Waspada! Ini 3 Tanda Bahaya Bayimu Telah Mengidap Meningitis

Bayi menjadi salah satu kalangan yang paling sering terserang meningitis. Kondisi ini bisa menjadi masalah yang sangat serius, dan jika tidak ditangani dengan cepat bisa mengancam jiwanya. Oleh karena itu, kenali tanda bahaya yang mengindikasikan Si Kecil mengidap kondisi ini.

Meningitis merupakan sebuah kondisi di mana selaput pelindung di sekitar otak dan saraf tulang belakang mengalami peradangan.

Waspada! Ini Tanda Bahaya bayimu telah mengidap meningitis

Disebabkan Virus atau Bakteri

Meningitis biasanya disebabkan oleh virus atau bisa juga bakteri. Meski jarang terjadi, infeksi jamur juga bisa menjadi penyebabnya. Jika bayimu mengalami meningitis pada usia di bawah 2 atau 3 bulan, maka dia mengalami neonatal meningitis. Baik infeksi virus atau bakteri, bayimu bisa terkena dampak serius jika tidak ditangani dengan cepat. Dia berisiko mengalami tuli, cacat intelektual, dan bahkan kematian.

Bayi yang sudah berusia lebih tua biasanya mengidap meningitis yang disebabkan oleh virus. Kondisi ini termasuk ringan dan biasanya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Sebaliknya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri bisa berbahaya bagi Si Kecil. Meningitis jenis ini bisa menyebabkannya tuli, perkembangannya terhambat, kebutaan, gangguan otot, gagal ginjal, kejang-kejang, dan bahkan merenggut jiwanya.

Menyeramkan bukan? Maka dari itu, kamu harus mengenali tanda-tanda bahaya yang menyatakan bayimu telah mengidap meningitis. Ya, sebagai orang awam mungkin sulit untuk mengetahui hal tersebut. Itu karena gejala meningitis hampir mirip dengan tanda-tanda orang yang terserang flu.

Kenali Tanda-tanda yang Muncul

Berikut 3 tanda bahaya bayimu telah terserang meningitis:

  • Mengalami demam tinggi di atas 37,5 Celcius.
  • Leher dan tubuhnya kaku. Sulit memang mengetahui apakah bayimu sedang mengalami kondisi ini, karena dia tidak bisa mengeluhkannya kepadamu. Namun, kondisi ini mungkin dapat terjadi ketika dia merasa tidak nyaman saat digendong dan badannya mungkin terlihat kaku.
  • Sakit kepala parah. Sama dengan kondisi di atas, mengetahui bayimu sedang menderita sakit kepala memang sulit. Namun, ada beberapa tanda yang mungkin mengindikasi dia sedang mengalami kondisi ini. Misalnya tidak nafsu makan, muntah, atau terlihat lesu.

Oia, selain 3 tanda di atas, bayimu juga mungkin dapat mengeluarkan tanda-tanda lain seperti menangis terus-menerus, tidur berlebihan, muncul ruam pada kulit, sensitif terhadap cahaya, atau ubun-ubunnya menggelembung.

Jika bayimu sudah menampakkan tiga tanda utama tersebut dan tanda-tanda lainnya, kamu harus mulai waspada dan disarankan untuk segera membawanya ke dokter. Penanganan awal sangat penting untuk mencegahnya mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Jika memang bayimu dicurigai mengidap meningitis, dokter akan melakukan pungsi lumbal (lumbar puncture) yaitu pengambilan sampel cairan ‘cerebrospinal’ pada tulang belakang. Darah dan urine juga diperiksa.

Untuk melakukan pencegahan, kamu bisa memberikan vaksin untuk campak, polio, gondok, cacar air, dan influenza. Meski tidak bisa melindungi Si Kecil sepenuhnya dari meningitis, kelima vaksin ini bisa membantu menjaga tubuhnya dari serangan virus penyakit ini.

Pastikan juga dia mendapat vaksin Hib saat usianya 2, 4, dan 6 bulan, serta pada usia 12 dan 18 bulan. Lalu, ada vaksin meningokokus. Saat ini, vaksin tersebut rutin dipakai untuk menangkal  bakteri penyebab meningitis, Pneumococcus.