Tidak Ada Kata Terlambat Bagi Bayi Untuk Merangkak

Merangkak penting untuk bayi karena dapat memperkuat otot-ototnya sebagai pendukung tahap perkembangan berikutnya, yaitu berjalan. Secara tradisional, bayi belajar merangkak dengan menyeimbangkan tubuhnya dalam posisi bertopang pada tangan dan lutut terlebih dahulu. Setelah itu, dia akan mencari cara untuk bisa bergerak maju dan mundur dari posisi ini dengan mendorong lututnya.

Keterampilan merangkak diawali oleh kemampuan untuk duduk. Pada usia enam bulan, bayi sudah bisa duduk dengan kepala tegak. Sementara pada usia sembilan bulan, bayi pada umumnya sudah bisa duduk sendiri tanpa perlu dibantu atau ditopang. Sementara itu, bayi belajar merangkak saat berusia 6-10 bulan. Namun, sebagian anak bisa saja tidak pernah belajar merangkak dan lebih memilih untuk mengesot, merayap, atau bahkan langsung kepada tahap berdiri dan berjalan.

Tidak Ada Kata Terlambat Bagi Bayi Untuk Merangkak - Alodokter

 

Jika Si Kecil sudah berusia 10 bulan dan belum juga bisa merangkak, Bunda tidak perlu panik dengan berasumsi bahwa perkembangan anak terlambat untuk bisa merangkak karena, mungkin mungkin saja dia termasuk tipe bayi yang melewati tahap merangkak dan langsung masuk ke tahap berikutnya.

Berikut adalah tahapan-tahapan bayi merangkak.

  • Selama beberapa bulan, bayi secara bertahap akan belajar untuk bergerak dengan penuh percaya diri dari posisi duduk kepada posisi merangkak.
  • Dalam posisi merangkak, dia segera menyadari bahwa dirinya dapat memaju-mundurkan tubuhnya di tempat.
  • Setelah bayi berusia sekitar 9-10 bulan, dia akan mengetahui bahwa dirinya kini tidak hanya bisa bergerak di tempat saja, tapi bisa bergerak merangkak ke depan dengan mendorong lututnya.
  • Bila sudah lancar merangkak, dia akan belajar bagaimana caranya bergerak dari posisi merangkak kembali kepada posisi duduk.
  • Si Kecil akan menguasai teknik merangkak yang lebih canggih, yaitu bergerak dengan lengan dan kaki dari sisi yang berlawanan ketimbang dari sisi yang sama, misalnya tangan kanan dan kaki kiri maju terlebih dahulu, lalu tangan kiri dan kaki kanan, kemudian seterusnya.
  • Saat berusia setahun, bayi sudah bisa mahir dalam keterampilan merangkak bila sebelumnya terus dilatih.

Jika bayimu tidak menjalani tahapan merangkak di atas, dan termasuk kepada tipe anak yang lebih memilih mengesot, merayap, atau langsung lompat ke tahap berjalan, jangan khawatir karena selama dia bisa makin gesit bergerak berarti perkembangannya baik-baik saja.

Yang harus perlu Bunda waspadai, adalah jika anak tidak dapat menyokong berat badannya sendiri atau tidak memiliki energi untuk bergerak ke area sekitarnya. Bila karakteristik bayi Bunda tampak menyerupai dalam kondisi ini, segera konsultasikan kepada dokter anak. Bayimu mungkin memiliki tonus otot yang lemah, yaitu ketika otak tidak mengirimkan rangsangan saraf kepada otot atau otot tidak menerima rangsangan saraf dari otak. Kemungkinan lainnya adalah anak tidak menjalani tahapan tengkurap untuk waktu yang cukup.

Tanda-tanda lain yang perlu diwaspadai adalah  jika bayi sama sekali tidak mampu berguling, merayap, atau merangkak meski usianya sudah mencapai setahun. Sama halnya jika bayi  cenderung hanya menggerakkan satu sisi tubuh saja. Tanda-tanda semacam ini bisa menjadi berbahaya atau mungkin menunjukkan adanya gangguan saraf, seperti penyakit lumpuh otak atau cerebral palsy