Waspada, Pribadi Perfeksionis Rentan Mengalami Depresi

Untuk tampil dan melakukan segala sesuatu dengan sempurna, tidaklah mudah. Itu sebabnya pribadi perfeksionis lebih rentan untuk mengalami depresi dibanding orang pada umumnya.

Perfeksionis adalah perilaku seseorang yang selalu berusaha tampil sempurna dengan standar yang sangat tinggi, yang seringkali disertai dengan kritik berlebihan terhadap diri sendiri.

Waspada Pribadi Perfeksionis Rentan Mengalami Depresi - alodokter

Sulit Menghadapi Kegagalan

Para perfeksionis biasanya akan merasa nyaman ketika melakukan segala sesuatu secara teratur. Dia akan berusaha memperbaiki segala sesuatu disesuaikan dari sudut pandangnya.  Untuk hubungan sosial, para perfeksionis akan berusaha tampil sempurna, mereka takut melakukan kesalahan sehingga sulit untuk pasangan atau orang lain melihat dirinya secara utuh. Itu sebabnya para perfeksionis sangat sulit merasa rileks.

Perfeksionis sebenarnya memiliki memiliki sisi positif yang dapat dimanfaatkan, seperti memberikan motivasi dan melakukan yang terbaik. Hanya saja, ketika seorang perfeksionis mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan, maka reaksi yang terjadi bisa berlebihan, termasuk memicu depresi.

Namun, tidak semua perfeksionis dipastikan mengalami depresi. Beberapa faktor yang dapat mendorong hal tersebut antara lain kurangnya kepercayaan diri dan seringkali merasa ragu terhadap diri sendiri, seringkali membandingkan dengan orang lain yang tampak lebih baik, kurang mendapat dukungan dari orang lain, dan rasa takut melakukan kesalahan.

Selain itu, penelitian menemukan peningkatan risiko negatif lain dari perfeksionis pada wanita yaitu mengalami gangguan makan. Contohnya adalah bulimia dan anoreksia. Hal ini disebabkan karena para perfeksionis merasakan kebutuhan terhadap pujian orang dan mengkritik dirinya secara berlebihan.

Mengenali Tanda Perfeksionis

Beberapa tanda yang dapat digunakan untuk mengenali pribadi yang perfeksionis seperti memiliki aturan-aturan ketat terhadap perilaku diri Anda dan orang lain. Misalnya, saya seharusnya memiliki bentuk tubuh yang lebih baik atau lebih sukses dalam karier. Atau pun, seharusnya pasangan Anda lebih memahami diri Anda dan lain-lain.

Pribadi perfeksionis juga seringkali membesar-besarkan suatu hal. Contohnya, saat Anda makan satu buah kue maka akan menggagalkan upaya diet selama berbulan-bulan. Keluhan terlalu kurus, gemuk atau merasa buruk rupa seringkali dikatakan.

Tidak jarang, pribadi perfeksionis merasa malu berlebihan, bahkan menghukum diri ketika dikritik. Perfeksionis juga seringkali ditandai dengan jarang merasa puas saat memperoleh pencapaian, justru akan meningkatkan standar pencapaian yang lebih tinggi. Sehingga sering kali, pribadi perfeksionis merasa tidak punya waktu cukup untuk melakukan segala sesuatu yang disukainya.

Tidak mudah mengubah diri seseorang yang perfeksionis. Namun untuk menguranginya, dapat dimulai dengan mencoba menurunkan ekspektasi yang terlalu tinggi, mengedepankan kepentingan orang lain, serta menikmati segala kekurangan pada diri sendiri atau pun orang lain.

Apabila seorang perfeksionis benar-benar mengalami depresi, maka harus dianggap sebagai masalah serius. Hal ini juga harus  segera mendapat bantuan dari psikolog atau dokter spesialis untuk mengatasinya.