Ulkus Kornea: Luka pada Mata yang dapat Menyebabkan Kebutaan

Pernah mendengar penyakit ulkus kornea? Kendati asing di telinga, rupanya penyakit ini sangat mengerikan, terlebih bagi Anda yang sering menggunakan lensa kontak. Ulkus kornea dapat menyebabkan kebutaan jika tidak segera ditangani. Ulkus kornea adalah luka terbuka pada kornea, yakni bagian tipis yang menutupi iris (bagian yang berwarna pada mata).

Kornea adalah bagian transparan pada mata yang menutupi bagian depan mata, yang mencakup pupil (bukaan di bagian tengah mata), iris (bagian yang berwarna pada mata), dan ruang anterior (ruang di antara lensa dan kornea yang berisi cairan). Fungsi utama kornea adalah membiaskan cahaya, kornea bertanggung jawab untuk memfokuskan sebagian besar cahaya yang masuk ke mata.

corneal ulcer

Mata, terutama bagian kornea, seringkali terpapar benda asing apabila tidak diliindungi dengan baik. Penting untuk menjaga kesehatan mata dan tubuh secara umum agar terhindar dari risiko terkena ulkus kornea yang berbahaya dan dapat menyebabkan kebutaan.

Beberapa Penyebab Ulkus Kornea

Ulkus kornea tidak terjadi dengan sendirinya, berikut adalah beberapa penyebab terjadinya ulkus kornea, di antaranya:

  • Infeksi bakteri Sebagian besar ulkus kornea disebabkan oleh infeksi bakteri. Hal ini umum terjadi pada orang yang memakai lensa kontak. Biasanya, bakteri dapat langsung menyerang kornea jika permukaan kornea telah terganggu. Beberapa bakteri menghasilkan racun yang dapat menyebabkan ulserasi kornea.
  • Virus Selain infeksi bakteri, ulkus kornea juga dapat disebabkan oleh infeksi virus. Virus yang dapat menyebabkan ulkus kornea adalah virus herpes simpleks dan virus Varicella atau virus yang menyebabkan cacar air dan ruam. Virus herpes pada mata dapat menyebabkan keratitis herpes simplex.
  • Infeksi jamur Infeksi jamur adalah penyebab ulkus kornea yang tidak umum dan dapat terjadi setelah mengalami cedera. Misalnya cedera yang disebabkan bahan organik atau ranting/cabang pohon. Orang yang terjangkit jenis infeksi ini adalah orang yang pernah diobati dengan obat tetes mata steroid atau orang yang memakai lensa kontak yang tidak didesinfeksi secara benar. Perlu diketahui bahwa orang yang memakai lensa kontak atau softlens yang sudah kadaluarsa atau jenis sekali pakai tapi untuk jangka waktu yang lama/semalam, kerap berisiko tinggi terkena ulkus kornea.
  • Trauma mata Ulkus kornea juga dapat terjadi akibat cedera pada mata. Berbagai cedera mata yang dapat merusak struktur jaringan permukaan kornea mata, mencakup trauma kimia dan trauma fisik, seperti terkena serpihan kaca, pasir atau logam dalam kecepatan tinggi (misalnya pada ledakan), entropion dimana kelopak mata terlipat ke dalam sehingga bulu mata melukai kornea, dan yang cukup sering yakni pada pengguna lensa kontak mata jangka panjang. Risiko lecet pada kornea akibat penggunaan lensa kontak semakin tinggi apabila cara penggunaan dan penyimpanan lensa tidak tepat.
Selain ketiga penyebab yang telah disebutkan di atas, rupanya ulkus kornea dapat disebabkan oleh mata kering, peradangan pada kornea, dan kekurangan vitamin A. Penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis juga dapat berkomplikasi menjadi ulkus kornea. Gangguan saraf yang menyebabkan mata tidak dapat tertutup misalnya pada penyakit Bell’s palsy atau pada kelainan saraf sensorik pada mata dapat meningkatkan risiko terjadinya ulkus korena.

