Tujuan di Balik Prosedur Otopsi

Istilah otopsi kerap kita dengar, terutama dalam pemberitaan kriminal. Ketahui lebih banyak tentang apa itu otopsi dalam tulisan berikut ini.

Otopsi adalah prosedur medis yang dilakukan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada tubuh orang yang telah meninggal. Prosedur ini dilakukan untuk mengetahui penyebab dan bagaimana orang tersebut meninggal. Otopsi dilakukan jika kematian seseorang dianggap tidak wajar.

tujuan di balik prosedur otopsi - alodokter

Tujuan otopsi semata-mata demi kepentingan orang yang meninggal dan keluarganya. Pengetahuan mengenai penyebab meninggalnya seseorang tersebut akan dijadikan landasan perlu tidaknya penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh pihak berwajib. Tentu saja hal tersebut demi terpenuhinya rasa keadilan dan mendapatkan kepastian hukum. Dengan mengetahui pasti penyebab seseorang meninggal, ini bisa membantu keluarga menerimanya.

Selain untuk tujuan keadilan, otopsi juga dilakukan demi kepentingan publik, terutama bila terkait masalah keselamatan dan kesehatan masyarakat umum. Misalnya kematian mendadak yang disebabkan oleh wabah penyakit atau tercemarnya lingkungan tempat orang tersebut meninggal. Bisa juga kematian yang diakibatkan oleh bencana sehingga demi keperluan identifikasi perlu dilakukan otopsi jenazah.

Beberapa Kondisi yang Membutuhkan Otopsi

Berikut ini beberapa kondisi yang membutuhkan otopsi :

  • Kematian terkait masalah hukum.
  • Kematian terjadi selama proses pengobatan eksperimental atau penelitian.
  • Kematian terjadi tiba-tiba selama prosedur medis seperti prosedur pengobatan gigi, bedah, atau proses pengobatan.
  • Kematian terjadi bukan akibat kondisi medis yang didiagnosis sebelumnya.
  • Kematian mendadak pada bayi.
  • Kematian tidak wajar yang diduga akibat kekerasan, bunuh diri, atau overdosis obat-obatan.
  • Kematian akibat kecelakaan.

Seperti Apa Prosedur Otopsi

Proses otopsi meliputi tiga tahap yaitu sebelum, selama, dan sesudah. Secara umum, berikut proses otopsi pada jenazah.

  • Sebelum otopsi

Semua informasi terkait orang yang meninggal akan dikumpulkan dari berbagai sumber. Catatan medis, keterangan dokter serta keterangan keluarga akan dikumpulkan guna memperkaya pengetahuan.

Selain itu, akan dilakukan juga penyelidikan pada lokasi kematian dan lingkungan tempat orang tersebut meninggal. Jika kematian terkait dengan masalah hukum, maka ahli koroner dan pihak berwenang lain akan dilibatkan. Dalam beberapa kasus, pihak keluarga bisa memberikan batasan sejauh mana otopsi bisa dilakukan.

  • Selama otopsi

Prosedur otopsi pertama kali dilakukan melalui pemeriksaan eksternal atau tubuh bagian luar. Segala data dan fakta mengenai jenazah seperti tinggi, berat badan, dan pakaian akan dikumpulkan untuk proses identifikasi. Pemeriksaan tubuh bagian luar juga dilakukan untuk menemukan ciri khusus yang berguna memperkuat proses identifikasi seperti bekas luka, tato, tanda lahir, dan temuan penting lainnya seperti luka, memar, atau cedera lainnya.

Setelah proses eksternal maka proses pemeriksaan organ-organ internal tubuh dilakukan. Dada, perut, dan kepala akan disayat demi mendapatkan informasi penting terkait organ-organ yang ada di dalamnya. Untuk menguji adakah pengaruh obat, infeksi serta mengevaluasi komposisi kimia atau genetika pada jenazah dilakukan pemeriksaan darah, jaringan organ, dan cairan tubuh.

Di ujung pemeriksaan otopsi, organ-organ akan dikembalikan sesuai lokasinya dan sayatan pun dijahit. Jika dirasa perlu, pemeriksaan lebih lanjut mungkin akan dilakukan seperti tes genetika dan toksikologi atau tes pemeriksaan keberadaan unsur beracun.

  • Sesudah otopsi

Jika otopsi dilakukan untuk keperluan hukum, setelah otopsi selesai, ahli patologi, koroner, atau pemeriksa medis akan melengkapi dan menandatangani penyebab dan cara kematian pada sertifikat kematian. Namun bila bukan untuk keperluan hukum, dokter yang menangani sejak awal sebelum orang tersebut meninggal yang akan bertanggung jawab.