Tangani Philophobia, Si Gangguan Takut Jatuh Cinta

Meskipun jarang terdengar, philophobia atau perasaan takut jatuh cinta bisa terjadi pada orang di sekitar kita, bahkan termasuk Anda sendiri. Rasa takut jatuh cinta ini kemungkinan besar adalah karena Anda merasa takut gagal dalam menjalin suatu hubungan asmara dengan lawan jenis sehingga tanpa disadari Anda menjadi berusaha melindungi diri dan cenderung mencari aman.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa adanya krisis terhadap pasangan membuat banyak generasi muda memilih untuk tidak memiliki pasangan. Fakta lainnya mengungkap bahwa banyak pasangan yang tidak sanggup mempertahankan hubungannya lebih lama karena menderita philophobia.

Philophobia - alodokter

Pernah disakiti oleh pasangan di masa lalu dan khawatir mengalami kegagalan lagi dalam membina hubungan dengan pasangan, memang berpotensi menyebabkan Anda mengalami philophobia. Namun di lain sisi, Anda tidak boleh terjebak di dalam perasaan tersebut terlalu lama. Kendalikan diri sendiri dan cari cara untuk melenyapkan rasa takut tersebut.

Beberapa cara dalam menghilangkan perasaan takut jatuh cinta yang dapat Anda lakukan, yaitu:

Belajar dari masa lalu

Hubungan cinta Anda di masa lalu berakhir gagal? Inilah saatnya Anda belajar dari kegagalan tersebut. Cobalah mengingat-ingat kembali hal yang menjadi penyebab kegagalan itu. Jika dahulu Anda gagal karena tidak adanya rasa saling pengertian, maka saat memiliki pasangan lagi nantinya, cobalah untuk lebih terbuka pada pasangan dan senantiasa berusaha untuk saling mengerti. Apabila dahulu hubungan Anda gagal karena Si Dia tidak setia kepada komitmen, nanti saat Anda memiliki pasangan lagi, bicarakan mengenai keseriusan dari hubungan ini dan ke mana arahnya di masa depan. Masa lalu memang sudah berlalu, tetapi jika Anda belajar dari masa itu, kegagalan sangat mungkin bisa terhindarkan dan tidak terulang kembali.

Buang pikiran negatif

Ketika akan memulai suatu hubungan lagi, Anda mungkin memiliki pikiran negatif. Misalnya, dia mungkin tidak benar-benar mencintai Anda, dia akan pergi meninggalkan Anda, atau dia mungkin menganggap Anda tidak menarik. Percayalah, semua itu hanya ada di dalam pikiran. Mulai sekarang, jangan tutup pikiran Anda dan buang jauh-jauh pikiran negatif itu karena pada kenyataannya tidak seperti itu.

Jatuh cinta membuat bahagia

Jangan turuti perasaan takut akan jatuh cinta atau philophobia. Pada dasarnya, jatuh cinta justru akan menjadikan Anda bahagia. Memang, pada saat yang sama, apabila perjalanan cinta Anda mengalami masalah, Anda bisa merasa sedih. Tapi nyatanya masalah memang akan selalu datang. Sebagaimana solusi akan berada di pengujung tiap masalah tersebut.

Adanya rasa sedih dan cemas juga menjadi tanda-tanda bahwa Anda sendiri sudah membuka diri dan siap untuk menjalani hidup dengan cara yang baik. Yang terpenting, pertahankan niat nyata di balik usaha Anda, yaitu untuk mendapatkan kebahagiaan. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan berdampak positif bagi kehidupan dan kesehatan. Jadi, jangan ragu untuk bahagia melalui jatuh cinta.

Lebih terbuka

Hindari menutup diri dan berlama-lama dengan gangguan philophobia. Jangan ragu untuk membuka diri dan beraktivitas bersama orang-orang baru. Dari sana, Anda akan melihat bahwa dunia ini ramai dan semua orang membutuhkan cinta. Apabila Anda bertemu dengan orang yang menarik, hindari membatasi diri, misalnya dengan melarang diri Anda menghubunginya, melarang diri sendiri dalam memberikan perhatian, atau melarang diri sendiri menyatakan perasaan.

Biarkan diri Anda berkembang dan perasaan mengalir begitu saja. Menjadi pribadi yang lebih terbuka akan memberi Anda kekuatan, yaitu sesuatu yang bermanfaat jika suatu saat tersakiti lagi.

 

Gejolak emosi dan perasaan di masa lalu yang tidak segera ditangani dapat membuat kondisi philophobia menjadi kronis. Akibatnya, dalam jangka waktu lama dapat memperburuk kualitas hidup. Rasa takut jatuh cinta juga akan membuat Anda merasa kesepian. Tidak diragukan lagi, rasa kesepian inilah yang mungkin menimbulkan berbagai penyakit, baik dari segi fisik maupun psikis. Anda tidak ingin mengalaminya, bukan?