Tetap Sejahtera Saat Sakit di Usia Senja

Seiring dengan banyaknya risiko penyakit yang diderita, orang lanjut usia (lansia) adalah kelompok yang paling membutuhkan asuransi kesehatan.

Asuransi kesehatan diperlukan agar tabungan yang sudah dikumpulkan seumur hidup tidak habis untuk biaya berobat di masa tua.

Tetap Sejahtera Saat Sakit di Usia Senja, Alodokter

Umumnya perusahaan asuransi hanya memberikan pertanggungan hingga usia 65 tahun. Mereka yang baru mendaftar asuransi di usia tua, umumnya lebih merasa terbebani karena premi yang dibayar berkali-kali lipat dibandingkan pengguna yang sudah berasuransi sejak muda. Selain itu, karena dianggap lebih berisiko dibandingkan anak muda, lansia perlu menjalani pemeriksaan kesehatan yang kadang-kadang membuat aplikasi mereka tidak disetujui pihak asuransi.

Oleh karenanya, ketika membeli asuransi untuk lansia, ada beberapa hal yang patut menjadi pertimbangan.

Awali dengan memeriksa kelengkapan pertanggungan

Ketika membeli asuransi untuk balita atau dewasa muda, orang-orang pada umumnya kurang begitu memperhatikan kelengkapan biaya kesehatan yang ditanggung karena merasa masih sehat. Namun dalam pemilihan asuransi kesehatan lansia, perlu dipastikan kelengkapan mencakup seluruh kebutuhan yang meliputi:

  • Biaya rawat jalan: biaya konsultasi ke dokter dan atau biaya pembelian obat.
  • Biaya pemeriksaan lebih lanjut: tes laboratorium.
  • Rawat inap: untuk pasien yang memerlukan observasi sehingga harus menginap di rumah sakit. Meliputi biaya kamar, perawatan, obat-obatan, kunjungan, dan tindakan dokter.
  • Terapi atau penanganan khusus seperti fisioterapi, kemoterapi, atau penyembuhan pascaoperasi.

Perhatikan apakah komponen yang ditanggung mencakup hal-hal berikut:

  • Biaya kamar & menginap.
  • Biaya kamar ICU/ICCU.
  • Biaya aneka perawatan rumah sakit.
  • Biaya operasi/pembedahan (termasuk biaya pembiusan dan biaya kamar bedah, dan 31 hari sebelum/sesudah bedah).
  • Biaya kunjungan dokter di rumah sakit.
  • Biaya kunjungan dokter ahli di rumah sakit (per perawatan).
  • Biaya pemeriksaan laboratorium & tes diagnostik (7 hari sebelum rawat inap).
  • Biaya konsultasi lanjutan hingga 60 hari setelah lepas rawat.
  • Biaya ambulan.
  • Biaya rawat jalan darurat akibat kecelakaan.
  • Biaya rawat jalan darurat gigi akibat kecelakaan.
  • Biaya operasi/bedah plastik akibat kecelakaan.
  • Transplantasi organ tubuh (jantung, hati, paru-paru, ginjal,dan sumsum  tulang).

Jujur menyatakan kondisi yang sudah ada sebelumnya

Tidak bersikap jujur dalam menginformasikan kondisi-kondisi yang telah dialami sebelumnya dapat membuat klaim Anda tidak dibayar. Kondisi yang dimaksud  adalah penyakit yang sudah diderita sebelum seseorang mengisi formulir pendaftaran asuransi. Penyakit tersebut bisa berupa:

Yang perlu diperhatikan oleh pengidap kondisi-kondisi ini saat memilih asuransi adalah apakah semua biaya obat-obatan dalam jangka panjang serta biaya konsultasi ke dokter selama dan setelah perawatan juga akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Jangan lupa untuk mencermati asuransi penyakit kritis

Asuransi penyakit kritis umumnya membayarkan dana sebesar uang pertanggungan ketika pemegang polis asuransi terkena penyakit kritis. Penyakit kritis yang dimaksud adalah jenis penyakit yang dapat membahayakan nyawa, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke.

Umumnya orang mengira bahwa dirinya akan langsung mendapat perlindungan begitu terdiagnosis penyakit kronis stadium awal, seperti kanker serviks stadium 1. Ternyata kebanyakan asuransi penyakit kritis baru akan membayar klaim saat penyakit seseorang sudah masuk ke stadium lanjut (stadium 4 ke atas).

Pahami tentang dana pertanggungan

Cermati juga uang pertanggungan yang bisa menjadi tumpang tindih. Misalnya ada asuransi yang menawarkan pertanggungan asuransi kritis 50 juta, pertanggungan jika terjadi cacat tubuh 50 juta, dan santunan jika meninggal 100 juta. Jangan sampai Anda tidak membaca syarat-syarat yang ternyata membuat Anda tidak menerima manfaat maksimal. Pastikan Anda membaca dengan saksama dan dengan pemahaman yang sama dengan yang tertulis di polis.

Jalan terbaik adalah berasuransi sejak muda, saat kondisi badan masih sehat dan premi asuransi belum begitu tinggi. Sehingga di masa tua segalanya sudah siap jika sewaktu-waktu mengalami sakit atau musibah.

Selain itu, karena kebanyakan asuransi hanya menanggung nasabah hingga usia 65 tahun, maka perlu juga menabung untuk dana kesehatan darurat agar dapat digunakan setelah usia tersebut. Langkah lainnya bisa juga menggunakan asuransi yang memberikan perlindungan hingga usia 80 tahun atau bahkan seumur hidup.