Tumor Kelenjar Hipofisis Bisa Terjadi Tanpa Gejala Sama Sekali

Haid tidak lancar, sering sakit kepala, dan terjadi penumpukan lemak pada anggota tubuh tertentu? Hati-hati. Ini bisa jadi gejala tumor kelenjar hipofisis. Bahkan kondisi ini bisa terjadi tanpa gejala apa pun.

Kelenjar hipofisis terletak di bawah hipotalamus, di bagian bawah otak. Kelenjar ini memproduksi hormon-hormon penting dan merupakan bagian dari sistem endokrin.

kelenjar hipofisis-alodokter

Sesuai posisi dan fungsinya, kelenjar hipofisis terdiri dari tiga bagian.

  • Anterior: hormon yang diproduksi bagian ini berperan dalam kematangan seksual, reproduksi, dan pertumbuhan tubuh.
  • Intermediate: melepaskan hormon yang menstimulasi melanosit, yaitu produksi melanin, yang memberi warna pada kulit dan rambut.
  • Posterior: memproduksi hormon antidiuretik yang menyerap air dari ginjal dan menjaga kadar air dalam darah untuk mencegah dehidrasi. Bagian ini jugalah yang memproduksi hormon oksitosin yang menstimulasi produk ASI.
Meski ukurannya hanya sebesar kacang, tapi kelenjar ini memiliki banyak fungsi dalam tubuh. Oleh karenanya, gangguan pada kelenjar hipofisis berisiko mendatangkan banyak gangguan kesehatan.

Tumor Kelenjar Hipofisis

Kondisi ini terjadi ketika ada pertumbuhan sel yang tidak normal pada kelenjar hipofisis. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Dalam beberapa kasus yang sangat jarang, kondisi ini bersifat diturunkan dari keluarga.

Kebanyakan tumor di kelenjar pituitari bersifat jinak, yaitu jenis adenoma. Meski tidak bersifat ganas dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain, tapi keberadaan tumor kelenjar hipofisis dapat menyebabkan perubahan kepada produksi hormon yang mengatur fungsi tubuh menjadi terlalu banyak atau sebaliknya, terlalu sedikit. Selain itu, tumor yang berukuran besar (di atas satu cm) juga berisiko menekan kelenjar dan jaringan di sekitarnya.

Tumor kelenjar hipofisis tidak selalu mendatangkan gejala tertentu, namun sebagian pengidap dapat merasakan gejala-gejala berikut.

  • Sakit kepala.
  • Hilangnya penglihatan.
  • Tumor yang berukuran besar dapat menyebabkan berkurangnya hormon, sehingga dapat menimbulkan disfungsi seksual, rasa meriang, mual dan muntah, datang bulan yang lebih jarang atau bahkan tidak datang, atau penurunan berat badan yang tidak wajar.
Tumor yang menyebabkan terlalu banyak produksi hormon dapat menyebabkan tubuh mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan perubahan kadar hormon yang meningkat, seperti:

Tumor yang mensekresi Adrenocorticotropic hormone-secreting (ACTH)

Memproduksi terlalu banyak kortisol menyebabkan sindrom Cushing’s yang kemungkinan menimbulkan gejala-gejala berupa tekanan darah dan kadar gula darah yang tinggi, penumpukan lemak, lengan dan kaki mengurus, jerawat, stretch marks, depresi, dan memar.

Tumor yang mensekresi hormon pertumbuhan

Menyebabkan kelebihan hormon pertumbuhan yang dapat menyebabkan nyeri otot, kadar gula darah tinggi, pembesaran tangan dan kaki, gangguan jantung, gigi yang tidak rata, serta tumbuhnya bulu tubuh berlebihan.

Tumor yang mensekresi prolaktin

Kelebihan hormon prolaktin dapat menyebabkan turunnya kadar hormon seksual (testosteron pada pria dan estrogen pada wanita). Pada wanita, kelebihan prolaktin dapat menyebabkan keluarnya cairan ASI dari payudara, kurangnya periode menstruasi, dan periode haid yang tidak teratur. Sedang pada pria, efeknya dapat mencakup disfungsi ereksi, pertumbuhan payudara, dan berkurangnya jumlah sperma.

Tumor yang mensekresi thyroid-stimulating hormone (TSH)

Hal ini menyebabkan peningkatan produksi hormon tiroid sehingga dapat terjadi detak jantung yang tidak normal, penurunan berat badan, keringat berlebih, sering buang air besar, serta serangan cemas.

Penanganan akan berbeda-beda, tergantung kepada jenis dan ukuran tumor. Banyak kasus saat tumor ini tidak memerlukan penanganan apa pun. Namun karena jenis tumor tidak dapat diketahui secara mandiri, maka segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami ciri-ciri di atas.

Penanganan tumor kelenjar hipofisis meliputi pemusnahan tumor dan pengembalian kadar hormon ke posisi normal dengan cara-cara berikut:
  • Operasi.
  • Terapi radiasi: biasanya diberikan pada keadaan pasien tidak dapat dioperasi, sebagai terapi paska operasi, terapi bila tumor kembali muncul setelah operasi, serta bila gejala pada pasien tidak membaik dengan obat-obatan.
  • Obat-obatan untuk menghentikan kelebihan produksi hormon ataupun untuk mengecilkan tumor.
  • Kombinasi metode-metode di atas.
Jika tumor dirasa tidak menyebabkan gejala yang mengganggu dan jika pasien berusia muda, dokter mungkin merekomendasikan untuk menunggu sambil terus melakukan pengamatan secara berkala. Sebagian besar orang yang hidup dengan tumor yang tidak mengganggu ini dapat hidup normal tanpa gangguan berarti.