Tinea Barbae, Infeksi Jamur pada Janggut Pria

Tinea barbae atau infeksi jamur, yang khususnya berada di area wajah dan leher yang berjanggut. Kondisi ini lebih dikenal dengan kurap. Ditandai dengan kulit gatal yang tampak seperti kerak.

Kondisi ini biasanya terjadi pada pria dewasa atau pria yang usianya lebih tua, juga pada orang dengan pola kebersihan diri yang kurang baik.  Selain itu, penyakit ini biasanya dialami orang yang berhubungan dengan ternak, seperti peternak sapi.

tinea barbae - alodokter

Gejala yang Timbul

Kurap atau tinea, merupakan sebuah infeksi pada permukaan kulit, rambut, maupun kuku yang disebabkan oleh jamur. Pada tinea barbae, area tekena infeksi dapat terlihat melingkar seperti cincin, dengan bagian tengah dari area tampak bersih seperti botak. Kurap ini juga tampak seperti ketombe, berupa serpihan-serpihan atau kerak berwarna putih yang menempel, dan dapat tampak mengelupas dari permukaan kulit yang mengalami kelainan ini.

Namun, jangan heran ketika tinea barbae muncul dengan warna kebalikannya, yaitu hitam. Hal ini disebabkan pangkal rambut yang rusak di kulit. Selain berwarna putih dan hitam, tinea barbae juga sering muncul dalam warna merah yang disertai bengkak maupun benjolan kecil pada permukaan kulit, dan menyerupai lecet.

Jika Anda dekat dengan ternak dan terkena tinea barbae, segera periksa semua kondisi ternak yang ada di sekitar. Kemungkinan besar ternak tersebut juga mengalami infeksi jamur atau kurap yang kemudian dapat ditularkan ke manusia. Menghilangkan sumber infeksi akan membantu menghentikan penyebarannya. Dengan kata lain, hewan yang terkena jamur harus disembuhkan juga.

Cara Mengatasi Tinea Barbae

Bagi Anda yang memiliki gejala seperti di atas, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melihat bentuk ruam dari kurap tersebut. Jika perlu, dokter akan melakukan pengambilan sampel dari kulit atau rambut untuk memastikan jenis jamur penyebabnya.

Untuk pengobatan, kemungkinan dokter akan memberikan sampo khusus serta obat antijamur secara bersamaan, karena jika hanya menggunakan sampo, kemungkinan tidak cukup efektif mengatasi tinea barbae. Obat yang diberikan tergantung kondisi penderita, dan kemungkinan perlu diberikan secara intensif, mulai dari 4-12 minggu.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Jika Anda belum pernah terkena tinea barbae, sebaiknya melakukan pencegahan. Apabila Anda sudah pernah mengalami penyakit ini pun disarankan untuk melakukan beberapa hal agar tinea barbae tidak datang lagi. Bagaimana cara mencegahnya?

  • Menjaga kebersihan kulit sekitar janggut. Cuci janggut setidaknya satu bulan sekali menggunakan sampo. Pilih sampo yang menggunakan selenium sulfide untuk mencegah jamur datang. Hindari memakai sisir, handuk, dan topi bergantian dengan orang lain.
  • Jangan biarkan bagian janggut lama dalam keadaan basah. Keringkan segera setiap habis mandi atau pada saat terkena air. Area janggut yang tetap kering dan bersih membantu menghindari area tersebut dari perkembangan jamur.
  • Jangan lupa, ganti sisir Anda dengan yang baru, terutama ketika sudah mulai melakukan pengobatan. Hal ini bertujuan untuk mencegah perpindahan infeksi jamur dari tinea barbae yang sedang dalam masa pemulihan.
  • Perhatikan juga kebersihan pakaian, seperti baju, handuk, dan seprai. Ganti secara berkala dan cuci dengan menggunakan air hangat. Perhatikan juga tempat menjemur yang aman. Jangan sampai terjangkau hewan ternak atau tempat-tempat yang berpotensi terkena kuman.

Waspadai tinea barbae pada area wajah dan leher, terutama pria yang memelihara janggut. Menjaga kebersihan tubuh dapat mencegah infeksi jamur tersebut. Jika Anda mencurigai terkena tinea barbae, konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.