Vasektomi pada Pria Bisa Ganggu Performa Seks?

Sebagai salah satu cara kontrasepsi, vasektomi pada pria masih tergolong jarang. Vasektomi kerap disebut memiliki efek samping terhadap kemampuan seks. Mari kita telaah anggapan tersebut.

Vasektomi adalah metode kontrasepsi yang dilakukan dengan memotong saluran sperma (vas deferens) yang membawa sperma dari testis ke penis. Dengan metode yang menyerupai sterilisasi ini, sperma tidak lagi keluar bersama air mani saat pria ejakulasi.

vasektomi pada pria bisa ganggu performa seks - alodokter

Di kalangan awam, metode vasektomi memang  banyak yang mempertanyakan. Salah satunya mitos bahwa vasektomi dapat memengaruhi gairah seksual pria.

Padahal, tidak demikian.  Setelah  vasektomi, seorang pria tetap akan merasakan sensasi orgasme, ereksi bahkan ejakulasi.  Memang, sesaat setelah vasektomi dilakukan, ada kasus yang mengalami rasa nyeri di bagian testis, tetapi hal itu hanya sementara.

Beberapa hari setelah prosedur vasektomi, seorang pria dapat segera melakukan hubungan seksual. Vasektomi juga tidak akan memengaruhi produksi hormon testosteron pada pria.

Demikian juga air mani yang keluar saat ejakulasi setelah vasektomi, tidak akan banyak berbeda, karena sperma hanya merupakan bagian kecil dari air mani secara keseluruhan.

Sebagai metode kontrasepsi permanen, vasektomi memiliki keunggulan sebagai prosedur yang  aman dan minim komplikasi serta murah karena hanya dilakukan satu kali seumur hidup. Hanya saja vasektomi tidak melindungi pria dari infeksi menular seksual, sehingga diperlukan alat kontrasepsi lain seperti kondom, untuk hal tersebut.

Efektivitas Vasektomi

Efektivitas vasektomi sebagai alat kontrasepsi tergolong tinggi yaitu mencapai 99 persen. Hanya 0,1-0,4 persen wanita yang mengalami kehamilan selama satu tahun pertama, setelah pasangannya melakukan prosedur vasektomi.

Yang harus diingat, vasektomi tidak efektif dengan segera. Air mani pria sesaat setelah vasektomi masih mengandung sperma. Jika ingin menghindari kehamilan, gunakan alat kontrasepsi lain.

Untuk benar-benar mengosongkan sperma pada air mani, diperlukan sekitar 15-20 kali ejakulasi atau sekitar 3 bulan. Sebagian pria harus menunggu lebih lama lagi. Untuk memastikan sudah tidak ada lagi sperma yang tersisa, harus dipastikan melalui tes.

Risiko Komplikasi

Meski tergolong rendah, ada beberapa risiko komplikasi dari vasektomi yaitu :

  • Hematoma yaitu pendarahan di bawah kulit yang dapat menyebabkan pembengkakan yang terasa sakit.
  • Infeksi yang dapat diiringi dengan demam atau kemerahan pada kantong pelir (skrotum).
  • Rasa nyeri pada testis yang tidak segera menghilang yaitu postvasectomy pain syndrome.
  • Benjolan pada skrotum atau disebut juga granuloma yaitu sperma yang keluar dari saluran sperma ke dalam jaringan.
  • Peradangan pada saluran sperma atau epididimitis kongestif.
  • Kegagalan vasektomi. Memang tergolong kecil yaitu sekitar 11 dari 1.000 vasektomi pada dua tahun pertama

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Vasektomi

Sebelum melakukan prosedur vasektomi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :

  • Tidak berniat memiliki anak atau menambah jumlah anak lagi. Jika ada keraguan, sebaiknya hindari vasektomi.
  • Didiskusikan dengan pasangan mengenai vasektomi. Sebaiknya Anda berdua menyetujui hal ini.
  • Jangan ambil keputusan vasektomi sesaat setelah mengalami krisis atau perubahan besar, misalnya baru saja memiliki bayi ataupun baru saja terpaksa menggugurkan janin pada pasangan Anda.
  • Umumnya dokter akan meminta seorang pria berusia di bawah 30 tahun dan belum pernah memiliki anak, untuk mempertimbangkan kembali prosedur vasektomi.

Tindakan vasektomi sebagai metode kontrasepsi permanen harus dipikirkan dengan matang dan sebaiknya disetujui oleh pasangan. Konsultasikan dengan dokter atau spesialis untuk tindakan lebih lanjut.