Teknik Dasar Berkomunikasi dengan Penyandang Tunarungu

Tunarungu adalah kondisi terganggunya fungsi pendengaran seseorang yang bisa berlangsung hanya sementara atau permanen. Bagi Anda yang hidup bersama anggota keluarga tunarungu tentu saja akan memerlukan bentuk komunikasi khusus agar maksud pembicaraan bisa tersampaikan dengan baik.

Terdapat dua jenis tunarungu, yaitu bersifat bawaan (sudah ada sejak lahir) dan adventif (terjadi setelah dilahirkan). Tunarungu adventif lebih banyak disebabkan oleh kebisingan. Selain itu, bisa diakibatkan oleh penyebab-penyebab lain, seperti dampak suatu penyakit atau cedera fisik.

tunarungu - alodokter

Cara-cara khusus dalam berkomunikasi dengan pengidap tunarungu sebenarnya tidak sulit, Anda hanya perlu mempelajarinya dan sedikit bersabar sampai akhirnya bisa terjalin komunikasi yang baik antara Anda dan penyandang tunarungu.

Tunarungu Bisa Terjadi akibat Hal-hal Ini

Terdapat berbagai sebab sehingga seseorang bisa mengalami tunarungu. Berikut ini adalah penjelasan secara lengkap.

Genetik - karena adanya mutasi genetik pada saat sel sperma membuahi sel telur. Akibatnya muncul kelainan-kelainan genetik yang dapat mempengaruhi fungsi pendengaran, seperti: Trisomy 13, sindrom lentingnes, dan osteogenesis imerfecta.

Keturunan - kondisi yang dapat diturunkan dari orangtua. Umumnya kelainan yang diturunkan adalah kelainan pembentukan pada tulang telinga bagian dalam.

Sakit ketika di dalam rahim - bayi dapat terlahir dengan kondisi tunarungu akibat terpapar penyakit rubella (campak Jerman), gondok, atau influenza ketika masih di dalam kandungan. Tunarungu pada anak bisa juga diakibatkan oleh dampak obat-obatan dan racun dari makanan, seperti obat kina dan paparan zat merkuri.

Trauma - misalnya mengalami keretakan tengkorak, perubahan tekanan udara, dan perforasi gendang telinga.

Suara keras - Suara petasan, letusan senjata api, atau suara konser musik yang keras dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah pendengaran, terutama jika terpapar dalam jangka waktu yang lama.

Alat Bantu Dengar untuk Tunarungu

Fungsi pendengaran penyandang tunarungu dapat terbantu berkat menggunakan alat bantu dengar. Alat bantu ini dapat berupa implan koklear yang ditanamkan pada telinga melalui pembedahan, atau alat bantu dengar yang bisa dipasang dan dilepas sesuai keinginan. Perangkat pengeras suara juga dapat dipasang di alat elektronik seperti TV, telepon atau radio agar penderita gangguan pendengaran juga dapat menikmati acara dan berinteraksi.

Cara Berkomunikasi dengan Penyandang Tunarungu

Tidak ada alasan untuk tidak berkomunikasi dengan penyandang tunarungu, apalagi jika mereka adalah salah satu anggota keluarga kita di rumah. Anda dapat berkomunikasi dengan penyandang tunarungu, seperti ini:

Cari perhatian

Penting untuk mendapatkan perhatiannya jika Anda berniat untuk berkomunikasi dengannya. Sentuhlah dirinya secara perlahan-lahan untuk memberinya isyarat. Tepukan ringan sebanyak dua kali di pundaknya sudah cukup untuk memperlihatkan maksud Anda.

Sejajarkan posisi wajah

Saat akan mulai berkomunikasi, sejajarkan letak mata Anda. Jika dia sedang duduk, Anda pun disarankan untuk berposisi duduk juga. Sama halnya jika dia sedang berdiri, sesuaikan posisi Anda. Pastikan Anda tidak berada terlalu dekat dengannya agar dia dapat melihat semua bahasa tubuh Anda. Pastikan juga agar lokasi pembicaraan cukup terang. Jika Anda berada di luar, hindari membelakangi matahari agar tidak tertutup bayangan dan lawan bicara Anda tidak langsung menghadap matahari.

Kejelasan visual terhadap gerakan-gerakan Anda adalah hal terpenting bagi dirinya untuk bisa memberikan respons.

Kontak mata

Selama berbicara dengan penyandang tunarungu, jangan lepaskan kontak mata dan konsentrasi dari dirinya. Lepaskan media penghalang apa pun yang bisa mengganggu jalinan komunikasi, seperti masker atau kacamata hitam. Tidak ada salahnya untuk menggunakan ekspresi wajah agar orang tersebut lebih mudah memahami arah pembicaraan.

Bicaralah dengan normal

Hindari berbicara dengan cara berbisik atau mengeraskan suara karena dapat menyulitkan orang tersebut dalam membaca gerak bibir Anda. Sebaliknya, berbicara dengan suara normal akan lebih memudahkan dirinya. Hindari pula berbicara sambil mengunyah atau menutupi mulut Anda.

Pada dasarnya, berikan kemudahan semaksimal mungkin bagi pengidap tunarungu agar dapat memahami tujuan komunikasi yang ingin Anda sampaikan.

Pilih topik pembicaraan yang umum

Perlu diketahui bahwa ketika Anda berbicara, penyandang tunarungu yang mampu menangkap percakapan melalui gerakan bibir hanya mampu memahami sekitar 35 persen dari yang Anda bicarakan. Selebihnya, mereka hanya menebak-nebak topik percakapan yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, penting untuk memilih topik umum pembicaraan agar mereka mudah menangkap isinya. Anda boleh memberikan jeda beberapa kali selama bercakap-cakap untuk memastikan bahwa orang itu tetap memahami pembicaraan tersebut.

Gunakan gerakan isyarat

Selama berbicara, Anda dapat menggunakan gerakan isyarat, misalnya meniru gerakan orang yang sedang makan, minum, berlari, dan lain-lain. Pastikan Anda melakukannya tidak terlalu cepat. Berikan jeda beberapa saat sebelum melanjutkan ke gerakan isyarat berikutnya.

Tetap bersikap sopan

Jagalah sikap Anda untuk tetap sopan selama berbicara dengan penyandang tunarungu. Misalnya, jika tiba-tiba ponsel Anda berdering, beri informasi yang jelas apabila Anda ingin menjawabnya. Pada kesempatan apa pun, jangan pernah menjadikan kondisi tunarungu sebagai bahan candaan.

Berkomunikasi dengan penyandang tunarungu mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi Anda. Jika harus berkomunikasi dengan mereka secara rutin, ada baiknya Anda mempelajari bahasa isyarat yang resmi agar kedua belah pihak dapat saling memahami dengan lebih mudah. Bahasa isyarat menjadikan penyandang tunarungu merasa lebih nyaman daripada harus memerhatikan atau membaca gerak-gerik bibir lawan bicara.