Tidak Ragu Lagi Makan Ikan Air Tawar Setelah Baca Ini

Sekitar 41 persen dari keseluruhan jenis ikan berada di air tawar yang umumnya hidup di sungai dan danau. Tidak heran jika ikan air tawar merupakan salah satu sumber makanan yang akrab disajikan sebagaimana lingkungan tempat tinggal manusia pada umumnya lebih berdekatan dengan sungai dan danau dibandingkan dengan laut.

Ikan sendiri baik yang berasal dari air tawar maupun air laut memiliki posisi penting sebagai sumber makanan sekaligus menunjang kesehatan tubuh. Daging ikan kaya akan asam lemak omega-3, protein, selenium, dan vitamin D. Kelebihan ikan lainnya adalah hanya sedikit mengandung lemak jenuh.

tidak ragu lagi makan ikan air tawar setelah baca ini - alodokter

Meski memiliki berbagai kelebihan, konsumsi ikan sendiri masih rendah. Di Indonesia sendiri, konsumsi ikan per kapitanya masih lebih rendah jika dibandingkan negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Berdasarkan data yang dirilis Kementrian Kelautan dan Perikanan, konsumsi ikan nasional pada tahun 2014 baru mencapai 38 kg per kapita per tahun.

Kandungan Gizi Ikan Air Tawar

Di Indonesia, ikan air tawar sudah akrab dijadikan sebagai menu sehari-hari. Selain menjadi hidangan yang lezat, tanpa disangka, ikan-ikan tersebut memiliki kandungan gizi yang tidak boleh diremehkan.

  • Ikan nila

Keunggulan ikan nila adalah memiliki rasa yang enak dan mudah diolah. Ternyata ikan ini kaya akan vitamin B12 yang merupakan senyawa penting untuk tubuh dalam menjaga energi. Ikan ini juga kaya akan protein, vitamin, dan mineral sehingga layak dijadikan sebagai menu pilihan yang menyehatkan. Konsumsi ikan nila juga baik, bahkan bagi orang-orang yang sedang sakit atau orang tua yang berisiko terhadap penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi karena ikan ini rendah lemak.

  • Ikan kakap putih

Ikan kakap putih atau Nile Perch umumnya memiliki ukuran yang besar sehingga biasa tersedia dalam bentuk fillet atau bistik atau steak. Meski berukuran besar, tekstur daging ikan kakap bertekstur lembut dan mudah dicerna tubuh sehingga tidak mengherankan bahwa aneka masakan berbahan dasar ikan kakap sudah dikenal populer di berbagai kawasan di Indonesia. Ikan ini juga layak dijadikan menu andalan karena merupakan salah satu sumber terbaik asam lemak omega-3.

  • Ikan sarden air tawar

Ikan sarden air tawar adalah merupakan ikan kecil berwarna keperak-perakan dengan rasa yang unik. Ikan ini biasa dikeringkan terlebih dahulu untuk kemudian dikonsumsi secara utuh. Karena sudah dikeringkan, ikan ini bisa disimpan dalam waktu yang relatif lebih lama. Selain itu, harga ikan ini terjangkau alias murah meriah. Tapi meski murah meriah dan berbentuk kecil, ikan sarden air tawar ternyata kaya akan kalsium, potassium dan magnesium. Ketiga senyawa tersebut sangat penting untuk perkembangan gigi dan tulang anak-anak, serta nutrisi yang berguna bagi kesehatan ibu hamil. Vitamin A, B, dan B kompleks pun bisa didapatkan dari konsumsi ikan sarden.

  • Ikan lele

Jika ada ikan yang paling terkenal di Indonesia karena begitu mudah didapat, maka lele adalah jawabannya. Ikan ini sendiri sejatinya sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu di Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Ikan ini dianggap memiliki rasa yang enak dan tinggi kandungan vitamin D. Meski ikan lele yang diternakkan mengandung asam lemak omega-3 yang rendah, namun tetap memiliki asam lemak omega-6 yang tinggi.

  • Ikan mujair

Ikan air tawar yang bernama Mozambique tilapia ini dikenal di Indonesia dengan sebutan mujair. Karena masih satu famili dengan ikan nila, menjadikannya sulit membedakan antara keduanya oleh mata awam. Ikan ini memiliki sejarah yang panjang bahkan hingga 2500 tahun lalu sudah dibudidayakan untuk dijadikan bahan konsumsi manusia. Nilai gizi ikan yang juga dikenal dengan sebutan Java tilapia ini adalah 96 kilo kalori dalam tiap 100 gram daging mentah. Sementara itu, kandungan proteinnya adalah 19,2 persen dan lemak sebesar 2,3 persen dari beratnya.

Jangan Takut Mengonsumsi Ikan

Isu pencemaran air kerap menjadi dasar dari ketakutan mengonsumsi hasil ikan. Bukan hanya ikan air tawar, ketakutan tersebut juga berlaku terhadap konsumsi ikan laut. Padahal, menurut seorang ahli Jantung, yang harus dikhawatirkan adalah berisikonya kesehatan tubuh akibat tidak mau mengonsumsi ikan.

Namun, setidaknya untuk meminimalkan risiko pencemaran, banyak cara yang bisa ditempuh. Salah satunya adalah memilih ikan hasil budidaya daripada hasil tangkapan dari alam. Hanya saja, beberapa spesies, seperti salmon, tetap saja harus diwaspadai karena kemungkinan besar tetap mengandung zat berbahaya. Hal ini memungkinkan karena pakan salmon berupa ikan yang mungkin saja terkontaminasi bahan berbahaya.

Hal ini berlaku juga untuk ikan air tawar yang berasal dari sungai atau danau. Penting untuk meminta pendapat otoritas lokal mengenai kelayakan ikan hasil tangkapan tersebut untuk dikonsumsi.