Ternyata Manfaat Mencukur Bulu Kemaluan Tidak Sepenting yang Diduga

Sebenarnya tidak ada manfaat mencukur bulu kemaluan dari sudut pandang medis. Keputusan untuk mencukurnya atau tidak adalah pilihan Anda. Meski Anda tidak mencukurnya, tidak berarti bagian tersebut menjadi kotor. Begitu juga sebaliknya, tidak serta merta menjadikan bagian tersebut lebih bersih.

Manfaat mencukur bulu kemaluan yang dirasakan selama ini kemungkinan besar hanyalah soal penampilan. Misalnya, bulu tidak menyembul ketika Anda mengenakan pakaian renang. Bahkan ada model mencukur bulu kemaluan tertentu yang bertujuan menghindari terlihat orang lain. Sebab, di negara-negara tertentu, kondisi bulu kemaluan yang kurang stylish, akan mendapat tekanan dari orang-orang di sekitar.

Benefits of Intimate Grooming (1)

Menjaga Kebersihan Bagian Kemaluan

Daripada sibuk mencari manfaat mencukur bulu kemaluan, lebih baik Anda fokus dalam menjaga kebersihan area kemaluan. Jika Anda begitu perhatian dalam merawat rambut kepala, disarankan untuk memperlakukan hal yang sama kepada bulu kemaluan. Jangan sampai bulu-bulu yang tidak terawat memunculkan aroma tidak sedap pada bagian intim.

Cara membersihkan area intim Anda sebenarnya mudah saja, yaitu dengan mandi air hangat atau air dingin secara rutin, segera mengganti pakaian bila berkeringat atau sehabis berenang. Anda juga disarankan untuk jangan mengenakan pakaian ketat terlalu lama atau terlalu sering.

Ada beberapa produk untuk daerah intim, seperti tisu penyegar, pembersih, dan wewangian yang dapat digunakan untuk merawat daerah intim. Namun, sebenarnya produk-produk itu pun tidak perlu digunakan secara rutin. Sebab, ada juga produk yang justru mengganggu pH normal serta menyebabkan iritasi.

Shaving atau Waxing?

Jika Anda merasakan sisi kenyamanan dari manfaat mencukur bulu kemaluan, maka boleh-boleh saja jika Anda rutin melakukannya. Dalam hal ini, ada dua metode dalam membersihkan bulu kemaluan yang aman, yaitu:

Shaving

Shaving atau mencukur bulu kemaluan dapat dilakukan sendiri, meski perlu diingat bahwa Anda harus lakukan secara berhati-hati. Cukurlah dengan cara merenggangkan kulit bagian ini agar kencang, barulah mencukur bulu-bulunya. Perhatikan arah mencukur, ikuti arah tumbuh bulu dan jangan mencukur ke arah sebaliknya. Posisi pisau cukur juga harap diperhatikan. Sering-seringlah mengganti pisau cukur untuk menghindari luka goresan. Anda juga dapat menggunakan krim cukur untuk membantu melindungi kulit yang sensitif. Ketahui juga bahwa setelah mencukur bulu kemaluan, ada beberapa hal yang mungkin terjadi, misalnya:

  • Bulu akan tumbuh lagi dalam beberapa hari kemudian.
  • Permukaan kulit pada area yang ditumbuhi rambut baru akan terasa gatal.
  • Kadang-kadang ada rambut yang tumbuhnya ke arah dalam dan berpotensi menimbulkan jerawat sehingga terasa sakit.
  • Kulit berisiko mengalami infeksi setelah mencukur.

Waxing

Waxing adalah teknik merontokkan atau mencabut bulu kemaluan. Teknik ini dapat dilakukan di ruah. Tapi karena alasan kepraktisan, disarankan untuk melakukannya dengan seorang ahli atau orang yang terlatih. Anda bisa mendapatkan perawatan ini di salon-salon atau klinik kecantikan. Sesuai namanya, waxing, teknik merontokkan atau mencabut bulu ini menggunakan cairan lilin (wax) hangat. Cairan lilin akan dibubuhkan pada daerah yang bulunya ingin dicabut. Setelah ditetesi cairan lilin dan ditempelkan strip, kemudian strip yang telah melekat dengan bulu akan ditarik. Dengan cara ini, bulu akan tercabut dengan lebih mudah. Sebelum melakukan waxing, sebaiknya Anda memastikan salon atau klinik yang kebersihannya terjamin dan memiliki tenaga profesional yang berlisensi.

Sekarang, keputusan di tangan Anda, apakah ingin mencukur bulu kemaluan atau tidak karena Anda pun sudah mengerti bahwa tidak ada manfaat mencukur bulu kemaluan secara medis. Di sisi lain, adanya bulu kemaluan justru dapat dimanfaatkan sebagai pelindung organ intim dari kemungkinan masuknya bakteri atau virus.