Tanda-tanda Kematian Sudah di Depan Mata

Waktu persis kematian memang tidak dapat ditentukan. Namun seperti ibu hamil yang merasakan tanda-tanda umum menjelang persalinan, ada beberapa kondisi umum yang dapat dijadikan tanda-tanda kematian sudah dekat, apa pun penyakitnya.

Merawat orang tua atau kerabat yang sudah lanjut usia atau yang sedang sakit parah sering kali mendatangkan kekhawatiran. Pada umumnya, kekhawatiran tersebut disebabkan kita tidak tahu bagaimana cara mengenali waktu-waktu hidup terakhir seseorang. Mengetahui waktu menjelang kematian menjadikan mental kita lebih siap dan waspada.

tanda-tanda kematian-alodokter

Sewajarnya, seseorang akan mengalami perubahan secara fisik dalam beberapa hari atau jam menjelang kematiannya.

Lelah dan mengantuk

Perubahan metabolisme membuat pasien tampak lebih tidak bertenaga, lelah, dan mengantuk. Dia akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur dan bisa jadi tidak sadarkan diri dalam tidurnya.

Tidak ingin makan atau minum

Pasien cenderung menolak makan atau minum dan terlihat kesulitan dalam mengonsumsi makanan, minuman, serta obat melalui mulut. Menjelang kematian, tubuh tidak mampu lagi memproses makanan dengan baik. Mengolesi bibir pasien dengan cairan atau lip balm dapat membantu.

Perubahan napas

Pasien dapat mengalami pernapasan Cheyne-Stokes, yaitu napas tidak dalam yang berubah menjadi lebih cepat, lebih dalam, dan lebih tidak teratur. Bisa jadi terdapat jeda beberapa waktu di sela tarikan napas.

Selain itu tubuh secara alami memproduksi dahak di dalam sistem pernapasan. Dahak ini secara alami akan terbuang melalui batuk. Namun jika tubuh sudah tidak banyak bergerak dan mendekati kematian, dahak menumpuk dan menimbulkan bunyi pada tarikan napas.

Ini cara yang dapat dilakukan jika pasien mengalami kesulitan bernapas:

  • Letakkan bantal di bawah kepalanya.
  • Miringkan kepalanya ke salah satu sisi.
  • Dapat juga menggunakan oksigen atau penyejuk udara.
  • Tanyakan kepada petugas medis adakah obat yang dapat membuatnya bernapas lebih lega.

Halusinasi dan kebingungan

Halusinasi adalah ketika seseorang mengaku melihat sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Selain itu mungkin juga terjadi linglung, seperti ketika pasien tidak mengenali di mana dia berada, jam berapa, atau sedang berada bersama siapa. Disorientasi ini dapat membuat pasien resah dan susah tidur. Kedua hal ini dapat terjadi karena perubahan keseimbangan bahan kimia dalam otak dan konsumsi obat-obatan. Di saat lain, kondisi ini dapat membuat pasien merasa frustrasi, seperti meminta untuk dipindahkan dari tempat tidurnya.

Tangan dan kaki dingin

Perubahan sirkulasi tubuh dapat menyebabkan kaki dan tangan pasien terasa dingin. Kekurangan oksigen dalam darah dapat menyebabkan kulit berubah warna menjadi kebiruan atau sianosis. Kaos kaki dan selimut mungkin dapat menghilangkan rasa dingin.

Enggan berinteraksi

Penurunan kadar oksigen dalam otak serta penurunan aliran darah adalah bagian dari tanda kematian sudah dekat. Kondisi ini membuat seseorang cenderung menarik diri atau enggan bicara. Secara psikologis, ini merupakan cara seseorang untuk menarik diri dari dunia untuk lebih merefleksikan diri sendiri dan bersiap untuk meninggal. Jika pasien memang sudah tidak dapat bicara, pegang tangan atau kepalanya saat Anda bicara di telinganya dengan volume suara yang rendah.

Tidak dapat mengontrol kencing

Kehilangan kemampuan untuk mengontrol saluran kencing karena tidak berfungsinya otot pada area pelvis. Anda dapat membantunya dengan meminta perawat menempatkan kateter atau popok dewasa untuk menjaganya tetap bersih.

Selain tanda-tanda di atas, gejala umum lain yang dapat terjadi adalah:

  • Melambatnya kerja ginjal dan berkurangnya konsumsi cairan membuat volume urine menjadi berkurang atau berwarna gelap.
  • Berkurangnya penglihatan membuat pasien lebih sensitif terhadap cahaya.
  • Mioklonus atau gerakan spontan yang tidak diinginkan dan berkurangnya refleks kaki dan tangan.
  • Berkurangnya kemampuan untuk menolerir rasa sakit.

Pengidap penyakit serius stadium akhir kemungkinan menjadi tidak sadarkan diri beberapa hari atau jam sebelum meninggal. Meski demikian, kadang mereka masih dapat mengetahui keberadaan dan suara orang yang menungguinya.

Menjelang akhir hidup, pasien sering mendadak terlihat lebih sehat dan berenergi. Padahal bisa jadi itu adalah bagian dari proses alami tubuh sebelum dia mengembuskan napas terakhir. Namun Anda tidak akan pernah tahu apakah dia memang membaik atau akan meninggal karena tanda-tanda kematian tiap orang berbeda-beda. Yang pasti jika kondisi tersebut terjadi, manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menunjukkan rasa cinta dan sayang Anda kepada dirinya. Di sisi lain, jika memang sudah waktunya, Anda juga sebaiknya menunjukkan sikap ikhlas dan merelakan kepergiannya. Mendoakan pasien mungkin berguna untuk membuat dirinya merasa lebih tenang.