Waspada! Gagal Napas Dapat Memicu Kerusakan Organ Tubuh

Kondisi gagal napas terjadi ketika sistem pernapasan seseorang tidak dapat menyingkirkan karbon dioksida dari darah. Hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. Kondisi ini harus segera mendapat penanganan jika tidak ingin berujung pada kematian.

Gagal napas merupakan kondisi di mana kadar oksigen yang masuk ke dalam darah melalui paru sangat rendah. Sementara itu, untuk bekerja dengan baik, organ tubuh seperti jantung dan otak memerlukan darah yang kaya oksigen. Tak hanya itu, gagal napas juga terjadi lantaran kadar karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada kadar oksigen. Gagal napas terjadi karena adanya kegagalan dalam proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida di kantung-kantung udara kecil di paru-paru (alveoli), atau ketidakmampuan paru-paru untuk melakukan tugas dalam proses pertukaran gas. Pertukaran gas yang dimaksud adalah mengirim oksigen dari udara yang dihirup ke dalam darah dan menyingkirkan karbon dioksida dari darah ketika mengembuskan napas. Gagal napas juga dapat disebabkan oleh gangguan pada pusat pernapasan di otak, atau pun kegagalan otot-otot pernapasan untuk mengembangkan paru-paru.

Sistem pernapasan merupakan kumpulan organ yang bertanggung jawab untuk mengambil oksigen dan menyingkirkan karbon dioksida dari dalam darah. Oksigen sendiri punya peranan penting untuk menjaga fungsi tubuh. Sementara itu, karbon dioksida yang merupakan produk limbah tubuh harus disingkirkan dari darah lantaran dapat menyebabkan kerusakan organ bila kadarnya berlebihan dalam darah. Sistem pernapasan yang tidak normal dan tidak mampu membuang karbon dioksida dari dalam darah dapat menyebabkan terjadinya gagal napas. Kondisi ini juga dapat  terjadi ketika sistem pernapasan tidak  dapat mengambil oksigen dengan optimal sesuai kebutuhan.

Jenis Gagal Napas Berdasarkan Gejala yang Timbul

Kondisi gagal napas ini dapat digolongkan menjadi dua tipe, gagal napas akut dan gagal napas kronis. Gagal napas akut merupakan kondisi jangka pendek, biasanya terjadi tiba-tiba, dan butuh perlakuan darurat medis. Sedangkan gagal napas kronis adalah kondisi yang berlangsung dalam jangka panjang atau berulang.

Masing-masing tipe biasanya memiliki gejala yang berbeda. Gejala gagal napas kronik bisa berupa kesulitan bernapas atau sesak napas terutama saat beraktivitas, batuk berlendir, suara mengi saat bernapas, warna kebiruan pada kulit, bibir, atau kuku, napas cepat, kelelahan, gelisah, dan kebingungan. Sedangkan gejala gagal napas akut tergantung pada penyebab yang mendasarinya, dan juga tingkat karbon dioksida dan oksigen di dalam darah Anda. Orang-orang dengan tingkat karbon dioksida yang tinggi biasanya akan mengalami napas cepat dan kebingungan. Orang dengan kadar oksigen rendah bisa jadi akan mengalami kesulitan bernapas, serta warna kebiruan di kulit, ujung jari atau bibir. Sedangkan orang dengan gagal paru-paru akut dan tingkat oksigen yang rendah mungkin mengalami gelisah, rasa kantuk, hilang kesadaran, napas sesak, denyut jantung tidak teratur, dan produksi keringat berlebih.

Beberapa Kondisi yang Memicu Terjadinya Gagal Napas

Ketika napas Anda terganggu, paru-paru tidak dapat dengan mudah mengalirkan oksigen ke dalam darah dan mengeluarkan karbon dioksida dari darah Anda. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya kadar oksigen atau tingginya kadar karbon dioksida, atau keduanya dalam darah Anda. Adapun beberapa penyakit dan kondisi yang dapat menyebabkan gagal napas antara lain:

