Waspadai Bahaya Zat Karsinogenik di Sekitar Kita

Karsinogenik adalah sebuah istilah yang menerangkan sifat dari zat-zat atau paparan bahan yang dapat memicu kanker (karsinogen). Bisa jadi karsinogen lebih sering bersentuhan dengan Anda sehari-hari, dibandingkan anggapan Anda selama ini.

Penyakit kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang ditakuti. Tidak heran, sebab kanker merupakan penyakit mematikan nomor dua, setelah penyakit kardiovaskular, yaitu stroke dan serangan jantung.

carcinogenic_compress

Memicu Perubahan DNA

Penyebab kanker yaitu perubahan sel-sel DNA (deoksiribonukleat), yang dipicu karsinogen. Sebagian karsinogen tidak mempengaruhi DNA secara langsung, tapi dapat memicu penyakit kanker dengan caranya sendiri. Misalnya, karsinogen memecah dan menggandakan sel-sel lebih cepat dibandingkan keadaan normal, sehingga meningkatkan risiko perubahan DNA.

Manusia mudah sekali terpapar zat-zat asing, termasuk zat karsinogenik, kapan pun dan dimana pun. Saat beraktivitas di rumah, sekolah, kantor, menghirup udara, atau mengonsumsi makanan tertentu.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (International Agency for Research on Cancer/IARC) sebagai bagian dari WHO mengklasifikasi karsinogen ke dalam:

  • Kelompok 1: Karsinogenik untuk manusia.
  • Kelompok 2A: Kemungkinan besar karsinogenik untuk manusia.
  • Kelompok 2B: Dicurigai berpotensi karsinogenik untuk manusia.
  • Kelompok 3: Tidak termasuk karsinogenik pada manusia.
  • Kelompok 4: Kemungkinan besar tidak karsinogenik untuk manusia.

Daftar karsinogenik IARC di antaranya ialah rokok tembakau, sinar ultraviolet (UVA, UVB, dan UVC), formaldehida, etanol di minuman beralkohol, asbes, dan masih banyak yang termasuk sebagai zat karsinogen.

Karsinogen yang Paling Banyak Ditemui

Dari berbagai zat karsinogen yang ditemui sehari-hari, ada tiga jenis karsinogenik yang tergolong umum yaitu :

Karsinogenik pada Rokok

Rokok ialah racun dan karsinogenik yang sangat berbahaya. Di Indonesia, rokok yang paling sering ditemui adalah rokok tembakau. Kandungan rokok tembakau terdiri dari ribuan zat, dimana sekitar 70 zat di dalam rokok dipercaya sebagai pemicu kanker.

Daftar zat penyebab kanker di dalam rokok adalah nikotin, karbon monoksida, ammonia, arsenik, formaldehida, hidrogen sianida, timah, unsur radioaktif (uranium), benzena, nitrosamin, dan hidrokarbon aromatik polisiklik. Tidak hanya menyebabkan gangguan paru-paru, merokok juga memicu penyakit kanker, baik di paru-paru maupun berbagai organ lainnya, selain itu juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung, dan gangguan kesehatan serius lainnya.

Untuk itu, bagi para perokok disarankan untuk menghentikan kebiasaan buruk yang bisa merusak kesehatan. Mulai beralih ke gaya hidup sehat dengan berhenti merokok untuk membangun masa depan yang cerah. Jauhi kebiasaan merokok di rumah atau tempat umum yang dapat menyebarkan asap rokok kepada anggota keluarga atau orang lain (perokok pasif).

Karsinogenik pada Makanan

Ada beberapa jenis karsinogen pada makanan. Pertama, produk-produk alami di dalam makanan yang prosesnya tidak bisa dihindari. Contohnya, pembuatan ikan asin, kebanyakan produsen ikan asin menggunakan produksi yang malah menghasilkan produk karsinogenik dan prosesnya tidak bisa dihindari.

Kemudian, produk-produk alami yang masih bisa menghindari kontaminasi pada biji gandum yang menghasilkan jamur karsinogenik yaitu aflatoksin. Penelitian menunujukkan aflatoksin adalah penyebab utama kanker hati, terutama di negara-negara dengan sumber daya lebih rendah dan populasi hepatitis B sangat umum terjadi.

Ada juga karsinogen pada makanan akibat proses tertentu pada makanan yang sulit dihilangkan dan dapat mengkontaminasi lingkungan. Terakhir, jenis karsinogenik pada makanan bisa ditemukan pada bahan kimia yang sengaja ditambahkan seperti sakarin atau pewarna makanan.

Karsinogenik pada Kosmetik

Tidak seperti produk obat dan makanan, produk perawatan diri seperti kosmetik umumnya tidak memberitahu efek samping berbahaya atau karsinogen yang terdapat di dalamnya. Namun, sangat jarang kanker dipicu hanya karena penggunaan kosmetik saja. Meski ada beberapa bahan dalam kosmetik mengandung karsinogen seperti formaldehida, namun biasanya kandungannya sangat kecil.

Untuk mencegah terpapar zat karsinogen berbahaya pada kosmetik, sebaiknya hanya gunakan kosmetik yang dijual secara legal dan telah melewati uji dermatologi. Tingkat racun dalam kosmetik ini umumnya sangat rendah, hingga tidak akan memicu kanker. Meski penggunaan kosmetik dengan beberapa zat berbahaya tertentu, dapat menyebabkan efek samping pemakaian kosmetik seperti dermatitis kontak, gangguan hormon hingga cacat lahir pada kehamilan.

Bacalah label kosmetik dengan baik untuk mengetahui kandungan-kandungan di dalamnya. Pastikan alat-alat kecantikan yang dipilih tidak karsinogenik atau mengandung zat pemicu kanker serta kosmetik layak pakai. Jika kosmetik menyebabkan gejala tertentu, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan kepada dokter demi mendapatkan penanganan yang tepat.

Zat karsinogen tidaklah selalu menyebabkan kanker, beberapa zat memerlukan kondisi tertentu untuk bisa menjadi karsinogenik terhadap manusia seperti misalnya tidak berbahaya ketika disentuh, namun meningkat risikonya bila tertelan, beberapa zat lainnya dapat memicu kanker, meski paparannya hanya sedikit, namun lainnya baru dianggap karsinogenik, jika terpapar terus menerus dalam jangka panjang. Sehingga bisa dipahami bahwa tiap karsinogen memiliki karakteristik yang berbeda.

Beberapa jenis karsinogen memiliki sifat karsinogenik yang lebih sulit dihindari dibandingkan lainnya. Minimalisir paparan karsinogenik dengan teliti membaca label kemasan makanan atau kosmetik, berhenti merokok serta menghindari polusi lainnya.