedikit), Anda sebaiknya waspada dan segera memeriksakan bayi Anda ke dokter.

Penyebab dan Faktor Risiko Stenosis Pilorus

Penyebab penebalan pada otot pilorus belum diketahui secara pasti. Terdapat beberapa faktor yang diduga dapat memicu kondisi ini, yaitu:
  • Faktor keturunan. Bayi dengan ayah atau ibu yang pernah mengidap stenosis pilorus memiliki risiko yang lebih tinggi.
  • Jenis kelamin. Bayi laki-laki lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan dengan bayi perempuan.
  • Kelahiran prematur.
  • Ibu yang merokok selama hamil.
  • Penggunaan antibiotik pada usia-usia awal bayi.
  • Diduga juga ada kaitan cara menggunakan botol susu atau susu formula.

Diagnosis Stenosis Pilorus

Diagnosis kondisi ini akan diawali dengan pemeriksaan kondisi fisik bayi, terutama bagian perut. Bayi yang mengidap stenosis pilorus biasanya memiliki benjolan kecil pada bagian atas perut. Benjolan ini merupakan tanda otot pilorus yang membengkak.

Selain pemeriksaan fisik, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dialami bayi Anda. Gerakan gelombang pada perut bayi juga merupakan ciri khas bayi penderita stenosi pilorus. Pemeriksaan-pemeriksaan yang lebih mendetail juga akan dianjurkan untuk memastikan diagnosis, contohnya tes darah untuk mendeteksi risiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit serta USG dan X-ray guna memeriksa kondisi bagian dalam perut bayi.

Pengobatan Stenosis Pilorus

Penanganan stenosis pilorus akan dilakukan melalui pyloromyotomy. Operasi ini bertujuan untuk melebarkan pilorus.

Pyloromyotomy termasuk prosedur laparoskopi yang hanya membutuhkan satu sayatan kecil sehingga masa pemulihannya tergolong cepat. Bagi bayi yang mengalami dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit, dokter akan menangani kondisi-kondisi tersebut sebelum sang bayi menjalani operasi.

Pasca menjalani operasi, bayi akan diberi asupan cairan melalui infus dan baru bisa menyusu seperti biasa setelah 12 jam hingga satu hari. Bayi juga akan lebih sering lapar sehingga frekuensi menyusu akan meningkat.

Di samping itu, muntah-muntah kemungkinan masih akan dialami oleh sang bayi. Tetapi durasinya hanya selama beberapa hari setelah operasi dengan frekuensi lebih sedikit.

Komplikasi dari pyloromyotomy adalah perdarahan dan infeksi. Tapi ini sangat jarang terjadi. Secara umum, tindakan ini memberikan hasil yang memuaskan.