  • Penyakit paru-paru seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), pneumonia, emboli paru, sindrom gagal napas akut (Acute Respiratory Distress Syndrome) dan fibrosis kistik. Penyakit dan kondisi tersebut dapat memengaruhi aliran udara serta darah masuk dan keluar dari paru-paru Anda.
  • Kondisi yang memengaruhi saraf dan otot yang mengendalikan pernapasan, seperti cedera tulang belakang, distrofi otot, stroke, dan amyotrophic lateral sclerosis (ALS)
  • Kerusakan pada jaringan dan tulang rusuk di sekitar paru-paru, seringkali disebabkan oleh cedera pada area dada.
  • Overdosis obat dan mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan. Overdosis obat atau alkohol dapat memengaruhi area otak yang mengontrol pernapasan. Pada keadaan overdosis, pernapasan menjadi lambat dan dangkal, dan dapat berakibat fatal.
  • Cedera paru akut, misalnya menghirup  asap atau zat kimia berbahaya yang dapat melukai paru-paru.
  • Aspirasi paru, terhirupnya cairan, debu, kotoran, ke dalam paru-paru.
  • Berada di lingkungan yang minim ventilasi, ataupun terpapar suhu dan cuaca ekstrim.
  • Mengalami reaksi alergi yang parah (anafilaksis).
Kerusakan Organ Akibat Gagal Napas

Gagal napas yang diderita dapat menimbulkan berbagai macam gangguan pada fungsi organ tubuh, seperti:

  • Paru-paru, dapat menimbulkan emboli maupun fibrosis paru, di mana terjadi penyumbatan pada pembuluh darah paru dan penebalan jaringan paru, serta komplikasi yang dipengaruhi oleh penggunaan ventilasi mekanis sebagai penanganan gagal napas.
  • Jantung, terjadinya gangguan pada irama jantung hingga serangan jantung dan gagal jantung.
  • Ginjal, bisa menyebabkan acute kidney injury (gagal ginjal akut), yang mengganggu fungsi ginjal, dan dapat timbul gangguan pada elektrolit dan kadar keseimbangan asam-basa.
  • Pencernaan, dapat terjadi pendarahan, gangguan pada lambung dan usus, yang juga dapat dipengaruhi oleh tingginya tingkat stres pada penderita gagal napas.
  • Gangguan darah seperti polisitemia, di mana terjadi produksi sel darah merah berlebih.
  • Otak, dapat terjadi iskemia otak, di mana oksigen sangat dibutuhkan oleh sel-sel otak untuk dapat bekerja dengan baik, kekurangan kadar oksigen pada otak berisiko berbagai gangguan neurologis hingga kematian.
  • Pada kondisi berat, maka gagal napas dapat mencetuskan multi organ failure atau kegagalan multi organ, yang menyebabkan berbagai organ tubuh gagal berfungsi dan berakibat fatal.
Penanganan Gagal Napas yang Perlu Anda Ketahui

Sebelum memberikan metode penanganan dan pengobatan, umumnya dokter akan mendiagnosis berdasarkan sejarah medis (riwayat keluhan, riwayat penyakit terdahulu, identifikasi faktor risiko), pemeriksaan fisik, dan hasil tes. Setelah didiagnosis, dokter akan mencari penyebab yang mendasarinya.

Seseorang yang mengalami gagal napas akut umumnya perlu segera ditangani oleh unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit. Sementara, gagal napas kronis dapat diobati di rumah, tergantung pada tingkat keparahan, penyebab yang mendasari, dan penyakit penyerta.

Untuk gagal napas kronik dapat ditangani dengan beberapa metode pengobatan, yakni mengobati penyebab yang mendasari, menyingkirkan kelebihan karbon dioksida dari darah, meningkatkan kadar oksigen dalam darah, dan terapi oksigen. Dalam kasus gagal napas kronik yang parah, tindakan trakeostomi bisa saja diperlukan. Selama prosedur ini, dokter akan menempatkan sebuah tabung di tenggorokan Anda sebagai jalur napas buatan, sehingga Anda dapat bernapas lebih mudah. Jika kondisi tidak juga membaik, bisa juga ditangani dengan metode ventilasi mekanis, yakni terapi untuk membantu bernapas dengan menggunakan ventilator. Mesin ventilasi akan memompa oksigen melalui tabung yang ditempatkan di dalam mulut atau hidung dan turun ke tenggorokan Anda.

Sementara untuk gagal napas akut biasanya dokter akan memberikan resep obat  yang dapat membantu Anda bernapas lebih baik. Penanganan lainnya bisa berupa terapi oksigen dan ventilasi mekanis.

Pahami lebih jauh tentang gagal napas yang Anda alami untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter yang menangani Anda.