Terkena Sengatan Lebah? Tidak Usah Panik

Rasa sakit karena sengatan lebah bisa berlangsung selama beberapa jam.  Tapi, jangan khawatir karena Anda dapat mengobatinya sendiri di rumah.

Biasanya, sengatan lebah tidak membutuhkan tindakan medis. Setelah beberapa jam, rasa sakit akan membaik dengan sendirinya, kecuali jika terjadi alergi atau sengatan terjadi secara berulang-ulang.

terkena sengatan lebah tidak usah panik - alodokter

Pertolongan Pertama Jika Tersengat Lebah

Sengatan lebah dapat diobati dengan pertolongan pertama. Berikut ini bisa menjadi langkah-langkah yang dapat dilakukan:

Cabut bekas sengatan

Saat menyengat, biasanya lebah meninggalkan sengatan. Cabut sengatan itu dengan menggunakan benda-benda yang permukaannya pipih dan keras, misalnya dengan menjepit menggunakan dua kartu yang tipis. Hindari menekan-nekan bekas sengatan, sebab akan membuat racun sengatan menyebar ke tubuh.

Cuci bekas sengatan

Cuci bagian yang tersengat dengan menggunakan sabun. Setelah itu berikan salep antibiotik.

Gunakan es batu

Setelah sengatan berhasil dicabut, letakkan es batu di handuk kecil atau lap, lalu tempelkan pada kulit yang bengkak karena tersengat.

Berikan obat pereda nyeri

Berikan obat pereda nyeri seperti ibuprofen, parasetamol, atau aspirin. Perlu diingat, aspirin hanya boleh diberikan pada penderita usia 16 tahun ke atas.

Periksakan diri ke rumah sakit Bila tanda-tanda alergi tergolong berat, Anda disarankan segera ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Tanda-Tanda Alergi Terhadap Sengatan Lebah

Agar dapat ditangani secepatnya, Anda perlu mengetahui tanda-tanda alergi terhadap sengatan lebah. Tanda-tanda alergi ringan terhadap sengatan lebah, yaitu:

  • Mungkin muncul ruam dan gatal-gatal di seluruh tubuh,
  • Muncul rasa perih di tempat yang disengat,
  • Terjadi pembengkakan,
  • Muncul bercak putih tepat di bagian yang disengat,
  • Timbul kemerahan di sekitar bagian yang disengat.

Jika terjadi reaksi alergi ringan, dokter biasanya akan memberi obat yang mengandung antihistamin. Dengan catatan, alergi ringan ini tidak disertai oleh gangguan pernapasan.

Selain alergi ringan, ada juga alergi berat. Tanda-tandanya adalah sulit bernapas karena adanya pembengkakan yang menghalangi udara ke paru-paru atau mengalami tekanan darah rendah.

Dokter akan menangani alergi berat dengan cara memberikan cairan melalui infus, suntik antihistamin, dan mungkin juga meletakkan alat bantu pernapasan di trakea, berupa pipa untuk bernapas. Reaksi alergi berat ini disebut anafilaksis.

Akibat lain dari sengatan lebah seperti sakit kepala, perut kram, hingga demam dan kejang, mungkin akan muncul jika Anda tersengat lebah berkali-kali, bahkan hingga 12 kali. Anda harus segera ke bagian gawat darurat, sebab kondisi ini sudah memasuki tahap darurat medis dikarenakan racun yang menumpuk di tubuh.

Cara Mencegah Agar Tidak Disengat Lebah

Agar pengalaman tersengat lebah tidak terulang lagi, Anda disarankan mengetahui beberapa cara untuk mencegah sengatan lebah berikut ini:

  • Lebah tertarik dengan soda. Oleh karena itu hindari minum soda dari kaleng atau wadah yang terbuka, agar lebah tidak mendekat.
  • Jika Anda gemar berkebun atau sedang membersihkan halaman, usahakan memakai sarung tangan, kaus kaki, dan sepatu.
  • Gunakan tempat sampah berpenutup sebagai wadah sampah, agar lebah tidak tertarik mendekat.
  • Saat bepergian menggunakan mobil, tutup jendela rapat-rapat agar tidak ada lebah yang masuk.
  • Apabila ada lebah di sekitar Anda, jangan berusaha untuk memukulnya. Juga, jangan berusaha cepat-cepat pergi. Sebaliknya, Anda harus tetap tenang, menunggu lebah itu pergi dengan sendirinya atau Anda pergi perlahan-lahan.

Sakit karena sengatan lebah memang akan membaik beberapa jam kemudian. Namun, mengingat rasanya yang tidak nyaman, Anda dianjurkan untuk selalu mencegah terjadinya sengatan.