Terapi Hormonal untuk Pertumbuhan Bisa Membantu Anak Pendek

Gangguan pertumbuhan tinggi badan pada anak dapat membuat orang tua khawatir. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak pendek yaitu memanfaatkan terapi hormonal melalui konsultasi dengan dokter.

Terapi hormonal pertumbuhan dapat menambah hingga 10 cm pada tahun pertama, kemudian pada tahun berikutnya menambah sekitar 7,5 cm. Makin cepat gangguan pertumbuhan bisa diatasi, maka makin tinggi kemungkinan anak dapat tumbuh tinggi secara normal.

Terapi hormonal untuk pertumbuhan bisa membantu anak pendek - alodokter

Upaya Menyeimbangkan Hormon

Keseimbangan hormon pada tubuh manusia terpusat pada kelenjar pituitari di otak. Kelenjar itu pula yang memproduksi hormon pertumbuhan. Fakta inilah yang mendasari bahwa cedera otak parah dapat memicu gangguan hormon pertumbuhan. Dua penyebab lain adalah kelainan fisik di sekitar wajah dan bawaan sejak lahir. Meski demikian, sebagian penyebab gangguan pertumbuhan masih belum diketahui dengan jelas.

Gangguan hormon pertumbuhan tidak hanya menyebabkan anak pendek, namun bisa menghambat masa pubertas juga. Setelah dewasa, tingkatan hormon ini berdampak kepada upaya menjaga struktur dan metabolisme tubuh.

Terapi hormonal pertumbuhan untuk anak merupakan terapi jangka panjang yang dapat berlangsung beberapa tahun. Pada awal terapi, dibutuhkan perhatian khusus dari dokter spesialis anak untuk memastikan hasil dari terapi secara berkelanjutan. Jika dirasa perlu, dokter dapat mengubah dosis berdasar pengamatannya. Terapi hormonal pertumbuhan umumnya berupa suntikan yang dapat dilakukan di rumah sebanyak satu kali tiap hari.

Salah satu studi yang dilakukan sekitar 20 tahun menunjukkan bahwa terapi hormonal dapat membantu anak pendek hingga mencapai tinggi badan normal pada saat dewasa nanti. Terapi ini juga dapat membantu anak-anak yang pertumbuhannya terhambat namun bukan dikarenakan gangguan produksi hormon.

Meski tergolong jarang, terapi hormonal pertumbuhan memiliki beberapa risiko komplikasi, seperti sakit kepala, nyeri otot dan sendi, kecenderungan tubuh menahan cairan, ataupun dislokasi tulang panggul.

Mengenali Gejala Gangguan Pertumbuhan sejak Dini

Penting bagi orang tua untuk bisa mengenali gejala-gejala gangguan hormon pada anak agar tindakan penanganan memanfaatkan terapi hormonal menjadi lebih optimal. Umumnya, jika pertumbuhan tidak proporsional mulai dikenali sejak anak berusia 2-3 tahun. Orang tua dengan dibantu dokter dapat membandingkan pertumbuhan anak dengan standar pertumbuhan.

Penilaian bahwa seorang anak dianggap pendek akibat gangguan pertumbuhan akan didasari oleh perbandingan dengan anak-anak pada umumnya pada usia dan jenis kelamin yang sama. Anak-anak pendek juga tampak lebih gemuk atau lebih muda dibandingkan anak seusianya yang normal, meski untuk tingkat kecerdasan secara umum tetap tidak berbeda.

Untuk memastikan adanya gangguan hormon pertumbuhan pada anak pendek, maka perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Tes darah dapat mengukur hormon pertumbuhan pada tubuh yang dapat berbeda pada waktu siang dan malam. Hanya saja, tes darah tidak cukup.

Dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan dengan X-ray pada tangan untuk memastikan usia tulang sebagaimana bentuk dan ukuran tulang akan tumbuh seiring penambahan usia. Selain itu, pemeriksaan fungsi tiroid dan ginjal dapat mengetahui bagaimana produksi hormon dan bagaimana tubuh memanfaatkannya. Tes-tes lain yang dapat dilakukan adalah MRI untuk memeriksa kelenjar pituitari dan hipotalamus pada otak, faktor pertumbuhan seperti insulin-1, atau pemeriksaan tingkat hormon lain.

Terapi hormonal pertumbuhan bisa menjadi salah satu cara mengoptimalkan tinggi badan pada anak pendek. Meski begitu, terapi tersebut harus selalu dijalani melalui konsultasi dan pengawasan dokter terus-menerus.