Tumor Colli Ditandai dengan Benjolan di Sekitar Leher

Tumor colli merupakan tumor yang bersumber dari dan tumbuh di sekitar leher. Kata colli berasal dari bahasa Latin yang berarti “leher”.

Tumor colli atau tumor di leher ditandai dengan benjolan di sekitar leher. Benjolan itu bisa saja berukuran besar hingga jelas terlihat, atau berukuran kecil hingga sering diabaikan keberadaannya.

tumor colli_compress

Pertumbuhan Sel yang Tidak Normal

Pada kondisi normal, tubuh mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel yang telah mati. Jika keseimbangan antara sel-sel yang tumbuh dan mati ini terganggu, timbul risiko munculnya tumor. Umumnya tumor muncul ketika sel-sel tubuh bertumbuh dan membelah secara berlebihan. Tumor terbagi menjadi dua yaitu tumor jinak (benigna) dan tumor ganas (maligna) yang dapat menyebabkan kanker.

Benjolan yang tumbuh di leher, sebagian tergolong tumor jinak yang tidak menyebabkan penyakit kanker. Namun demikian, benjolan di leher bisa menjadi serius apabila terjadi infeksi atau tumor ganas yang tidak segera ditangani dengan baik.

Pada orang dewasa, benjolan di leher memiliki karakteristik yang berbeda-beda yaitu lembut, keras, atau nyeri dan tidak nyeri. Benjolan cenderung mudah dikenali jika muncul di kulit atau jaringan dan organ-organ di sekitar leher.

Letak benjolan berperan penting dalam menentukan jenis dan penyebab kelainan. Leher manusia terdiri atas jaringan-jaringan, otot-otot, dan organ-organ sehingga letak benjolan bisa sangat beragam, yang dapat berasal dari kelenjar tiroid, otot-otot leher, kelenjar getah bening, trakea, laring, kelenjar air liur, atau beberapa arteri dan pembuluh vena.

Sayangnya, tumor colli tidak hanya menyerang orang dewasa, namun juga anak-anak, bahkan bayi baru lahir. Tumor colli yang menyerang bayi baru lahir disebut fibromatosis colli. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan otot sternokleidomastoideus atau otot di lapisan anterior, yakni bagian depan dari otot leher. Penyebab fibromatosis colli belum diketahui secara pasti, namun biasanya disebabkan trauma atau cedera pada proses kelahiran.

Mengenali Kemungkinan Penyebab

Penyebab umum tumor colli atau benjolan di leher bisa disebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening terdiri dari sel-sel yang melindungi tubuh dari serangan infeksi dan sel-sel ganas yang menyebabkan kanker. Pembengkakan itu umumnya terjadi saat tubuh mencoba berjuang memerangi infeksi yang terjadi ketika seseorang jatuh sakit.

Pembengkakan kelenjar getah bening juga disebabkan oleh kondisi-kondisi seperti radang tenggorokan, radang amandel, infeksi mulut dan gigi, infeksi sinus, infeksi telinga, dan infeksi bakteri di kulit kepala.

Selain pembengkakan kelenjar getah bening, penyakit-penyakit di bawah ini juga dapat menyebabkan munculnya benjolan di leher:

  • Virus misalnya penyakit gondok menyebabkan pembengkakkan kelenjar air liur.
  • Cedera leher, maupun tortikolis (kaku otot leher) dapat menyebabkan timbulnya benjolan di otot-otot leher.
  • Penyakit autoimun atau penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, kelainan kelenjar tiroid seperti penyakit gondok.

Diagnosis dan Bentuk Penanganan Tumor Colli

Penentuan diagnosis dari tumor colli dinilai mulai dari kronologis/riwayat munculnya keluhan, riwayat penyakit sebelumnya dan penyakit di keluarga yang mungkin berkaitan, dan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Dari situ dokter mungkin akan melanjutkan dengan pemeriksaan penunjang lainnya, untuk mendukung penegakkan diagnosa.

Tumor di leher perlu segera ditangani ketika menyerang bayi baru lahir. Tindakan penanganan pertama untuk fibromatosis colli adalah mendiagnosis penyakit melalui alat ultrasonografi (USG). Diagnosis dengan USG dapat menunjukkan gambaran yang sinkron, langsung dari benjolan di leher pada saat itu juga. Selain USG, alat pencitraan medis seperti CT scan atau MRI terkadang digunakan untuk mengetahui lebih dalam karakteristik penyakit.

Pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan adalah tindakan biopsi, yang dilakukan dengan pengambilan sampel dari tumor, untuk kemudian diperiksa di laboratorium, guna menentukan secara jelas, penyebab dari tumor hingga ke tingkat seluler.

Penanganan tumor colli pada orang dewasa memiliki tahapan yang serupa dengan tumor pada umumnya. Bentuk penanganan tumor berdasarkan pada faktor-faktor seperti lokasi tumbuhnya tumor, jenis tumor, dan apakah berpeluang menyebabkan penyakit kanker atau tidak.

Tumor colli membutuhkan tindakan penanganan apabila menimbulkan gangguan pada organ-organ di sekitar leher atau berpotensi untuk berkembang menjadi tumor ganas. Tumor yang berpeluang menjadi kanker perlu mendapatkan penanganan, yang umumnya berupa operasi, imunoterapi, kemoterapi, radioterapi atau terapi radiasi, atau terapi kanker yang ditargetkan.

Semua jenis benjolan di leher, termasuk tumor colli, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan penanganan yang tepat.