Tramadol

Pengertian Tramadol

Tramadol adalah salah satu obat pereda rasa sakit kuat yang digunakan untuk menangani nyeri sedang hingga berat (misalnya nyeri setelah operasi). Tramadol bekerja dengan cara memengaruhi reaksi kimia di dalam otak dan sistem saraf yang pada akhirnya mengurangi sensasi rasa sakit.

Merek dagang: Contram 50, Orasic, Tradosik, Tramofal, Dolgesik, Radol dan Tramal

Orthopaedic surgeon examining woman's knee

Tentang Tramadol

Golongan Analgesik opiate
Kategori Obat resep
Manfaat Meredakan nyeri sedang hingga berat
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak di atas umur 12 tahun
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk obat Kapsul, tablet, obat larut, suntik

Peringatan:

  • Jangan mengonsumsi tramadol lebih dari 400 mg per hari.
  • Untuk pengguna berusia 75 tahun ke atas, dosis maksimum per hari adalah 300 mg.
  • Tramadol sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak usia di bawah 17 tahun karena dapat menimbulkan efek samping yang parah, walaupun jarang terjadi, yaitu kesulitan benapas.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan ginjal, hati, prostat, pernapasan, kelenjar adrenal, tiroid, epilepsi, hipotensi (tekanan darah rendah), konstipasi, peradangan usus, myastenia gravis, gangguan saluran empedu, atau jika baru mengalami cedera kepala berat.
  • Perlu diingat bahwa ada beberapa jenis obat yang mengandung tramadol, tapi tidak 100 persen. Pastikan untuk membaca bahan yang terkandung dalam tiap obat. Hindari mengonsumsi dua atau lebih obat-obatan yang mengandung tramadol secara bersamaan untuk menghindari overdosis
  • Waspadai penggunaan tramadol pada orang dengan ketergantungan obat-obatan atau minuman keras.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis Tramadol

Dosis penggunaan tramadol tergantung pada tingkat keparahan nyeri yang dirasakan oleh pasien. Meskipun begitu, konsumsi obat ini tidak boleh melebihi 400 mg per hari.

Tujuan Dosis dan Frekuensi
Untuk mengurangi rasa sakit secara cepat 50-100 mg per 4-6 jam

Dosis penggunaan tramadol untuk jangka waktu yang lebih panjang akan diatur oleh dokter sesuai dengan kondisi kesehatan dan perkembangan pemulihan pasien. Untuk anak-anak usia di bawah 12 tahun, dosis dan penggunaan tramadol akan disesuaikan. Sementara itu, bagi manula yang berusia di atas 75 tahun, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi tramadol lebih dari 300 mg per hari.

Mengonsumsi Tramadol dengan Benar

Tramadol dapat digunakan sebelum atau sesudah makan, dan sebaiknya digunakan hanya ketika sakit mulai muncul.

Gunakan tramadol segera untuk menggantikan jadwal penggunaan yang terlewat jika jeda dengan jadwal berikutnya tidak terlalu dekat. Namun jika jedanya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Jangan melebihi dosis serta durasi penggunaan yang telah ditentukan oleh dokter karena dapat menyebabkan ketergantungan. Penghentian penggunaan obat ini harus dilakukan secara bertahap, sesuai dengan petunjuk dokter.

Selama mengonsumsi tramadol, pasien dianjurkan untuk menghindari minuman keras dan obat-obatan yang dapat berdampak pada tingkat kesadaran (misalnya antihistamin dan obat penenang atau sedatif).

Selama menjalani pengobatan dengan tramadol, disarankan untuk tidak mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin berat untuk menghindari kecelakaan.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan tramadol bersamaan dengan obat-obatan tertentu, di antaranya:

  • Meningkatkan potensi efek samping yang fatal, seperti risiko kejang, apabila digunakan bersama dengan obat antidepresan yang mengandung monoamine oxidase inhibitor (MAOi). MAOi merupakan kontraindikasi dalam penggunaan tramadol. Dengan kata lain, kedua obat ini tidak boleh digunakan bersamaan.
  • Meningkatkan risiko kejang atau sindrom serotonin jika digunakan bersama dengan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SRRI), Serotonin-Norepinephrine Reuptake Inhibitor (SNRI), antidepresan trisiklik (TCA), dan obat antikejang (misalnya bupropion, mirtazapine, dan, tetrahydrocannabinol).
  • Meningkatkan efek antidepresan dari norepinephrine, 5-HT agonists, atau litium, dan meningkatkan risiko perdarahan jika digunakan bersama dengan obat-obatan derivat kumarin, misalnya warfarin.
  • Carbamazepine dapat mengurangi kadar tramadol dalam darah.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Tramadol

Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah menggunakan tramadol adalah:

  • Pusing dan limbung.
  • Lelah dan mengantuk.
  • Mual dan muntah.
  • Konstipasi dan sulit buang air kecil.
  • Mulut kering.
  • Perut kembung.
  • Diare.

Dalam kondisi tertentu, tramadol dapat menyebabkan efek samping serius bagi anak-anak usia di bawah 17 tahun, seperti kesulitan bernapas, napas menjadi lebih lambat, linglung, atau kesulitan tidur.

Disarankan untuk segera menghubungi dokter apabila terjadi hal-hal berikut setelah menggunakan tramadol:

  • Kejang.
  • Sakit kepala yang hebat.
  • Kesulitan bernapas.
  • Nafsu makan menurun.
Ditinjau oleh : dr. Marianti

Referensi