Vaksin Hepatitis A Mencegah Infeksi yang Menyebabkan Kerusakan Hati

Pemberian vaksin hepatitis A bertujuan mencegah virus hepatitis A yang menyebabkan infeksi pada organ hati. Infeksi virus hepatitis A ditandai sejumlah gejala berupa sakit perut, kelelahan, demam, mual, muntah, urine berwarna gelap, dan penyakit kuning.

Penyebaran virus hepatitis A (HAV) terjadi secara fecal-oral, yakni perpindahan virus dari bahan yang terkena kontaminasi feses atau tinja penderita hepatitis A, ke mulut (oral) orang yang sehat. Tinja tersebut bisa saja terbawa dalam makanan, air, atau benda tertentu, saat pengolahan bahan makanan dan minuman, juga dipengaruhi oleh kurangnya kebersihan diri.

hepatitis a vaccine_compress

Manfaat Vaksin Hepatitis A

Virus hepatitis A menyebabkan peradangan hati yang mengakibatkan gangguan serius dan dapat membahayakan kelangsungan hidup. Untuk itu, pemberian vaksin hepatitis A wajib diberikan sejak dini, merupakan langkah terbaik dalam mencegah kerusakan hati.

Penyakit hepatitis A, dalam banyak kasus tidak menimbulkan gejala pada anak-anak. Namun, sejumlah gejala baru tampak ketika anak yang terkena infeksi virus hepatitis A beranjak dewasa, yang ditandai dengan:

  • Penyakit kuning yang menyebabkan perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning, urine berwarna kecoklatan, kemerahan atau kuning gelap menyerupai teh, dan buang air besar berwarna pucat seperti tanah liat.
  • Sakit perut parah dan diare.
  • Lelah, demam, mual, muntah-muntah, kehilangan nafsu makan dan nyeri sendi.

Vaksin hepatitis A dibagi menjadi tiga jenis yaitu vaksin kombinasi hepatitis A dan B, vaksin kombinasi hepatitis A dan tifus (demam tifoid), dan hanya vaksin hepatitis A. Di Indonesia, jenis vaksin yang umum tersedia dan sering digunakan, adalah vaksin yang hanya untuk hepatitis A dan juga vaksin kombinasi hepatitis A dan B. Konsultasikan kepada dokter mengenai vaksin jenis apa yang Anda perlukan.

Siapa Saja yang Memerlukan Vaksin Hepatitis A?

Vaksin hepatitis A diberikan dalam dua kali suntikan, dengan jarak 6-12 bulan.

  • Anak Balita

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mewajibkan pemberian vaksin hepatitis A sebagai imunisasi dasar. Pemberian itu direkomendasikan setelah anak berusia 2 tahun dalam 2 dosis. Dosis pertama diberikan setelah anak menginjak usia 2 tahun, dan dilanjutkan dengan dosis kedua setelah 6 bulan hingga 12 bulan sejak dosis pertama diberikan.

  • Wisatawan yang Mengunjungi Negara yang Berisiko

Selain wajib diberikan pada anak berusia di atas satu tahun, vaksin hepatitis A juga diperuntukkan bagi para wisatawan mancanegara atau orang yang bepergian ke negara tertentu dan orang yang memiliki risiko tinggi terkena infeksi virus. Dosis pertama vaksin dapat diberikan secepat mungkin pada waktu merencanakan perjalanan.

Sebagai perlindungan tambahan pada orang dewasa, pada penderita gangguan imunitas atau penyakit hati kronis, dapat diberikan suntikan imunoglobulin. Suntikan ini juga dapat dimanfaatkan untuk anak usia di bawah satu tahun yang belum bisa memperoleh vaksin hepatitis A.

  • Orang yang Rentan Terkena Infeksi Virus

Sejumlah kondisi mewajibkan untuk dilakukan pemberian suntikan vaksin hepatitis A, antara lain penderita penyakit hati kronis, pria yang berhubungan seksual sesama jenis dan pengguna obat terlarang baik melalui suntikan maupun tidak.

Selain itu, vaksin hepatitis A juga sebaiknya diberikan pada penderita penyakit yang mempengaruhi sistem darah dan kekebalan tubuh.

Ada pula kalangan yang berisiko, termasuk penjaga atau perawat hewan yang terkena infeksi hepatitis A, ilmuwan yang bekerja di laboratorium riset hepatitis A, para tenaga kesehatan, dan mereka yang harus bekerja di area yang kurang higienis.

Waspadai Reaksi Alergi dan Vaksinasi pada Ibu Hamil

Sementara itu, vaksin hepatitis A harus dihindari pada sejumlah kondisi, seperti reaksi alergi parah terhadap dosis awal vaksin hepatitis A atau vaksin lainnya. Pada kasus seperti ini, tidak dilakukan pemberian vaksin dosis kedua. Berikan informasi kepada dokter mengenai reaksi alergi parah yang Anda miliki.

Kondisi lainnya yang harus dihindari adalah kehamilan. Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil. Hingga saat ini belum ditemukan tingkat keamanan dalam pemberian vaksin hepatitis A bagi ibu hamil. Konsultasi kepada dokter atau perawat mengenai kondisi kehamilan sebelum melakukan vaksin hepatitis A.

Pemberian vaksin hepatitis A perlu ditunda apabila Anda mengalami sakit parah. Untuk sakit ringan seperti flu, pemberian vaksin tetap dapat dilakukan.

Pencegahan hepatitis A dapat dilakukan dengan melakukan langkah-langkah mudah dalam menjaga kebersihan. Diantaranya, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet, serta hindari konsumsi makanan yang tidak terjamin bersih.