Vulva, Gerbang Pertama Organ Intim Wanita

Sama dengan organ intim laki-laki, organ intim wanita memiliki beberapa bagian. Vulva merupakan bagian paling luar dari keseluruhan sistem reproduksi wanita.

Organ intim wanita yang umumnya disebut vagina, sebenarnya merupakan saluran otot tertutup. Di luar vagina adalah vulva.

Vulva gerbang pertama organ intim wanita - alodokter

Fungsi Vulva sebagai Organ Seksual

Vulva terdiri dari beberapa struktur utama yaitu mons pubis, labium mayor dan labium minor, klitoris, saluran uretra, saluran vagina dan himen atau selaput dara.

Sebagai organ intim, vulva memiliki fungsi penting dalam aktivitas seksual. Vulva terdiri banyak sensor saraf dan stimulasi yang sesuai dapat menghasilkan kepuasan seksual.

Ketika seorang wanita terangsang saat melakukan aktivitas seksual, vulva  akan tampak membesar karena meningkatnya aliran darah dari dalam dinding vagina. Sementara di bagian dalam, bagian atas vagina akan mengembang.

Selama penetrasi, rambut yang tumbuh pada vulva akan berfungsi  sebagai pelindung yang akan menahan benturan. Rambut ini juga berfungsi melindungi kelenjar skene dan bartholin dari cairan vagina, keringat dan iritasi. Sayangnya, kini banyak wanita yang mencukur rambut di sekitar vulva tersebut.

Risiko Penyakit

Beberapa gangguan penyakit kulit pada vulva antara lain :

  • Folliculitis.

Folliculitis disebabkan bakteri yang menginfeksi folikel rambut. Gejalanya tampak seperti benjolan kecil, berwarna merah dan terasa nyeri. Selain di area vulva, folliculitis dapat muncul pada labium mayor yang dapat disebabkan oleh aktivitas mencukur, waxing bahkan pergesekan.

  • Dermatitis kontak.

Gejala dermatitis kontak adanya rasa nyeri, gatal, terbakar atau menyengat. Hal ini terjadi akibat adanya iritasi pada kulit akibat penggunaan parfum, sabun ataupun bahan pakaian.

  • Kista pada kelenjar bartholin.

Jika tersumbat, kelenjar bartholin yang berada di bawah kulit di bagian terluar vagina, dapat menyebabkan terbentuknya kista berupa benjolan .

  • Lichen simplex chronicus.

Tampak seperti plak tebal dan bersisik di area vulva yang menyebabkan rasa gatal. Dapat terjadi karena penyakit kulit atau kontak dermatitis yang telah berlangsung lama.

  • Lichen sclerosus.

Dikenali dengan gejala gatal, panas dan nyeri saat berhubungan seksual.Selain itu kulit vulva akan tampak putih dan berkerut. Tak jarang tampak benjolan putih pada kulit yang dasarnya berwarna ungu gelap.

  • Vulvar atrophy.

Penipisan kulit vulva yang disebabkan penurunan tingkat estrogen menjelang menopause.

  • Kanker vulva.

Gejalanya berupa rasa gatal, panas, radang, nyeri, benjolan atau luka pada vulva. Selain itu, gejala lain bisa berupa perubahan warna kulit atau benjolan di selangkangan. Kanker vulva bisa disebabkan oleh infeksi HPV. Selain itu, vulva juga dapat terkena kanker kulit (melanoma) atau paget disease (osteitis deformans) yang merupakan indikasi kanker di bagian tubuh lain seperti payudara atau usus besar.

Segera konsultasikan dengan dokter jika  ada perubahan pada kulit bagian vulva, atau timbul rasa nyeri, terbakar atau gatal. Jangan biarkan berlarut-larut.

Tips Merawat Organ Intim

Menjaga kesehatan organ reproduksi sangatlah penting. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kebersihan vulva dan organ intim secara keseluruhan,  antara lain:

  • Bilas vulva dengan air hangat. Untuk mengeringkannya, cukup ditepuk. Jangan digosok.
  • Jangan gunakan sabun atau kertas toilet dengan pengharum.
  • Hindari menggunakan pembalut atau tampon dengan pelapis plastik atau tambahan pengharum
  • Jauhkan taburan bedak dari organ intim. Hindari juga produk pembersih organ intim
  • Gunakan pakaian dalam dari bahan katun. Hindari pakaian yang terlalu ketat.
  • Lakukan hubungan intim dengan menggunakan pengaman, seperti kondom, untuk mencegah infeksi menular seksual dan penyebaran hepatitis B.
  • Vaksinasi HPV untuk mencegah penyakit seperti kanker serviks.
  • Hindari merokok dan alkohol karena dapat memengaruhi fungsi seksual.
  • Lakukan pemeriksaan rutin pada organ intim untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Organ intim merupakan salah satu yang perlu diperhatikan. Jika terjadi perubahan atau gangguan, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.