Adapun gejala yang ditimbulkan penyakit ini meliputi mata gatal, mata berair, sensasi perih atau menyengat pada mata, mata merah, adanya nanah pada mata, merasa ada benda asing di mata, pandangan menjadi kabur, sakit saat melihat lampu terang, dan kelopak mata membengkak. Ulkus kornea terlihat seperti ada titik berwarna abu-abu/putih pada kornea Anda.

Ulkus kornea tidak dapat dianggap sepele. Semua gejala yang telah disebutkan di atas harus segera diobati untuk mencegah kebutaan. Ulkus kornea merupakan kondisi darurat medis. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena ada beberapa tips untuk mencegah timbulnya ulkus kornea pada mata Anda, di antaranya:

  • Jika Anda pengguna lensa kontak saat mengalami gejala di atas, segera lepaskan. Bersihkanlah lensa kontak dengan hati-hati, jangan gunakan air biasa untuk membersihkan lensa kontak. Selain itu, Anda dilarang untuk tidur dengan menggunakan lensa kontak. Buang dan gantilah lensa kontak pada interval atau jangka waktu yang telah ditentukan oleh dokter.
  • Lepaskan lensa kontak sebelum tidur.
  • Jangan menyentuh atau menggosok mata dengan jari.
  • Batasi penyebaran infeksi dengan sering mencuci tangan dan keringkan dengan handuk bersih.
  • Gunakanlah pelindung mata saat ada partikel kecil yang dapat masuk ke dalam mata Anda atau saat bepergian keluar untuk mengurangi paparan sinar matahari dan debu pada mata.
  • Jika Anda memiliki mata kering atau kelopak mata Anda tidak menutup sepenuhnya, gunakanlah obat tetes mata untuk menjaga agar mata Anda tetap basah. Air mata buatan (artificial tears) dapat digunakan untuk membasahi permukaan mata.
Pengobatan pada ulkus kornea terutama bertujuan untuk mengatasi faktor pencetus, pada penyakit infeksi pengobatan bertujuan untuk mengatasi penyebab infeksi. Pada trauma mata, benda asing yang melukai mata harus segera dibersihkan dan dibuang dari mata. Selain itu kadang dokter juga akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi akibat paparan benda asing tersebut. Terkadang diperlukan tindakan pembedahan pada mata untuk mengatasi penyebab ulkus kornea.

Pada penderita ulkus kornea berat atau bila pengobatan sebelumnya tidak berhasil, maka dapat dipertimbangkan untuk menjalani operasi transplantasi kornea. Namun prosedur ini berisiko dan tingkat keberhasilan prosedur berbeda pada setiap orang. Oleh karena itu, keluhan mata yang muncul setelah terjadi cedera pada mata, atau keluhan mata yang disertai dengan demam tinggi, gangguan penglihatan, nyeri mata berat, atau pada pengguna lensa kontak jangka panjang, perlu segera diperiksakan ke dokter spesialis mata.

Setelah mengetahui apa itu ulkus kornea dan bahayanya, Anda tentu lebih mengerti pentingnya untuk segera memeriksakan mata Anda jika mengalami keluhan atau masalah pada mata. Selain itu, penting juga bagi Anda untuk selalu menjaga kesehatan mata Anda dengan cara mengonsumsi makanan yang baik (sayuran berdaun hijau, telur, kacang-kacangan, dan makanan yang mengandung vitamin A), berhenti merokok, menggunakan kaca mata hitam untuk melindungi mata dari sinar ultraviolet, batasi jarak atau penggunaan komputer. Bagi pengguna lensa kontak, gunakanlah lensa kontak sesuai cara yang dianjurkan dokter dan simpanlah menurut petunjuk pemakaian dengan baik, dan lakukan pemeriksaan mata secara rutin pada dokter mata.