Terlalu Semangat Bercinta, Penis Patah Bisa Mengintai

Walau tak bertulang, ternyata penis juga bisa patah. Dan penyebab penis patah pun bisa bermacam-macam.

Penis patah tak hanya ada di dalam skenario serial-serial kedokteran. Penis patah atau fraktur penis bisa dialami oleh para lelaki dalam kehidupan nyata sehari-hari, meskipun hal ini memang jarang terjadi.

Terlalu Semangat Bercinta Penis Patah Bisa Mengintai - alodokter

Yang terjadi ketika penis patah

Penis patah dapat dialami oleh kaum lelaki jika ada trauma pada penis yang sedang ereksi. Selama ereksi, penis membesar karena dialiri oleh darah. Jika penis yang sedang ereksi tersebut dibengkokkan secara paksa atau tiba-tiba, selaput yang bernama tunica albuginea pun akan putus.

Tunica albuginea adalah jaringan fibrosa atau fascia yang sangat kuat. Fungsinya yaitu membungkus dan melindungi corpus cavernosum (bagian dari penis yang membesar akibat aliran darah dan bertangung jawab akan terjadinya ereksi). Sayangnya, jaringan ini menjadi paling rentan ketika penis sedang ereksi karena dapat membentang dan menipis hingga sepersepuluh dari ketebalan normal.

Nah jika tunica albuginea putus, darah pun akan bocor ke sekitar penis. Lelaki yang penisnya patah akan mendengar suara retakan diikuti dengan nyeri yang parah. Penis pun kemudian menjadi memar, membengkak sehingga bentuk penis seperti tidak wajar, dan tidak bisa ereksi.

Putusnya tunica albuginea juga dapat memengaruhi uretra (saluran keluar urine) dan corpus spongiosum, yaitu jaringan spons yang menyelubungi dan menutup uretra saat ejakulasi. Ini membuat darah kemungkinan akan terlihat pada pembukaan kemih penis.

Penyebab penis patah

Penis patah paling sering terjadi ketika sedang melakukan hubungan seksual. Namun tak jarang pula akibat masturbasi yang terlalu agresif atau sebab lainnya.

Posisi bercinta

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa posisi bercinta woman-on-top atau wanita berada di atas menjadi risiko terbesar penis patah. Dalam posisi ini, wanita biasanya menumpukkan seluruh berat tubuhnya pada penis yang sedang ereksi dan mengontrol gerakan. Sayangnya, dia tidak sadar saat posisi penetrasi penis tidak wajar dan tidak merasakan sakit apa pun ketika penis tertekuk. Jika pria yang mengendalikan gerakan, ia bisa menghentikan penetrasi jika mengalami rasa sakit.

Selain posisi tersebut, posisi seksual yang agresif atau seks akrobatik juga berisiko membuat penis menjadi patah. Penis patah juga bisa terjadi jika penis menabrak tulang kemaluan wanita dengan gerakan cepat.

Penyebab lainnya

Risiko penis patah tidak terbatas pada hubungan seksual saja. Pria bisa jatuh dan menderita penis patah jika dia mendarat di atas penisnya yang sedang ereksi. Bisa juga jika bertabrakan kencang dengan benda atau orang lain ketika sedang ereksi.

Penis patah memerlukan perhatian medis segera. Jika tidak diobati, penis patah kemungkinan bisa membuat penis berubah bentuk. Tidak mampu ereksi lebih lama selama berhubungan seks alias disfungsi ereksi juga bisa menjadi efek samping permanen penis patah.

Jadi, jika Anda atau orang di sekitar mengalami penis patah, segera menuju ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan secepatnya. Bagi kaum adam yang memiliki fantasi seks melebihi normal, berhati-hatilah untuk mencegah risiko penis patah.