Terapi Hiperbarik, Ketahui Semua Manfaat dan Efek Sampingnya di Sini

Terapi hiperbarik adalah terapi dengan menghirup oksigen murni dalam ruang udara bertekanan tinggi. Ada beragam manfaat maupun efek samping dari metode pengobatan ini. Apa saja? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Dalam ruang terapi hiperbarik, tekanan udara meningkat hingga tiga kali lebih tinggi dari tekanan udara normal. Dengan kondisi tersebut, paru-paru dapat mengumpulkan lebih banyak oksigen murni yang dihirup, ketimbang jika menghirupnya dalam tekanan udara normal. Aliran darah akan membawa oksigen murni tersebut ke seluruh tubuh. Inilah yang kemudian dipercaya membantu tubuh melawan bakteri dan merangsang pelepasan sel induk dan growth factor (Faktor pertumbuhan), yang selanjutnya akan merangsang penyembuhan serta memperbaiki serta menjaga jaringan tubuh Anda tetap sehat.

Pasien akan dimasukkan ke dalam sebuah ruang bertekanan udara dua hingga tiga kali lebih tinggi dari tekanan udara atmosfer normal, sambil diberikan pernapasan oksigen murni (100%) selama satu hingga dua jam. Terapi dapat dilakukan dalam posisi duduk ataupun berdiri. Karena tekanan dalam ruangan tersebut begitu tinggi, beberapa orang mungkin akan merasa kurang nyaman ketika berada di dalamnya. Anda mungkin akan merasakan sakit atau sensasi berdenyut di telinga. Lekas informasikan ke dokter atau petugas terapi jika terjadi hal-hal yang tidak nyaman selama terapi, karena bisa saja hal itu adalah efek samping dari terapi. Setelah terapi, biasanya pasien akan merasa sangat lelah, perasaan melayang, dan kelaparan.

Beragam Manfaat Terapi Hiperbarik

Terapi hiperbarik umumnya ditujukan untuk penyakit dekompresi yang biasa dialami oleh para penyelam laut dalam. Terapi ini juga menjadi terapi tambahan pada berbagai penyakit klinis, seperti infeksi serius. Terapi hiperbarik juga digunakan untuk mengobati beberapa kondisi berikut ini:

  • Infeksi tulang (osteomielitis) atau infeksi kulit yang menyebabkan kematian jaringan.
  • Anemia parah.
  • Gangguan akibat radiasi.
  • Beberapa jenis infeksi otak atau bahkan sinus.
  • Infeksi jaringan otot atau gas gangren.
  • Luka bakar.
  • Gelembung udara dalam pembuluh darah (emboli).
  • Luka bakar atau luka akibat diabetes yang sulit sembuh.
  • Keracunan karbon monoksida.
  • Kehilangan pendengaran tiba-tiba.
  • Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba dan tanpa rasa sakit.
Risiko Terapi Hiperbarik yang Perlu Anda Ketahui

Terapi oksigen hiperbarik umumnya merupakan prosedur yang aman dilakukan. Komplikasi jarang terjadi saat menjalani terapi ini. Meski begitu, terapi ini tetap memiliki beberapa risiko, yakni:

  • Rabun jauh sementara yang disebabkan oleh adanya perubahan lensa mata.
  • Cedera telinga bagian tengah, termasuk risiko gendang telinga pecah, karena meningkatnya tekanan udara.
  • Pneumothorax yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara.
  • Kejang, akibat terlalu banyak oksigen dalam sistem saraf pusat.
Oksigen murni juga dapat menyebabkan kebakaran jika terdapat percikan atau api yang membakar sumber bahan bakar. Saat Anda memasuki ruang terapi hiperbarik, berbagai benda seperti korek api atau perangkat elektronik yang bertenaga baterai tidak bisa dibawa masuk. Selain itu, untuk membatasi sumber bahan bakar, penting juga untuk menghindari semua produk perawatan kulit yang berbasis minyak dan berpotensi menyebabkan kebakaran. Jangan lupa untuk meminta petugas terapi memberikan petunjuk khusus sebelum sesi terapi oksigen hiperbarik dimulai.

Untuk mendapatkan hasil yang efektif, Anda butuh beberapa kali sesi terapi. Hal ini tergantung pada gangguan yang akan diobati, semakin kronis gangguan yang Anda alami, semakin banyak sesi terapi yang harus Anda jalani. Jangan lupa mengonsultasikan rencana pengobatan dan hasil yang akan dicapai dengan dokter Anda.